Budidaya Cabai Sangat Menguntungkan Dengan Mulsa Plastik

8tz3sBk1v2

Anda semua pasti sudah tidak asing lagi dengan cabai, karena cabai memang sering sekali dikonsumsi sehari-hari. Rasa cabai yang pedas memang sangat digemari masyarakat. Di Indonesia sendiri banyak sekali makanan yang menggunakan bahan cabai untuk menambahkan rasa pedas pada masakan.

Cara menanam cabai sistem mulsa plastik adalah salah satu teknik menanam cabai yang sering dipakai guna membudidayakan tanaman cabai, terutama untuk mereka para petanam yang hendak menanam dalam lahan berskala luas. Cara menanam cabai dengan sistem plastik mulsa ini banyak dilakukan karena mudah dalam proses persiapan, perawatan serta hemat biaya.

Adapun Tahap-Tahap Budidaya Cabai :

1. Pengolahan Lahan Tanam

Pengolahan lahan tanam meliputi persiapan seperti menyiangi gulma serta menggemburkan tanah. Meski cabai bisa beradaptasi dengan berbagai lingkungan, namun sebaiknya tanah yang hendak ditanami memiliki kadar pH tanah yang normal 5-7 dan terkena sinar matahari penuh sepanjang siang.

Untuk mempermudah perawatan nantinya anda juga perlu membuat sumber air seperti sumur bor untuk pengairan tanaman kelak. Gunakan herbrisida untuk mengatasi gulma dan rumput liar kemudian gemburkan tanah dengan menggunakan cangkul atau traktor mesin.

2. Pemberian Pupuk Dasar

Mirip seperti cara menanam semangka atau cara menanam terong yang membuat bedengan, setelah digemburkan maka buatlah lajur calon bedengan. Jarak antar lajur sekitar 30-50 cm. setiap lajur tadi diberi dengan pupuk dasar. Nah, pupuk dasar yang akan kita pakai ini merupakan gabungan pupuk organik dan pupuk buatan sehingga dapat memenuhi kebutuhan unsur hara makro maupun mikro.

Setelah itu tutupi pupuk dan bentuk bedengan diatasnya dengan lebar bedengan 50-100 cm dan tinggi 20 cm

3. Pemasangan Plastik Mulsa

pemasangan plastik mulsa Ukuran plastik mulsa yang digunakan tentunya harus menyesuaikan lebar bedengan yang anda buat.

Pastikan warna perak diatas lalu buatlah 2 baris lubang tanam pada setiap bedengan dengan jarak antar lubang 40 cm

Pasanglah mulsa plastik dalam kondisi yang telah di tarik bentang ulur agar plastik tak mudah memuai pada siang hari agar plastik tidak menggelembung.

4. Persiapan Bibit Tanaman cabai

Agar diperoleh bibit yang kualitas unggul, maka anda sebaiknya membeli benih di toko pertanian yang mana sudah terjamin kualitasnyan benihnya. Biasanya merk benih yang sudah terkenal akan memiliki harga tinggi atau lebih mahal.

Setelah memperoleh benih cabainya, proses selanjutnya adalah melakukan proses penyemaian cabai yang tidak jauh beda seperti pada cara menanam cabai hidroponik atau cara menanam cabai dengan serbuk kayu.

Rutinlah menyirami dengan takaran yang pas sampai usia bibit 30 hari dan siap dipindah ke bedengan.

Baca Juga :

5 Cara Jitu Budidaya Buah Naga Dengan Polybag
Tips Untuk Membudidaya Tumbuhan Anggrek
Kegunaan Waring Selain Sebagai Pembungkus Buah dan Sayur

mulsa-plastik-hitam-perak-3

5. Penanaman Bibit di Bedengan

penanaman bibit cabai Anda bisa melubangi tanahnya lalu dikocor dengan tricoderma yang akan menjadi fungisia alami dalam tanha yang kan mencegah dari layu fusarium. kemudian esok harinya dikocor dengan NPK 16-16-16 + insektisida.

Kemudian esoknya lagi bibit cabai bisa ditanam. Pastikan untuk melakukan penanaman pada sore hari lalu segera disirami dengan cara lep.

