Yuk Tingkatkan Keuntungan Hasil Pertanian dengan Metode BAMELE

Metode Bamele

Jual Plastik Mulsa Hitam Perak Berkualitas – Lim Corporation

Andi Amran Sulaiman selaku Menteri Pertanian mendorong petani bawang merah di Nganjuk, Jawa Timur untuk mengubah pola atau cara budidaya dan segera menerapkan inovasi untuk melipatgandakan penghasilan.

Karena dorongan tersebut membuat para petani bawang merah di Nganjuk menerapkan metode budidaya bawang merah yang cukup unik yaitu memadukan antara tanaman bawang merah dengan ternak ikan lele.

Dan petani setempat menyebutnya dengan metode BAMELE alias Bawang Merah dan Lele. Hasilnya pun sangat luar biasa, petani bisa menikmati keuntungan ganda, karena keuntungan tak hanya dari hasil bawang merah, tetapi juga dari panen lele.

Susanto, seorang petani dari Dusun Padangan, Desa Banaran Kulon, Kecamatan Bagor, Nganjuk, adalah salah satu petani yang mencoba teknik BAMELE di lahan bawang merahnya. Menurutnya, tujuan awal teknik ini untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengajak petani melaksanakan budidaya secara sehat dan ramah lingkungan.

Ini merupakan cara budidaya nonpestisida, tak memakai bahan kimia sebab di bawahnya ada ikan lele. Untuk pengendalian hamanya, mereka menggunakan lampu light thrap dan pengendali hayati. Sehingga produk bawang merah yang dihasilkan lebih sehat dan aman dikonsumsi. Untuk buktinya, ikan lele bisa hidup dengan baik.

Berdasarkan pandangan para petani Nganjuk, proses budidaya dengan metode BAMELE ini sangat sederhana dan benar-benar sangat mengoptimalkan lahan. Dalam parit atau got lahan bawang merah yang ukuran lebarnya 40cm, bisa ditebar bibit lele berukuran diameter kepala 6 sampai 7 mili sebanyak 132 ribu ekor per hektare. Untuk umur pemeliharaan lele sama dengan umur panen bawang merah yaitu 60 hingga 70 hari.

BACA JUGA:
Underwater Farm, Inovasi Pertanian Masa Depan yang Tak Banyak Orang Tahu
Mengenal Jenis Gulma dan Cara Pengendaliannya Pada Tanaman
Tips & Trik Budidaya Kentang Agar Hasil Maksimal
Iniloh! 7 Komoditi Unggulan Perkebunan Indonesia yang Mendunia

Dan hasilnya sangat memuaskan, bisa memanen bawang merah kelas organik 16-17 ton per hektare dan ditambah 10 ton lele. Harganya sekarang ini juga lagi bagus, bawang merah varietas Tajuk di petani dihargai Rp16.000 per kilogram, sementara untuk lelenya Rp15.000 per kilogram. Sangat menguntungkan bukan?.

Pada lokasi yang sama, Suwandi sangat mengapresiasi cara unik dan inovatif petani Nganjuk dalam berbudidaya bawang merah yang ramah lingkungan memakai teknik BAMELE ini. Sebab, metode budidaya BAMELE ini sangat menarik, bisa memberi keuntungan berlipat bagi petani ataupun lingkungan secara umum. Para petani menerapkan budidaya nonpestisida, hanya cukup mengandalkan lampu perangkap hama (light thrap) untuk mengatasi hama dan saluran air menjadi lebih terjaga karena diisi lele.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Untuk hasil panen keduanya pun lebih sehat dan aman jika dikonsumsi, serta pendapatannya juga double, bisa-bisa pendapatan per hektarnya sampai ratusan juta. Sangat cocok dengan arahan Bapak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk terus meningkatkan inovasi demi tingkatkan produktivitas dan kesejahteran petani serta produk kita harus berdaya saing. Dan metode ini juga sesuai dengan visi Ditjen Hortikultura yang memang mengedepankan aspek budidaya yang ramah lingkungan.

Itulah contoh kreativitas pola integrasi selama ini hanya dikenal mina-padi, sekarang sudah ada mina-cabai, mina-bamer, dan lain sebagainya. Setiap daerah memiliki kearifan lokal dan cara sendiri dalam berbudidaya bawang merah. Dengan demikian, silakan saja petani berimprovisasi sesuai keinginannya. BAMELE ini patut untuk dicontoh sentra bawang merah yang lainnya.

Plastik Mulsa Hitam Perak
Produsen Plastik Mulsa Berkualitas

Kepala Dinas Pertanian Nganjuk, Judi Ernanto, yang juga ikut mendampingi kunjungan Suwandi dan jajaran, mengatakan, luas area tanam bawang merah di Kabupaten Nganjuk sekitar 14.000 hektare dengan produksi tahun sebelumnya mencapai 152 ribu ton. Nganjuk menjadi sentra bawang merah terbesar di Jawa Timur dan ketiga di Indonesia sesudah Brebes dan Bima.

Metode BAMELE ini inspirasi dari Pak Bupati sendiri yang menginginkan bawang merah Nganjuk diproduksi secara ramah lingkungan. Dan tentunya kita ingin produksi bawang merah Nganjuk bisa berkelanjutan dan bermutu. Sesuai arahan Bupati, kami akan replikasi dan kembangkan teknologi BAMELE ini di kota Nganjuk. Untuk targetnya sampai 14 ribu hektare bisa dipenuhi.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Yuk Tingkatkan Keuntungan Hasil Pertanian dengan Metode BAMELE” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Mulsa Plastik untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Advertisements

Underwater Farm, Inovasi Pertanian Masa Depan yang Tak Banyak Orang Tahu

Underwater Farm

Distributor Plastik Mulsa Hitam Perak Harga Murah – Lim Corporation

Apakah Anda percaya bahwa pertanian di masa depan kemungkinan besar dikerjakan di kedalaman laut? Ketika daratan sudah tidak lagi mendukung tanaman untuk tumbuh lantaran berbagai hal, rasanya tidak ada tempat lain yang masih bisa dimanfaatkan manusia selain lautan yang luas itu. Para peneliti tengah mengusahakan hal tersebut selama beberapa tahun belakangan. Sampai pada akhirnya apapun yang dulunya terlihat mustahil seperti underwater farm ini benar-benar tercipta. Apa yang dilakukan para peneliti hingga akhirnya mampu membuat sesuatu semacam ini? Simak ulasan berikut.

