Tips & Trik Budidaya Kentang Agar Hasil Maksimal

Budidaya Kentang
Tips & Trik Budidaya Kentang Agar Hasil Maksimal

Tanaman kentang mampu tumbuh sempurna dan optimal di daerah dengan ketinggian sekitar 1.600-3.000mdpl. Kelembaban udaranya cukup tinggi, antara 80%-90%. Curah hujan yang baik utnuk tanaman kentang sekitar 1200-1500 mm/th.

Tanaman kentang ini bisa tumbuh dengan maksimal pada jenis tanah vulkanis yang memiliki sedikit kandungan pasir. Mempunyai tekstur tanah gembur, pada tanah kaya akan unsur hara yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh. Kemudian tanah harus mempunyai kandungan air yang cukup serta memiliki sistem drainase yang cukup baik. PH tanah netral sekitar 5-6,5. Apabila tanah terlalu asam maka perlu dilakukan pengapuran. Dan juga sebaliknya jika tanah terlalu basa maka harus diberikan belerang sebelum penanaman. Suhu tanah berada dalam kisaran 15-20 derajat Celcius.

Langkah-Langkah Cara Budidaya dan Penanaman Kentang

Penyediaan dan Pemilihan Bibit Kentang

Proses pertama dalam cara menanam kentang yaitu memperoleh bibit unggul kentang supaya hasil yang diperoleh nantinya juga sesuai dengan harapan. Benih kentang tak berbentuk biji seperti tanaman jenis buah-buahan lain, namun berbentuk umbi kentang. Umbi yang akan dipakai harus melewati proses seleksi supaya terbebas dari berbagai hama dan penyakit.

Sebaiknya bibit yang dipakai berasal dari umbi yang tua dengan ciri umbi kuat, bobot umbi 30gr-45gr atau 45gr-60gr dengan besar rata-rata 30-35mm atau 45-50mm, dan memiliki 3-5 mata tunas. Varietas yang dipakai yaitu Granola, Cipanas, Atlantik M, Repita, Amabile serta Maglia. Untuk memperoleh umbi yang baik bisa melaksanakan pemilihan dengan cara:
* Ciri umbi yang baik yaitu umbi bertunas dan juga kuat yang sudah melewati proses penyimpanan 4 bulan sesudah panen
* Benih yang bagus jika sudah tumbuh tunas kurang lebih 2cm dan jumlah tunas mencapai 3-5 tunas per umbi.
* Permukaan umbi harus mulus dan bebas dari cacat.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Lakukan proses penyiraman setiap minggu, jika lahan tanah didominasi pasir, maka air tak gampang tertampung dan butuh lebih banyak penyiraman. Tanaman ini mulai tumbuh sekitar 2-3 minggu sesudah penanaman benih. Kemudian tutup kembali lapisan permukaan tanah tanaman sekitar 3-4 inchi dengan jerami ataupun rerumputan kering supaya kelembaban tetap terjaga. Jangan biarkan jerami menyentuh tanaman, karena bibit akan membusuk akibat terkena penyakit.

Pengolahan Lahan Dan Persiapan Media Tanam Kentang

Tanaman kentang termasuk jenis tanaman tahunan yang bisa tumbuh lama asalkan suhu udara tak terlalu panas. Disarankan tak bercocok tanam ketika musim hujan tiba, karena genangan air akan merusak bibit yang baru muncul di permukaan tanah. Cara pengolahan tanah dan menanam bibit kentang:
* Cangkul tanah supaya menjadi gembur dan diamkan kurang lebih 3 hari supaya terpapar sinar matahari
* Berikan tambahan pupuk kompos di lahan kemudian campur dan ratakan tanah dengan cangkul kemudian diamkan selama 7 hari.
* Sebaiknya pembuatan bedengan menghadap arah timur–barat supaya tanaman terkena sinar matahari secara optimal
* Buatlah bedengan dengan tinggi 30cm, dan lebar 70cm , sedangkan panjang disesuaikan dengan kondisi lahan.
* Atur jarak antar bedengan kurang lebih sekitar 40cm untuk akses aliran air hujan supaya tak menggenangi bedengan.
* Buatlah lubang tanam di atas bedengan dengan jarak antar lubang tanam sekitar 20cm-25cm.
* proses selanjutnya yaitu menanam umbi kentang yang sudah disiapkan. Sebaiknya awal tanam dimulai ketika musim hujan supaya tanaman baru langsung memperoleh asupan air yang cukup.
* Tanamlah umbi Kentang yang sudah bertunas kurang lebih 2cm, kemudian tutup kembali dengan tanah setebal 5cm. Jika ditimbun terlalu dalam maka akan mengurangi produktivitas dari tanaman kentang.