6. Penanggulangan Hama dan Penyakit

Tanaman cabai sendiri mempunyai hama dan penyakit yang amat beragam mulai dari waktu persemaian tanaman cabai bisa terserang rebah semai. kemudian sesudah ditanam pun juga tidak luput dari serangan berbagai penyakit.

Untuk mengatasi serangan hamanya maka perlu mengklasifikasi hama sehingga bisa melakukan penanganan yang terpadu. Untuk penyakit yang berasal dari jamur dan cendawan, maka bisa menggunakan fungisida kontak ataupun sistemik.

Untuk penyakit yang disebabkan oleh bakteri maka gunakan bakterisida. Untuk penyakit keriting dan bulai daun maka kendalikan serangga penyebabnya dengan menggunakan insektisida berbahan aktif. Kemudian untuk ulat grayak serta lalat buah maka coba menggunakan insektisida yang konsentrasi bahannya diatas 50 EC serta yang berbau menyengat.

7. Panen Buah cabai

Untuk cabai rawit biasanya pad usia 90 hari setelah tanam. Buah yang dipanen adalah yang sudah berubah warnanya menjadi merah.

Pastikan saat anda memetik, usahakan dengan gagangnya supaya buah cabai lebih awet dan tahan angkut. Waktu pemanenan ialah 3-5 hari sekali dengan puncak panen biasanya pada penen ke 8-10.

8. Perawatan Pasca Panen

Setelah panen yang ke-8 maka segera lakukan pemupukan dengan metode lep. Hal ini bertujuan untuk menyuplai kembali nutrisi tambahan agar tanaman tetap sehat dan produktif meski sudah seringkali dipanen.

Biasanya anda bisa memaksimalkan panen sampai diatas 20 kali untuk cabai besar dan bisa sampai setahun penuh untuk cabai rawit karena usia cabai rawit lebih lama

Jika anda membutuhkan Mulsa Plastik untuk melindungi tanaman dengan harga yang lebih murah, silahkan hubungi kami melalui sms/call pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)
Telp : 031- 8830487
Mobile : 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564.

Advertisements

Menanam Terong Yang Mudah Dan Sederhana

 

Terong ialah salah satu sayur yang memiliki banyak kandungan gizi. Untuk memperoleh terong bisa dilakukan dengan membeli di pasar tradisional atau supermarket. Jika ingin mencoba menanam terong sendiri, sebetulnya cara menanam terong cukuplah mudah. Menanam terong bisa dilakukan di media tanah maupun secara hidroponik. Panduan atau langkah-langkahnya penanamannya telah diulas di bawah, silahkan Anda simak poin-poin pentingnya.

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menanam sayur terong agar hasil panennya memuaskan.

Panduan Menanam Sayur Terong
Menanam terong di pekarangan atau kebun sendiri sebaiknya perlu memperhatikan cara menanam terong yang baik dan tepat agar menghasilkan terong yang melimpah. Selanjutnya kami akan jelaskan bagaimana cara menanam terong yang dapat memperoleh hasil panen yang memuaskan, berikut penjelasannya.

Pembibitan
Cara menanam terong yang pertama bisa dilakukan dengan merendam bibit di air hangat selama 15 menit. Bibit yang dipilih adalah bibit hibdrida yang berkualitas bagus. Benih tersebut diperam di handuk basah selama 24 jam.

Baca Juga :
Tipe Waring dan Tips Memilih Sesuai Kebutuhan
Cara Melindungi Tanaman Dari Hewan Pengganggu
Penggunaan Mulsa Pada Tanaman Sayuran
Budidaya Padi Organik Dengan Metode SRI

Siapkan tanah dan pupuk sebagai tempat persemaian bibit dan masukkan ke dalam polybag. Sebarkan bibit pada polybag kemudian tutup dengan daun pisang pada permukaan atasnya. Jika bibit mulai tumbuh maka penutup bisa dibuka, lakukan penyiraman dan pemupukan secara rutin pada bibit tersebut. Jika bibit tersebut sudah memiliki empat helai daun maka siap untuk dipindahkan ke lahan.