1. Konsep Underwater Farm
Sesuai dengan namanya, underwater farm merupakan teknik pertanian dengan memanfaatkan kedalaman laut sebagai media menumbuhkan tanaman. Mungkin Anda bertanya-tanya bagaimana bisa hal tersebut dilaksanakan. Para peneliti memanfaatkan konsep dari biosphere, dimana mereka menciptakan sebuah lingkup ekosistem yang terlindungi oleh sebuah panel atau pagar.

Jadi, mereka membuat semacam bangunan berbentuk bohlam yang di dalamnya bisa tumbuh berbagai macam tumbuhan. Apakah tidak tenggelam, atau bahkan mati karena kehabisan udara? Pertanyaan tersebut akan terjawab di poin berikutnya.

2. Siklus yang Berulang Tanpa Henti
Hal pertama yang pasti dipikirkan oleh para peneliti ini adalah bagaimana tumbuhan bisa mendapatkan udara di kedalaman laut. Kemudian mereka menciptakan sebuah biosphere dan memasukkan udara ke dalamnya. Hal ini juga berguna untuk membuat biosphere tidak tenggelam.

Lalu bagaimana cara merawat tumbuhan ini seperti menyirami dan sebagainya? Untuk hal ini disiasati dengan cara membuat panel luar dari bahan yang tembus dengan cahaya. Ketika siang hari udara di dalam biosphere akan menguap. Namun karena terhalang dinding luar, maka air akan tertempel dan kemudian jatuh lagi. Jumlah uap air yang menguap dan jatuh lagi lebih dari cukup untuk membuat tumbuhan tetap terpenuhi kebutuhannya.

Ini adalah sebuah siklus dan akan berlangsung tanpa henti. Alhasil, peneliti sudah tidak perlu menyibukkan diri menyelam lalu merawat tumbuhan-tumbuhannya.

BACA JUGA:
Mengenal Jenis Gulma dan Cara Pengendaliannya Pada Tanaman
Tips & Trik Budidaya Kentang Agar Hasil Maksimal
Iniloh! 7 Komoditi Unggulan Perkebunan Indonesia yang Mendunia
Tanaman Sering Layu, Coba 7 Cara Ini Untuk Perawatannya

3. Kenapa di Kedalaman Laut?
Alasannya pertama adalah karena daratan Bumi jumlahnya terbatas dan tidak semua tempat bisa dijadikan lahan pertanian. Tumbuhan akan sulit untuk berkembang di daerah yang terlalu panas atau dingin. Praktis, hanya beberapa tempat saja yang memungkinkan untuk tumbuhan.

Sedangkan laut rata-rata memiliki suhu yang stabil. Siang dan malam pun bergantian dengan durasi yang normal. Belum lagi lautan jauh lebih luas dari pada Bumi memungkinkan kita punya lahan pertanian yang sangat luas.
Alasan berikutnya adalah bebas dari gangguan, apa pun bentuknya. Sistem pertanian ini jelas akan terhindar dari hama dan serangga pengganggu, serta hal yang tak kalah pentingnya yaitu elemen pengusik lain. Contohnya angin ribut yang merusak sampai dengan banjir. Inovasi pertanian ini mempunyai keunggulan sebab lingkungan di dalam laut cukup tenang. Sedangkan panel luarnya sendiri berguna sebagai pelindung yang ampuh.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

4. Hanya Perlu Sedikit Kontrol
Para peneliti pun ternyata sangat mudah untuk memantau perkembangan tumbuhannya. Yaitu cukup pasang kamera CCTV di berbagai sudut, dengan itu hasil secara langsung akan mereka peroleh. Belum lagi biosphere ini juga terpasang berbagai sensor yang memudahkan peneliti mengetahui setiap perubahan apa pun yang terjadi.

Plastik Mulsa 21

Mungkin sesekali mereka akan turun ketika terjadi kerusakan serius seperti di bagian panel. Dapat disimpulkan jika underwater farm ini merupakan metode pertanian paling sempurna yang ada saat ini. Terdapat sekitar 5 buah biosphere yang sekarang ini diteliti ada di Bay of Noli, Italia. Untuk hasilnya cukup positif dan sesuai dengan ekspektasi. Melihat hal tersebut mungkin saja cara ini dipakai banyak negara di dunia.

Negara Indonesia juga berpotensi mengembangkan teknik pertanian dengan sistem underwater ini. Mengingat negara kita punya lautan yang cukup luas. Dampaknya tentu akan mampu menutupi kebutuhan masyarakat. Cara yang brilian, bukan?

Demikian pembahasan artikel tentang “Underwater Farm, Inovasi Pertanian Masa Depan yang Tak Banyak Orang Tahu”, semoga bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Mulsa Plastik untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Mengenal Jenis Gulma dan Cara Pengendaliannya Pada Tanaman

Jenis-jenis Gulma
Jenis-jenis Gulma dan Cara Pengendaliannya

Distributor Mulsa Plastik High Quality – Lim Corporation

Budidaya berbagai jenis tanaman baik tanaman pangan maupun perkebunan tidak terlepas dari keberadaan gulma. Gulma adalah tumbuhan yang tumbuh di sekitar tanaman budidaya yang pertumbuhannya tidak dikehendaki dan umumnya merugikan karena dapat menghambat pertumbuhan, mengakibatkan penurunan kuantitas dan kualitas produksi dan dapat menjadi sarang hama dan penyakit. Gulma harus segera ditanggulangi pertumbuhannya agar tidak berkembang pesat. Terdapat 4 jenis gulma berdasarkan morfologi dan biotaninya yaitu.

Gulma Rerumputan (Grasses)
Gulma rerumputan umumnya berasal dari family gramineae. Gulma ini memiliki daun yang sempit seperti teki-tekian tetapi memiliki stolon, di dalam tanah stolon membentuk jaringan rumit yang sulit diatasi secara mekanik. Batang bulat atau agak pipih, kebanyakan berongga. Untuk daun soliter pada buku-buku, tersusun dalam dua deret, biasanya tulang daun sejajar, dan terdiri atas dua bagian yaitu pelepah daun serta helaian daun. Daun biasanya berbentuk garis, tepi daun rata. Lidah-lidah daun sering kelihatan jelas pada batas antara pelepah daun dan helaian daun.

Gulma Teki-Tekian (Sedges)
Gulma golongan teki termasuk dalam familia Cyperaceae. Gulma ini memiliki daya tahan yang sangat baik terhadap pengendalian mekanik karena memiliki umbi batang di dalam tanah yang mampu bertahan berbulan-bulan. Proses fotosintesis gulma ini yaitu dengan cara C4 yang menjadikannya sangat efisien dalam menguasai areal pertanian secara cepat. Karakteristik dari gulma ini yaitu bagian batang berbentuk segitiga, terkadang juga bulat dan tak berongga. Daun tersusun dalam tiga deretan, tidak memiliki lidah-lidah daun. Ibu tangkai karangan bunga tidak berbuku-buku. Bunga sering dalam bulir atau anak bulir, biasanya dilindungi oleh suatu daun pelindung. Buahnya tidak membuka.

