Bawang Merah Vertikulur!! Teknik Baru Menguntungkan

Menanam bawang merah vertikultur sangat menguntungkan. Dan cara menanam teknik vertikultur pun sangat mudah. Untuk bawang merah yang ditanam dengan cara vertikultur tidak jauh beda dengan teknik konvensional.
Namun memiliki potensi panen yang lebih baik dari teknik konvensional.

Cara yang paling mudah untuk menanam bawang merah vertikultur adalah sebagai berikut :

persiapan

1. Persiapan media

Media yang dimaksud adalah tanah atau lebih tepatnya pengganti tanah pada vertikultur. Karena untuk instalasinya saya anggap sudah mengerti cara membuatnya dan sudah ada.

 

Komposisi yang baik untuk vertikultur adalah 1 : 1 : 2.
Yaitu cocopeat : sekam padi : tanah kompos atau tanah gembur. Caranya campurkan bahan-bahan diatas hingga tercampur rata. Lalu langsung masukkan ke dalam instalasi vertikultur yang telah dibuat. Biasanya dalam satu pipa atau satu tonggak dengan panjang 2 meter hanya membutuhkan 2 ember media tanam.

 

2. Pemilihan bibit

Untuk bawang merah, familiarnya bibit yang digunakan adalah umbinya sendiri. Namun sekarang sudah ada bibit bawang merah yang dijual di toko pertanian dalam bentuk biji.

Jika menggunakan umbi, maka dalam pemilihannya harus tepat. Umbi yang bagus adalah.

– Umbi sudah tua

– Warna umbi mengkilap

– Berat

– Berumbi satu

vertikulur bawanggg

3. Penanaman

Dalam penanaman ada 2 cara, yaitu dengan menanamnya langsung ke dalam media vertikultur atau juga bisa di semai terlebih dahulu.

Hasilnya pun tidak begitu beda jauh.
Jika akan disemai dahulu berikut langkahnya :

  • Siapkan rockwoll untuk tempat penyemaian bawang merah.
  • Potong bibit bawang merah pada ujung bagian atas. Sedikit saja, karena hanya untuk pertumbuhan tunas.
  • Potong rockwoll delapan bagian sama besar.
  • Basahi rockwoll dengan air biasa sampai basah merata.
  • Lubangi rockwool dengan tutup pulpen atau benda tajam lainnya.
  • Masukkan bawang merah ke dalah rockwoll. Dengan posisi separuh bawang merah di tanam dan separuhnya tidak.

Setelah penyemaian diatas selesai. Tunggu sampai 2 minggu. Setelah tumbuh daun, bawang merah siap dipindahkan di media vertikultur.

Caranya cukup masukkan setengah bagian dari bawang merah ke dalam media tanam. Jangan seluruhnya karena akan menyebabkan pembusukan. Jika sudah busuk maka bawang merah tidak bisa berproduksi umbi. Hanya bisa memproduksi daun saja.
Jika tidak melalui tahap penyemaian, maka penanaman sama dengan teknik konvensional. Yaitu dengan langsung menanam umbi pada media vertikultur.

Dengan cara menanam sebagian dari umbi bawang merah langsung kedalam media. Dan langsung lakukan perawatan.

vertikulur bawang

4. Perawatan

Perawatan hampir sama dengan teknik konvensional. Hanya saja lebih praktis dan mudah bila menggunakan teknik vertikultur. Perawatan yang harus rutin dilakukan adalah pemberian nutrisi tanam setiap 1 minggu sekali. Dan penyiraman dengan air biasa setiap 3 hari sekali.

Dosis yang diberikan untuk pupuk adalah nutrisi sayuran. Agar lebih praktis gunakan nutrisi hidroponik mix A dan B. Dengan dosis 1000 – 1200 ppm. Perlu diperhatikan, jangan berlebihan dalam melakukan penyiraman. Karena dengan intensitas penyiraman yang tinggi dapat membuat bawang merah menjadi busuk dan tidak bisa berproduksi.

Untuk proses penyiangan tidak perlu dilakukan. Karena dalam teknik vertikultur ini biasanya tidak ada rumput-rumputan liar seperti pada teknik konvensional.

5. Cara panen

Setelah kurang lebih selama 2,5 bulan. Bawang merah siap di panen. Atau ditandai dengan daun yang lunglai dan juga umbi yang sudah merah dan banyak. Jika seperti itu maka bawang merah siap untuk dipanen.

Caranya dengan mencabut bawang merah secara keseluruhan. Setelah itu pisahkan daun dan umbi bawang dengan cara di jemur dibawah terik matahari.

Untuk hasil panen, biasanya dalam 4 meter atau 2 tonggak mampu menghasilkan kurang lebih 4 kg bawang merah.
Walaupun ukuran umbinya tidak terlalu besar. Namun keuntungannya bisa sangat besar.

Advertisements