Persiapan lahan
Lahan menjadi media penting dalam cara menanam terong. Siapkanlah lahan dengan mencangkulnya kemudian berikan air dan diamkan selama 3 hingga 5 jam. Buatlah bedengan pada lahan yang telah dicangkul. Campurlah pupuk kandang dengan tanah tersebut hingga merata dengan perbandingan tanah dan pupuk yaitu 2:1.

Penanaman
Setelah lahan siap, buatlah lubang-lubang tanam pada tanah sedalam 10 hingga 15 cm. Kemudian mulailah melakukan penanaman bibit terong di saat sore hari setelah dilakukan penggenangan. Masukkan bibit ke dalam lubang kemudian tutup dengan tanah sambil ditekan pada bagian batang bawah. Siramlah bibit yang telah ditanam tersebut agar tanahnya menjadi lembab.

Pemeliharaan/Perawatan
Cara menanam terong yang berikutnya adalah melakukan pemeliharaan atau perawatan agar tanaman terong tumbuh optimal. Untuk pemeliharaan cara menanam terong yang bisa dilakukan adalah dengan cara melakukan penyiraman secara rutin setiap hari pada pagi dan sore hari. Untuk melindungi tanaman terong dari penyakit dan hama, bisa dilakukan dengan penyulaman terhadap tanaman yang mati. Kemudian lakukanlah penyulaman terhadap tanaman terong ketika tamanam terong belum mencapai usia15 hari sejak dipindahkan ke lahan.

Untuk menjaga tanaman terong dari serangan gulma atau rumput liar, dapat dilakukan penyiangan dengan mencabuti tanaman gulma dan rumput disekitar tanaman terong. Penyiangan bisa dimulai ketika tanaman terong berusia 15 hari. Ketika tanaman terong telah mencapai usia 21 hari, baru dapat ditambahkan pupuk ZA, SP dan KCl. Pemupukan berikutnya bisa dilakukan pada saat tanaman berusia 50 hari dengan menggunakan pupuk NPK.

Masa panen
Tanaman terong baru bisa dipanen apabila sudah mencapai 30 hari setelah tanam di lahan. Tanaman terong yang telah siap dipanen akan memiliki ciri-ciri warna yang sudah mengkilap, daging terong belum terlalu keras dan berukuran sedang. Tanaman terong bisa dipanen dua kali dalam seminggu sehingga pada masa penanamannya terong bisa dipanen sekitar 8 kali. Namun akan tetapi tidak akan lama tanaman terong semakin menurun produktivitasnya sehingga bisa diganti dengan bibit terong yang baru.

Sekiranya hanya itu lah yang perlu kita perhatikan terkait tentang cara menanam terong yang mudah dan sederhana. Cara dalam menanam terong tadi bisa anda praktikan sendiri di kebun atau pekarangan agar memberikan hasil panen terong yang melimpah dan memuaskan. Tidak hanya untuk dikonsumsi sendiri, namun hasil panen terong juga bisa dijual untuk menambah pundi-pundi rupiah.

Jika tidak memiliki lahan yang luas, maka penanaman terong bisa dilakukan di polybag berukuran agak besar namun menanam terong di polybag tetap sama dengan di kebun hanya tempat tanamannya saja yang berbeda

Kami Lim Corporation juga menjual Bantal Silikon, Kantong Sampah, Karung Beras Dan Kami juga menjual alat – alat Pertanian & Perkebunan. Untuk info lebih lanjut klik -> DISINI <- Atau anda juga bisa hubungi kami di : SMS/Call/WA: 0852.3392.5564 / 08123.258.4950 / 0877.0282.1277 . Call dan WA hanya dilayani pada jam kantor pukul 08.15 -16.00 WIB

Penggunaan Mulsa Pada Tanaman Sayuran

Permasalahan yang sering mengganggu di lahan adalah pertumbuhan gulma diantara tanaman utama. Kehadiran gulma dapat mengurangi asupan pupuk dan cahaya matahari, gulma juga dapat menjadi inang bagi penyakit tanaman. Meski terlihat sepele, nyatanya gulma bisa menjadi momok terhadap penyebaran penyakit dan menurunnya hasil panen.