Gulma Daun Lebar (Broadleaves)
Gulma berdaun lebar umumnya termasuk family Dicotyledoneae dan Pteridophyta. Gulma ini biasanya tumbuh pada akhir masa budidaya. Kompetisi terhadap tanaman budidaya berupa kompetisi cahaya. Gulma ini memiliki ciri daun lebar dengan tulang daun berbentuk jala.

Gulma Pakis-Pakisan (Fern)
Gulma pakis-pakisan misalnya pakis kadal (Dryopteris Aridus), pakis Kinca (Neprolepsis Biserata), paku pedang (Neprolepsis Exaltata).

BACA JUGA:
Tips & Trik Budidaya Kentang Agar Hasil Maksimal
Iniloh! 7 Komoditi Unggulan Perkebunan Indonesia yang Mendunia
Tanaman Sering Layu, Coba 7 Cara Ini Untuk Perawatannya
Tips & Trik Budidaya Tanaman Storberi Agar Hasil Maksimal

Teknik Pengendalian Gulma

Pengendalian gulma adalah usaha yang dilakukan untuk menekan laju perkembangbiakan gulma agar tidak mengganggu tanaman budidaya. Gulma di lahan pertanian tidak harus selalu dikendalikan dari awal sampai panen. Pengendalian harus dilakukan pada waktu yang tepat, sehingga biaya, waktu, dan tenaga dapat lebih hemat. Waktu yang tepat untuk mengendalikan gulma adalah waktu periode kritis tanaman, yaitu periode di mana tanaman sangat peka terhadap faktor lingkungan. Periode ini biasanya terjadi umur 1/4 atau 1/3 sampai 1/2 umur tanaman.

Terdapat beberapa teknik pengendalian gulma yang dapat diterapkan petani melalui usaha pencegahan, pengendalian secara fisik/mekanis, pengendalian secara kimia serta pengendalian secara biologi.

– Pencegahan

Merupakan usaha pengendalian gulma melalui upaya-upaya pencegahan diantaranya:
* Pembersihan lahan dari gulma sebelum membudidayakan tanaman.
* Penyeleksian atau pemisahan biji gulma yang mungkin ikut tercampur di benih atau yang melekat pada alat-alat pertanian.
* Penggunaan pupuk kandang yang sudah matang guna mencegah kontaminasi biji gulma.
* Pencegahan pengangkutan tanaman, tanah maupun benda yang memberikan potensi pemindahan biji gulma maupun gulma ke lahan budidaya.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

– Pengendalian Secara Fisik/Mekanis

Merupakan pengendalian gulma yang dilakukan oleh petani dengan alat-alat pertanian melalui kegiatan pengolahan tanah, pemangkasan, penggenangan, pembakaran dan penggunaan mulsa.

– Pengendalian Secara Kimiawi

Pengendalian gulma cara kimiawi dengan menggunakan herbisida. Cara ini efektif dilakukan karena dapat mengemat waktu dan tenaga namun penggunaan herbisida secara terus menerus pada lahan pertanian berdampak merugikan seperti terjadinya pergeseran gulma dominan, resistensi beberapa jenis gulma, gangguan kesehatan pemakai serta keracunan pada tanaman dan hewan peliharaan. Aplikasi herbisida sebaiknya dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 07.00 – 08.00 WIB dan disesuaikan dengan kondisi angin dan curah hujan. Penggolongan Herbisida berdasarkan daya efektifasnya pada gulma:

1. Herbisida Selektif
Yaitu herbisida yang hanya berfungsi lebih efektif mematikan gulma tertentu saja contohnya Ametrin, Diuron, Oksifluorfen, Klomazon dan Karfentrazon.

2. Herbisida Non Selektif
Yaitu herbisida yang dapat mematikan seluruh jenis gulma contohnya Glifosat dan Paraquat

Penggolongan Herbisida berdasarkan tipe translokasi herbisida di dalam organ gulma yaitu :

1. Herbisida Kontak (Tidak Ditranslokasikan)
Herbisida ini mematikan gulma yang terkena/kontak langsung dengan herbisida. Herbisida kontak bersifat tidak dialirkan ke seluruh organ gulma atau tidak ditranslokasikan. Herbisida kontak cepat mematikan gulma namun gulma cepat tumbuh kembali karena mematikan hanya yang terkena herbisida saja sehingga tidak sampai pada akarnya. Contoh dari herbisida kontak Oksifluorfen, Oksadiazon dan Propanil. Ketiga jenis herbisida ini bersifat selektif yaitu efektif mematikan gulma jenis tertentu sedangkan Parakuat dan Glufosinat bersifat non selektif sehingga dapat mematikan seluruh jenis gulma.

2. Herbisida Sistemik (Ditranslokasikan)
Herbisida sistemik mematikan gulma mulai dari daun yang terkena herbisida diteruskan ke seluruh jaringan gulma. Herbisida jenis ini dapat langsung diaplikasikan kepada tajuk gulma maupun ke tanah tempat tumbuh gulma. Contoh herbisida yang dialirkan melalui tajuk adalah glifosat, sulfosat dan ester sedangkan herbisida yang dialirkan melaui tanah adalah Ametrin, Atrazin, Metribuzin dan Diuron.

– Pengendalian Secara Biologi

Pengendalian gulma dengan cara biologi dapat dilakukan karena setiap spesies gulma mempunyai musuh alami. Pengendalian gulma dilakukan dengan menekan populasi gulma dengan musuh alami seperti insekta, fungi, ternak, ikan, dan sebagainya sehingga keberadaan gulma sudah tidak lagi merugikan. Apabila keadaan ini dapat dipertahankan, usaha pengendalian lain tidak diperlukan.

Demikian pembahasan artikel tentang “Mengenal Jenis Gulma dan Cara Pengendaliannya Pada Tanaman”, semoga bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Mulsa Plastik untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Tips & Trik Budidaya Kentang Agar Hasil Maksimal

Budidaya Kentang
Tips & Trik Budidaya Kentang Agar Hasil Maksimal

Tanaman kentang mampu tumbuh sempurna dan optimal di daerah dengan ketinggian sekitar 1.600-3.000mdpl. Kelembaban udaranya cukup tinggi, antara 80%-90%. Curah hujan yang baik utnuk tanaman kentang sekitar 1200-1500 mm/th.

Tanaman kentang ini bisa tumbuh dengan maksimal pada jenis tanah vulkanis yang memiliki sedikit kandungan pasir. Mempunyai tekstur tanah gembur, pada tanah kaya akan unsur hara yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh. Kemudian tanah harus mempunyai kandungan air yang cukup serta memiliki sistem drainase yang cukup baik. PH tanah netral sekitar 5-6,5. Apabila tanah terlalu asam maka perlu dilakukan pengapuran. Dan juga sebaliknya jika tanah terlalu basa maka harus diberikan belerang sebelum penanaman. Suhu tanah berada dalam kisaran 15-20 derajat Celcius.

Langkah-Langkah Cara Budidaya dan Penanaman Kentang

Penyediaan dan Pemilihan Bibit Kentang

Proses pertama dalam cara menanam kentang yaitu memperoleh bibit unggul kentang supaya hasil yang diperoleh nantinya juga sesuai dengan harapan. Benih kentang tak berbentuk biji seperti tanaman jenis buah-buahan lain, namun berbentuk umbi kentang. Umbi yang akan dipakai harus melewati proses seleksi supaya terbebas dari berbagai hama dan penyakit.

Sebaiknya bibit yang dipakai berasal dari umbi yang tua dengan ciri umbi kuat, bobot umbi 30gr-45gr atau 45gr-60gr dengan besar rata-rata 30-35mm atau 45-50mm, dan memiliki 3-5 mata tunas. Varietas yang dipakai yaitu Granola, Cipanas, Atlantik M, Repita, Amabile serta Maglia. Untuk memperoleh umbi yang baik bisa melaksanakan pemilihan dengan cara:
* Ciri umbi yang baik yaitu umbi bertunas dan juga kuat yang sudah melewati proses penyimpanan 4 bulan sesudah panen
* Benih yang bagus jika sudah tumbuh tunas kurang lebih 2cm dan jumlah tunas mencapai 3-5 tunas per umbi.
* Permukaan umbi harus mulus dan bebas dari cacat.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Lakukan proses penyiraman setiap minggu, jika lahan tanah didominasi pasir, maka air tak gampang tertampung dan butuh lebih banyak penyiraman. Tanaman ini mulai tumbuh sekitar 2-3 minggu sesudah penanaman benih. Kemudian tutup kembali lapisan permukaan tanah tanaman sekitar 3-4 inchi dengan jerami ataupun rerumputan kering supaya kelembaban tetap terjaga. Jangan biarkan jerami menyentuh tanaman, karena bibit akan membusuk akibat terkena penyakit.

Pengolahan Lahan Dan Persiapan Media Tanam Kentang

Tanaman kentang termasuk jenis tanaman tahunan yang bisa tumbuh lama asalkan suhu udara tak terlalu panas. Disarankan tak bercocok tanam ketika musim hujan tiba, karena genangan air akan merusak bibit yang baru muncul di permukaan tanah. Cara pengolahan tanah dan menanam bibit kentang:
* Cangkul tanah supaya menjadi gembur dan diamkan kurang lebih 3 hari supaya terpapar sinar matahari
* Berikan tambahan pupuk kompos di lahan kemudian campur dan ratakan tanah dengan cangkul kemudian diamkan selama 7 hari.
* Sebaiknya pembuatan bedengan menghadap arah timur–barat supaya tanaman terkena sinar matahari secara optimal
* Buatlah bedengan dengan tinggi 30cm, dan lebar 70cm , sedangkan panjang disesuaikan dengan kondisi lahan.
* Atur jarak antar bedengan kurang lebih sekitar 40cm untuk akses aliran air hujan supaya tak menggenangi bedengan.
* Buatlah lubang tanam di atas bedengan dengan jarak antar lubang tanam sekitar 20cm-25cm.
* proses selanjutnya yaitu menanam umbi kentang yang sudah disiapkan. Sebaiknya awal tanam dimulai ketika musim hujan supaya tanaman baru langsung memperoleh asupan air yang cukup.
* Tanamlah umbi Kentang yang sudah bertunas kurang lebih 2cm, kemudian tutup kembali dengan tanah setebal 5cm. Jika ditimbun terlalu dalam maka akan mengurangi produktivitas dari tanaman kentang.

BACA JUGA:
Iniloh! 7 Komoditi Unggulan Perkebunan Indonesia yang Mendunia
Tanaman Sering Layu, Coba 7 Cara Ini Untuk Perawatannya
Tips & Trik Budidaya Tanaman Storberi Agar Hasil Maksimal
Rahasia Meningkatkan Hasil Panen Dengan Teknik Rotasi Tanaman, Mau Coba?

Pemupukan Tanaman Kentang

Agar hasil panen melimpah maka dibutuhkan pemupukan rutin setiap 20 hari 1 kali sejak masa tanam dengan dosis:
* Pupuk Urea 500kg/h
* Pupuk ZA 150kg/h
* Pupuk KCL 100kg/h
* Pupuk SP36 400kg/h

Pengendalian Hama Dan Penyakit Tanaman Kentang

Penanganan hama dan penyakit bisa memakai pestisida nabati yang terbuat dari campuran daun nimba 8kg, 6kg jahe, serai 6kg, 20gr deterjen dan air 20 l.

Selanjutnya, larutan disaring dengan kain lembut dan larutan hasil penyaringan diencerkan, setiap 1 l direndam dengan 30 l air, jadi bisa memperoleh solusi dari 600 l untuk area seluas 1 ha.

Pemakaian pestisida nabati bisa dikerjakan bersamaan dengan aplikasi pupuk memakai urine kelinci. Banyaknya pemberian disesuaikan dengan tingkat serangan hama dan penyakit atau 1-2 kali dalam 2 minggu.

Pemasangan Mulsa Plastik

Gunakan plastik mulsa hitam perak dan sesuaikan dengan ukuran bedengan Anda, kemudian buatlah lubang tanam dengan jarak tanam 30cm x 50cm, pembuatan lubang di mulsa bisa memakai kaleng susu yang dilubangi dan diberi batubara. Untuk mengatur jarak tanam tergantung dengan varietas bibit yang ditanam, yaitu sekitar 80cm x 40cm atau 70cm x 30cm sesuai dengan kebutuhan bibit sekitar 1.300-1.700kg/ha dengan bobot umbi sekitar 30gr-45gr.

Proses Penyiangan Tanaman Kentang

Tahap penyiangan bisa dilakukan bersamaan dengan pemupukan setiap 20 hari 1 kali. Atau bisa juga dimulai sesudah umur tanam sekitar 30 hari dan selanjutnya ketika umur tanam 50 hari dan seterusnya.