Struktur tanah menjadi keras juga kerap terjadi ketika tanah terbuka dan mendapat panas matahari. Sementara itu untuk bisa berkembang dengan optimal, tanaman membutuhkan struktur tanah gembur dan sirkulasi udara yang cukup. Oleh sebab itu, diperlukan penutup tanah atau mulsa yang mampu menekan perkembangan gulma sekaligus dapat mengurangi evaporasi atau penguapan tanah, menjaga unsur hara dari pencucian, menjaga kelembaban dan struktur tanah.

Mulsa bisa dibedakan menjadi dua, yaitu :

– mulsa plastik
– mulsa alami.

Pada umumnya mulsa plastik berupa mulsa plastik hitam perak. Sedangkan mulsa alami biasanya menggunakan sisa jerami padi, sisa tanaman jagung atau sisa tanaman sebelumnya.

Kedua jenis mulsa tersebut sama-sama mempunyai kelebihan dan kekurangan. Tidak hanya itu mulsa plastik juga memiliki keunggulan dengan pemasangannya yang praktis, bisa digunakan berulang, mulsa perak juga dapat mengusir hama yang biasa bersembungi dibalik daun. Sedangkan kelemahannya, tanaman bisa kepanasan ketika cuaca terik, beban biaya produksi diawal tanam lebih besar karena untuk pembelian mulsa, pemasangan dan pembuatan lubang tanam.

Baca Juga :
Produsen Dan Distributor Karung Beras Laminasi, Putih polos, Dan Transparan
Mengenal Hama Tanaman Kedelai & Cara Pengendaliannya
Ciri – Ciri Karung Beras Yang Baik Untuk Konsumen
Manfaat Karung Beras dan Karung Laminasi

Apa bila meggunakan mulsa alami, memang relatif lebih hemat dikarenakan menggunakan bahan sisa, selain itu mulsa alami dapat lapuk dan bisa menjadi bahan organik alami bagi tanah. Namun kelemahannya, penggunaanya hanya sekali pakai, tidak bisa berulang seperti mulsa plastik dan terkadang gulma masih bisa tumbuh diantara mulsa.

Tidak hanya itu, di saat musim hujan mulsa plastik tidak bisa menyerap air. Meskipun hujan, bedengan tidak mendapat air hujan secara langsung, kecuali saat hujan besar yang bisa menggenangi bedengan. Sedangkan mulsa alami masih bisa menyerap air hujan meski dalam kondisi hujan ringan.

Pemasangan Mulsa Plastik
Pemasangan mulsa plastik dapat dilakukan menggunakan beberapa cara, yaitu secara manual dan menggunakan mesin. Supaya mulsa dapat terpasang dengan kencang dan tidak kendor, Secara manual mulsa dipasang pada siang hari disaat panas terik. Pada pinggir mulsa kemudian diberi pasak bambu berbentuk U agar posisi mulsa lebih kencang.

Sedangkan pada pemasangan mulsa plastik menggunakan mesin, mulsa dibentangkan dan ditarik menggunakan mesin. Dengan otomatis pembentangan mulsa sekalian mengikat pinggir mulsa dengan tanah. Sehingga mulsa dapat terpasang dengan kuat dan kencang. Berdasarkan mekanisasi.litbang.pertanian.go.id pemasangan mulsa menggunakan mesin dapat menghemat biaya hingga 37%.

Lubang tanam bisa dibuat menggunakan bekas kaleng berdiameter 8-10 cm. Terlebih dahulu lubang tanam sebaiknya diukur dengan menggunakan tali ukur, kemudian mulsa diberi tanda menggunakan spidol pada tiap lubang tanam. Kaleng dipanaskan menggunakan arang sehingga dapat melelehkan lembaran mulsa.

Kami Lim Corporation juga menjual Bantal Silikon, Kantong Sampah, Karung Beras Dan Kami juga menjual alat – alat Pertanian & Perkebunan. Untuk info lebih lanjut klik -> DISINI <- Atau anda juga bisa hubungi kami di : SMS/Call/WA: 0852.3392.5564 / 08123.258.4950 / 0877.0282.1277 . Call dan WA hanya dilayani pada jam kantor pukul 08.15 -16.00 WIB