Penyiangan juga bisa dikerjakan dengan menyemprotkan pestisida supaya tanaman kebal pada hama. Tetapi jangan keseringan, apabila terlalu sering maka akan membuat hama tanaman ini bisa kebal pada pestisida. Kemudian jangan biarkan umbi kentang ini menyembul keluar dari tanah karena hal tersebut bisa meracuni kentang. Dan jangan memberikan air yang terlalu banyak.

Pemangkasan Bunga Tanaman Kentang Untuk Varietas Tertentu

Untuk tanaman kentang yang berbunga sebaiknya dipangkas supaya tak mengganggu proses pembentukan umbi, karena terjadi perebutan unsur hara.

Cara Penyiraman Tanaman Kentang

Proses penyiraman tanaman kentang jangan terlalu banyak, apabila terlalu banyak air akan mengakibatkan berhentinya pertumbuhan umbi kentang.

Apabila keadaan tanah untuk tanam terlihat kering laksanakan proses penyiraman, proses penyiraman ini bisa dikerjakan 1 minggu 1 kali tanpa harus membuat lahan terlalu basah serta tergenang air.

Umur Panen dan Pasca Panen Kentang

Tanaman Kentang umumnya yang siap panen yaitu sekitar umur 3-4 bulan sesudah masa tanam. Kerjakan pemanenan Kentang ketika cuaca cerah, memanen ketika hujan akan membuat Kentang cepat membusuk. Proses pemanenan ini bisa dikerjakan sesudah berumur 85-120 hari dari proses penanaman. Atau bisa dilihat dari tanaman kentang yang mulai mengering maka itulah waktu yang tepat untuk mengerjakan pemanenan. Apabila kentang sudah dipanen, diamkan kentang di lahan sekitar 1 jam supaya terkena sinar matahari supaya kulit umbi mengering dan kotoran tanah terlepas.

Demikian artikel pembahasan tentang “Tips & Trik Budidaya Kentang Agar Hasil Maksimal”, semoga bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Mulsa Plastik untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Iniloh! 7 Komoditi Unggulan Perkebunan Indonesia yang Mendunia

Komoditas Unggulan di Indonesia
Iniloh! 7 Komoditi Unggulan Perkebunan Indonesia yang Mendunia

Indonesia adalah negara subur dengan hasil pertanian sampai perkebunan yang sangat diperlukan untuk menunjang kehidupan manusia. Karena itulah alasan banyaknya negara yang tertarik menjajah Indonesia di zaman dahulu. Salah satu bukti yang bisa kita lihat yaitu kejayaan tanaman cengkeh yang dibudidayakan dan diperdagangkan ke benua Eropa sejak abad ke-16 masehi.

Sampai sekarang ini, kesuburan Indonesia belum berkurang. Bahkan, kemajuan ilmu pertanian dan teknologi yang beriringan semakin meningkatkan jumlah produksi hasil perkebunan. Beberapa komoditi perkebunan yaitu produk unggulan yang menjadi sumber pendapatan negara dalam skala besar. Dengan demikian, berdasarkan tingkat permintaan, luas lahan perkebunan yang aktif, dan perputaran nilai ekonomi di masa mendatang, berikut ini merupakan 7 komoditi unggulan perkebunan Indonesia yang mendunia.

Kelapa Sawit
Indonesia adalah negara produsen minyak sawit mentah terbesar di dunia. Bahkan, pada tahun 2011 lalu, Indonesia berhasil menguasai pasar minyak sawit dunia sampai 47%.

Diperkirakan produksi minyak sawit mentah Indonesia akan terus mengalami peningkatan. Hal ini didukung oleh dibuatnya kebijakan Indonesia Sustainable Palm Oil (IPSO) untuk menjamin mutu hasil perkebunan kelapa sawit dalam melawan larangan pemakaian minyak kelapa sawit dari pemerintah Eropa dengan alasan kesehatan dan lingkungan.

Tetapi, terlepas dari larangan itu, pertumbuhan konsumen minyak nabati yang diolah dari kelapa sawit akan semakin meningkat. Karena kelapa sawit mempunyai keunggulan yaitu harga yang lebih murah dengan kualitas yang sama jika dibandingkan dengan olahan minyak nabati dari bahan lain seperti biji bunga matahari dan minyak kedelai.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Sekarang ini, perkebunan sawit terbesar Indonesia berada di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, dan Kalimantan. Daerah tersebut sesuai dengan syarat tumbuh kembang yang baik bagi tanaman sawit, yaitu berada pada ketinggian di bawah 400m dengan suhu optimal 27 derajat celcius. Fakta lain yang tak kalah penting yaitu perkebunan kelapa sawit di Indonesia sudah menyokong paling tidak 17 juta jiwa masyarakat Indonesia.

Kakao
Kakao adalah komoditi unggulan Indonesia yang asalnya dari Sulawesi dan Sumatera. Kakao termasuk salah satu produk yang diminati oleh pasar dunia. Komoditi ini juga mengalami peningkatan produksi sebesar 3,5% per tahunnya. Dengan total produksi pada tahun 2016 sebesar 712,231 ton, menempatkan Indonesia sebagai produsen terbesar ketiga di dunia.

Pemerintah Indonesia juga mendukung peningkatan produksi tanaman ini dengan terus melaksanakan riset dan inovasi melalui Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia.

Baca Juga:
Tanaman Sering Layu, Coba 7 Cara Ini Untuk Perawatannya
Tips & Trik Budidaya Tanaman Storberi Agar Hasil Maksimal
Rahasia Meningkatkan Hasil Panen Dengan Teknik Rotasi Tanaman, Mau Coba?

Cengkeh
Komoditi ini yaitu tanaman asli Indonesia yang banyak tumbuh di Maluku. Berdasarkan data The Food and Agriculture Organization (FAO), Indonesia adalah penghasil cengkeh terbesar di dunia. Hal ini diakibatkan oleh adanya pengembangan dan peningkatan produksi yang membuat penanaman cengkeh hampir merata di seluruh wilayah Indonesia.

Syarat tumbuh tanaman cengkeh cukup mudah yaitu berada pada ketinggian sampai 900mdpl dan suhu berada di kisaran 21-35 derajat celcius. Luasnya pasar yang tersedia untuk komoditi ini tak terlepas dari banyaknya manfaat seperti bahan baku farmasi dan makanan sampai bahan baku produksi rokok.

Karet
Karet ialah tanaman asli Brasil yang ditanam pertama kali di Kebun Raya Bogor. Sekarang ini, karet adalah komoditi unggulan Indonesia dengan total produksi tahunan mencapai 3,2 juta ton, menjadikan Indonesia sebagai peringkat 2 penghasil karet mentah terbesar di dunia.

Tanaman ini banyak tumbuh di Sumatera dan Kalimantan karena sesuai dengan syarat tumbuh kembang yang baik bagi tanaman karet, yaitu berada pada ketinggian diantara 200-600 mdpl dengan suhu 25-35 derajat celcius.

Karet mentah dihasilkan dari penyadapan pohon karet dewasa kemudian diolah sehingga membentuk lembaran-lembaran yang kemudian diperdagangkan. Karet mentah tersebut kemudian dipakai sebagai bahan pokok pembuatan alat-alat rumah tangga, alat perkantoran, ban karet, dan lain-lain.

Biji Kopi
Masyarakat Indonesia mempunyai tren budaya ngopi. Hal ini bisa terlihat dari berjamurnya kedai-kedai kopi tradisional ataupun modern. Tetapi, bukan hanya untuk memenuhi keperluan kopi nasional, perkebunan kopi di Indonesia juga merupakan sumber kopi utama terbesar nomor 4 di dunia.

Indonesia sulit menjadi pemasok nomor 1 dunia karena rendahnya efektifitas produksi tanaman. Sekarang ini, produksi biji kopi di Indonesia berjumlah 800 kg/ha, sementara Vietnam mampu memproduksi 1500 kg/ha dan Brazil mencapai 2000 kg/ha.

Perkebunan kopi Indonesia banyak ada di Sumatera Utara, Lampung, Jawa, Bali, dan Sulawesi Selatan. Daerah tersebut mempunyai jenis tanah vulkanik yang subur dan mempunyai jumlah kandungan pasir yang cukup.

Beberapa jenis kopi Indonesia yang terkenal antara lain kopi Gayo/Aceh, kopi Jawa, kopi Toraja, kopi Luwak, dan Kopi Bali/Kintamani.

Teh
Tanaman teh pertama kali ditanam di Batavia (Jakarta) sebagai tanaman hias di tahun 1684. Tetapi, sekarang tanaman ini adalah komoditi yang terkenal dengan tingkat produksi tahunan yang cukup tinggi.

Teh mampu tumbuh dengan baik pada ketinggian 200-2000 mdpl dan tinggi pohon mampu mencapai 6-9 meter tanpa perawatan. Untuk perkebunan, tinggi maksimal yang dipertahankan yaitu 1 meter.

Perkebunan teh terluas berada di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Tebu
Tebu juga termasuk komoditi unggulan perkebunan Indonesia. Pada dasarnya, tanaman tebu termasuk ke dalam jenis tumbuhan rerumputan yang tumbuh alami di daerah tropis. Ahli botani berpendapat bahwa asal mula tanaman ini asalnya dari Papua Nugini. Syarat tumbuh kembang baik tanaman ini yaitu berada pada ketinggian 1400 mdpl dengan cuaca yang relatif panas.

mulsa-plastik-hitam-perak-3

Tanaman tebu banyak dimanfaatkan sebagai bahan pokok pembuatan gula dan penyedap masakan. Tebu diolah dengan mengekstrak batang tebu sampai mengkristal. Tak hanya gula pasir, pengolahan tebu juga menghasilkan produk sampingan seperti etanol dan tetes tebu.

Indonesia sampai ssekarang ini mempunyai 50 pabrik gula yang masih beroperasi dan menempati peringkat 8 penghasil tebu di dunia.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Mulsa Plastik untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian dan Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Tanaman Sering Layu, Coba 7 Cara Ini Untuk Perawatannya

Perawatan Tanaman
Tanaman Sering Layu, Coba 7 Cara Ini Untuk Perawatannya

Untuk Anda yang senang berkebun, aktivitas dan cara merawat tanaman bisa menjadi hobi yang paling asyik untuk dijalani. Bayangkan, dimulai dari membeli benih, menanam dan merawat, pasti ada kepuasan tersendiri dari cara merawat tanaman yang efektif sampai menghasilkan kebun yang subur dan berbunga wangi. Pasti senang dong bila Anda tak perlu repot ke pasar karena ada tanaman menghasilkan di rumah?

Namun apa jadinya jika hobi berkebun malah membawa stres sebab tanaman sering layu dan tak berkembang dengan baik. Frustrasi, sedih dan putus asa bisa saja membuat Anda meninggalkan hobi berkebun. Bisa jadi, cara Anda merawat tanaman salah. Sebab itulah, Anda harus tahu cara merawat tanaman yang baik supaya hobi berkebun tetap berjalan, manfaat kesehatan dan produksi juga tetap bisa Anda nikmati. Berikut ini 7 cara merawat tanaman yang paling efektif khusus untuk Anda.

1. Melakukan Teknik Penyiraman Air yang Tepat

Umumnya, cara merawat tanaman sangat bergantung pada jenis tanaman yang Anda punya, termasuk juga untuk teknik penyiraman air yang tepat. Untuk itu, supaya Anda semakin tanggap dalam cara merawat tanaman, ada baiknya Anda mencari tahu keperluan air yang dibutuhkan oleh jenis tanaman milik Anda.

Penyiraman air yang terlalu sedikit umumnya akan mengakibatkan tanaman menjadi kekeringan dan mati. Dan sebaliknya, cara merawat dengan menyiram terlalu banyak malah akan menimbulkan pembusukan pada akar.

Coba ikuti tips-tips umum cara merawat tanaman dengan teknik penyiraman air untuk tanaman di bawah ini:
* Siram tanaman di waktu malam hari atau pagi hari, supaya tanaman mempunyai supplai air untuk menghadapi siang hari yang terik.
* Siram tanaman di beberapa bagian yang berbeda dan jangan hanya fokus pada satu titik saja.
* Hindari menyiram daun terlalu basah sebab akan mengundang penyakit tanaman.
* Hindari genangan air sebab jalur oksigen akan tertutupi dan mengakibatkan tanaman cepat rusak.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

2. Memberikan Sinar Matahari Secara Merata

Cara merawat tanaman yang kedua yaitu dengan mengekspos tanaman pada sinar matahari. Tanaman memerlukan sinar matahari untuk proses fotosintesis, bahkan tanaman indoor juga butuh sinar matahari secara langsung sesekali. Namun, sama dengan manusia, sinar matahari yang berlebihan bisa jadi cara merawat tanaman yang salah, sebab tanaman milik Anda bisa kekeringan, terbakar, dan layu.

Intinya, cara merawat tanaman dengan bantuan sinar matahari paling ideal yaitu dengan mengetahui keperluan eksposur sinar matahari. Kebun sayur dan buah-buahan umumnya memerlukan sekitar 6 jam sinar matahari secara langsung. Sedangkan tanaman biasa cukup diberikan sekitar 3-4 jam setiap harinya.

Berbeda lagi dengan tanaman yang memang bisa tumbuh tanpa banyak paparan sinar matahari seperti kaktus dan tanaman sukulen, atau pakis dan tanaman sejenisnya yang hanya memerlukan sekitar 2 jam paparan sinar matahari setiap hari.

3. Kontrol Suhu & Kelembapan yang Pas

Apapun jenis tanaman milik Anda, sayur, buah- buahan, bunga atau tanaman hias semuanya pasti memerlukan suhu & tingkat kelembaban yang pas untuk rutinitas cara merawat tanaman yang baik. Anda harus rajin mencari tahu suhu dan kelembapan sesuai dengan jenis tanaman yang Anda punya supaya tanaman tak tumbuh di cuaca atau lokasi yang salah. Memilih tanaman harus dimulai dari pemilihan jenis tanaman yang hanya sesuai dengan iklim dan kondisi tanah yang Anda punya.

Dari segi suhu, hindari memilih tanaman yang tak cocok dengan suhu rata-rata di kota tempat tinggal Anda, semisal jangan memilih jenis tanaman dingin untuk Anda yang tinggal di kota besar dengan suhu tropis. Sedangkan cara merawat tanaman dengan tingkat humiditas yang baik bisa diakali dengan alat bantu seperti humidifier atau memberikan sumber air di sekeliling tanaman.

Baca Juga:
Tips & Trik Budidaya Tanaman Storberi Agar Hasil Maksimal
Rahasia Meningkatkan Hasil Panen Dengan Teknik Rotasi Tanaman, Mau Coba?
Iniloh! 4 Cara Simpel Budidaya Kacang Panjang Dengan Mulsa Plastik

4. Antisipasi Hama dan Penyakit Sejak Dini

Terdapat banyak cara merawat tanaman yang efektif supaya tanaman tak gampang terserang penyakit. Kerjakan beberapa cara merawat tanaman dari tindakan pencegahan berikut ini:
* Jagalah kualitas tanah dengan cara memberikan nutrisi organik, seperti kotoran hewan atau kompos alami.
* Rotasi jenis tanaman, yaitu dengan cara menanam beberapa jenis tanaman yang berbeda di dalam 1 musim. Dengan demikian, tak ada sarang hama yang tertinggal saat Anda mengerjakan rotasi.
* Optimalkan lokasi dan kondisi tanaman dengan memberikan pupuk, cahaya matahari, dan metode penyiraman yang tepat.
* Rajin membersihkan rumput liar yang tumbuh.

Menghindari hama dan penyakit merupakan cara merawat tanaman yang tergolong gampang-gampang susah, terutama hama musiman.

5. Hindari Pupuk Kimia

Teknik merawat tanaman yang baik umumnya selalu mengutamakan bahan perawatan yang baik juga, contohnya pupuk alami atau perawatan bersifat organik yang bebas dari bahan kimia berbahaya. Banyak ahli berkebun yang menyarankan cara merawat tanaman dengan sisa kotoran hewan, pupuk kompos, campuran nutrisi makro, sampai pupuk daur ulang. Alasannya, semakin murni kandungan pupuk yang kalian pakai dalam cara merawat tanaman, semakin subur dan bebas layu juga hasil kebun atau tanaman di rumah.

6. Pemberian Nutrisi Vital Pertumbuhan

Mustahil bila Anda tak mengikutsertakan nutrisi tumbuhan sebagai bagian dari cara merawat tanaman Anda dengan tepat. Ada 6 nutrisi penting yang harus Anda perhatikan dalam cara merawat tanaman, yaitu nitrogen, fosfor, potassium, magnesium, sulfur, dan kalsium,

Dengan kombinasi 6 nutrisi tersebut, Anda akan memperoleh cara merawat tanaman yang paling sempurna. Nutrisi dasar untuk tanaman ini juga tak sulit untuk diperoleh karena sudah ada di dalam tanah. Sebab itulah, Anda disarankan untuk mengganti tanah secara berkala sebagai cara merawat tanaman yang efektif. Dijamin, tumbuhan di taman milik Anda senantiasa bisa tumbuh sehat tanpa sering layu.

7. Menjaga Kebersihan di Sekeliling Tanaman

Cara merawat tanaman yang terakhir sebetulnya cukup simpel, yaitu dengan menjaga kebersihan di sekitar taman, pot dan menghindari tumpukan sampah terutama plastik, kaleng dan bahan- bahan yang tak bisa terurai dengan baik.

Hentikan juga kebiasaan membuang puntung rokok atau membuang air bekas seperti soda atau teh ke dalam pot atau taman milik Anda sebab itu bukanlah cara merawat tanaman yang baik.

Juga sebaliknya, berikan perhatian dan kasih sayang sebagai bagian dari cara merawat tanaman milik Anda, contohnya membersihkan patahan dahan, memangkas bagian yang tumbuh tak teratur, dan juga membuang sisa-sisa kotoran yang tak seharusnya berada di daerah tanaman.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Mulsa Plastik untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Tips & Trik Budidaya Tanaman Storberi Agar Hasil Maksimal

Budidaya Stroberi
Tips & Trik Budidaya Tanaman Storberi Agar Hasil Maksimal

Tanaman stroberi mulai memasuki Indonesia sejak akhir 1980-an dan awal 1990-an. Asalnya dari daerah beriklim sejuk, stroberi di Indonesia dibudidayakan di daerah pegunungan dengan iklim yang hampir mirip dengan daerah asalnya. Sekarang, ada cara gampang bertanam stroberi di lahan pekarangan.

Adapun beberapa faktor yang harus dipenuhi sebelum bertanam stroberi yaitu pemilihan lingkungan, cara pengolahan tanah, cara penyiapan benih, termasuk cara pemeliharaan tanaman. Tahapan ini harus dipenuhi secara maksimal supaya tanaman bisa tumbuh dan berbuah.

Pemilihan lingkungan untuk menanam stroberi harus memerhatikan beberapa faktor. Suhu yang cocok untuk bertanam stroberi di lahan sekitar 14—24 derajat Celcius. Suhu ini umumnya bisa tercapai pada ketinggian lahan di atas 1.000—1.500 mdpl. Kelembapan udara yang dibutuhkan sekitar 85%—95%.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Tanaman stroberi sendiri adalah jenis tanaman perdu. Ia menyukai tanah yang gembur dengan porositas dan drainase yang baik. Tanah yang kaya akan bahan organik dan berpasir sangat cocok untuk budidaya stroberi di lahan. Tingkat keasaman tanah yang cocok sekitar pada pH 5,6—6,5. Ada baiknya, lahan ini terkena sinar matahari selama 8—10 jam per hari.

Bukan hanya pemilihan lahan, pengolahan tanah juga dibutuhkan untuk memulai budidaya stroberi. Tanah yang dipakai haruslah dibersihkan dari gulma. Cara pembersihan ini yaitu dengan dicangkul, dicabut sampai akarnya, kemudian dikumpulkan di satu tempat.

Baca Juga:
Rahasia Meningkatkan Hasil Panen Dengan Teknik Rotasi Tanaman, Mau Coba?
Iniloh! 4 Cara Simpel Budidaya Kacang Panjang Dengan Mulsa Plastik
Yuk!! Kenalan Dengan Inovasi Bioteknologi Dalam Sistem Pertanian

Pemakaian herbisida lebih baik dihindari. Teknik pencangkulan juga sebaiknya dilaksanakan sampai kedalaman 30cm—40cm untuk menggemburkan tanah. Supaya tanah lebih subur, berikan pupuk kandang dan kapur dolomit.

Tahap yang terakhir, yaitu pemasangan mulsa dengan lebar 100cm dan tinggi 40cm. Mulsa yang dipilih lebih baik mulsa plastik hitam perak. Perhatikan jarak tanam yang dibuat. Mulsa ini didiamkan selama 1 bulan sebelum ditanami oleh bibit stroberi.

Sesudah lahan siap, jangan lupa siapkan benih yang akan ditanam. Anda bisa menyemai sendiri bibit stroberi. Sekarang, sudah banyak penjual bibit buah termasuk buah stroberi jadi tak perlu menyemai dari awal.

Gali tanah sedalam 10cm—15cm. Keluarkan benih bersama tanahnya dari polybag. Secara hati-hati, masukkan benih ke lubang tanam dan timbun. Hati-hati ketika menimbun, jangan sampai titik tumbuh stroberi ikut tertimbun.

Laksanakan proses penyiraman untuk tahap awal penanaman stroberi. Tanaman ini tak tahan dengan curah hujan yang berlebihan. Karena itu, jangan menyiram secara berlebihan. Berikan juga atap pelindung dari plastik transparan untuk mengantisipasi hujan.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Mulsa Plastik untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian dan Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Rahasia Meningkatkan Hasil Panen Dengan Teknik Rotasi Tanaman, Mau Coba?

Rotasi Tanaman
Rahasia Meningkatkan Hasil Panen Dengan Teknik Rotasi Tanaman, Mau Coba?

Jual Mulsa Plastik Untuk Pertanian – Lim Corporation

Penurunan kualitas hasil panen suatu tanaman umumnya diakibatkan oleh serangan hama dan penyakit. Satu diantara solusi terbaik yaitu dengan memutus mata rantai perkembangan penyakit tersebut. Untuk memutus mata rantai penyebab gagalnya panen itu bisa dilaksanakan dengan pola rotasi tanam yang baik dan benar.

Teknik rotasi tanaman ini disebut juga menggilir jenis tanaman. Cara ini sangat efisien untuk menghentikan endemik penyakit dan patogen di suatu lahan tanam. Berikut beberapa penjelasan lebih detail soal rotasi tanam yang benar.

Pola Rotasi Tanam
Untuk urutan rotasi tanamnya yaitu K-D-B-U (Kacang–Daun–Buah–Umbi). Mengapa dengan urutan itu? Nah, berikut ini penjelasan untuk setiap karakter tanaman tersebut.

Kacang-Kacangan
Tanaman kacang-kacangan mempunyai beberapa keunggulan dari segi perakarannya yang mampu melaksanakan fiksasi unsur nitrogen dari alam bebas. Denagn artian, akar tanaman kacang-kacangan jenis apa pun mampu mengikat unsur nitrogen dengan akarnya.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Daun-Daunan
Ini merupakan jenis komoditas tanaman yang akan dipanen daunnya, yang mana sebagian besar yaitu sayuran seperti bayam, kangkung, caisim, kubis, sawi, dan lain sebagainya. Pertumbuhan daun dan batang lebih identik dengan pertumbuhan vegetatif yang banyak membutuhkan unsur nitrogen.

Dengan menempatkan urutan tanaman sayuran (daun-daunan) sesudah tanaman kacang-kacangan, pastinya bagaikan gayung bersambut. Tanaman sayuran daun akan merespons cepat dengan menunjukkan pertumbuhan yang pesat.

Baca Juga:
Dengan Polybag Hasil Panen Budidaya Melon Melimpah, Mau Tau Caranya?
Mari! Atasi Krisis Pangan Dengan Budidaya Sayuran Sendiri Sistem Vertiminaponik
Ingin Sukses Saat Budidaya Cengkeh, Yuk Intip Cara Pembibitannya!
Yuk!! Kenalan Dengan Inovasi Bioteknologi Dalam Sistem Pertanian

Buah-Buahan
Tanaman buah mempunyai karakteristik yang sedikit berbeda dimana pada saat memasuki fase generatif, ia tak memerlukan unsur nitrogen terlalu banyak. Sebab jika sampai kelebihan unsur nitrogen, justru akan bisa mengakibatkan tanaman buah terlambat berbuah atau gagal berbuah.

Ketika berbunga, tanaman buah lebih memerlukan unsur phospat dan ketika berbuah tanaman buah lebih banyak memerlukan unsur kalium. Dengan demikian, tanaman buah seperti melon, semangka, timun dan sebagainya lebih cocok ditanam sesudah sayuran.

Umbi-Umbian
Tanaman umbi-umbian seperti ubi, singkong, kentang, bengkoang, talas dan sejenisnya merupakan jenis tanaman yang paling rakus menyerap unsur hara. Tanah yang ditanami tanaman jenis umbi akan langsung mengalami penurunan kadar unsur hara secara signifikan jadi kurang subur.

Dengan demikian, sebaiknya tanaman jenis umbi-umbian ditanam di urutan terakhir dan sesudah itu ditanami kacang-kacangan untuk mengembalikan kesuburan tanah.

Faktor Penting Dalam Rotasi Tanam
Walaupun rotasi tanam memang sangat efektif, Anda juga jangan sampai melupakan kaidah yang lainnya seperti tipikal tanaman dataran rendah dan dataran tinggi, musim tanam kemarau atau penghujan dan pemakaian pupuk, pemakaian benih unggul, dan lain sebagainya. Pastinya Anda akan kesulitan menumbuhkan sawi di dataran rendah dan tanah yang tak dipupuk pastinya lama-kelamaan akan terjadi defisiensi unsur hara.

Demikian penjelasan mengenai artikel berjudul “Rahasia Meningkatkan Hasil Panen Dengan Teknik Rotasi Tanaman, Mau Coba?”. Semoga penjelasan artikel tersebut bisa bermanfaat bagi Anda.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Mulsa Plastik untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Mulsa Plastik dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3