BACA JUGA:
Iniloh! 7 Komoditi Unggulan Perkebunan Indonesia yang Mendunia
Tanaman Sering Layu, Coba 7 Cara Ini Untuk Perawatannya
Tips & Trik Budidaya Tanaman Storberi Agar Hasil Maksimal
Rahasia Meningkatkan Hasil Panen Dengan Teknik Rotasi Tanaman, Mau Coba?

Pemupukan Tanaman Kentang

Agar hasil panen melimpah maka dibutuhkan pemupukan rutin setiap 20 hari 1 kali sejak masa tanam dengan dosis:
* Pupuk Urea 500kg/h
* Pupuk ZA 150kg/h
* Pupuk KCL 100kg/h
* Pupuk SP36 400kg/h

Pengendalian Hama Dan Penyakit Tanaman Kentang

Penanganan hama dan penyakit bisa memakai pestisida nabati yang terbuat dari campuran daun nimba 8kg, 6kg jahe, serai 6kg, 20gr deterjen dan air 20 l.

Selanjutnya, larutan disaring dengan kain lembut dan larutan hasil penyaringan diencerkan, setiap 1 l direndam dengan 30 l air, jadi bisa memperoleh solusi dari 600 l untuk area seluas 1 ha.

Pemakaian pestisida nabati bisa dikerjakan bersamaan dengan aplikasi pupuk memakai urine kelinci. Banyaknya pemberian disesuaikan dengan tingkat serangan hama dan penyakit atau 1-2 kali dalam 2 minggu.

Pemasangan Mulsa Plastik

Gunakan plastik mulsa hitam perak dan sesuaikan dengan ukuran bedengan Anda, kemudian buatlah lubang tanam dengan jarak tanam 30cm x 50cm, pembuatan lubang di mulsa bisa memakai kaleng susu yang dilubangi dan diberi batubara. Untuk mengatur jarak tanam tergantung dengan varietas bibit yang ditanam, yaitu sekitar 80cm x 40cm atau 70cm x 30cm sesuai dengan kebutuhan bibit sekitar 1.300-1.700kg/ha dengan bobot umbi sekitar 30gr-45gr.

Proses Penyiangan Tanaman Kentang

Tahap penyiangan bisa dilakukan bersamaan dengan pemupukan setiap 20 hari 1 kali. Atau bisa juga dimulai sesudah umur tanam sekitar 30 hari dan selanjutnya ketika umur tanam 50 hari dan seterusnya.

Penyiangan juga bisa dikerjakan dengan menyemprotkan pestisida supaya tanaman kebal pada hama. Tetapi jangan keseringan, apabila terlalu sering maka akan membuat hama tanaman ini bisa kebal pada pestisida. Kemudian jangan biarkan umbi kentang ini menyembul keluar dari tanah karena hal tersebut bisa meracuni kentang. Dan jangan memberikan air yang terlalu banyak.

Pemangkasan Bunga Tanaman Kentang Untuk Varietas Tertentu

Untuk tanaman kentang yang berbunga sebaiknya dipangkas supaya tak mengganggu proses pembentukan umbi, karena terjadi perebutan unsur hara.

Cara Penyiraman Tanaman Kentang

Proses penyiraman tanaman kentang jangan terlalu banyak, apabila terlalu banyak air akan mengakibatkan berhentinya pertumbuhan umbi kentang.

Apabila keadaan tanah untuk tanam terlihat kering laksanakan proses penyiraman, proses penyiraman ini bisa dikerjakan 1 minggu 1 kali tanpa harus membuat lahan terlalu basah serta tergenang air.

Umur Panen dan Pasca Panen Kentang

Tanaman Kentang umumnya yang siap panen yaitu sekitar umur 3-4 bulan sesudah masa tanam. Kerjakan pemanenan Kentang ketika cuaca cerah, memanen ketika hujan akan membuat Kentang cepat membusuk. Proses pemanenan ini bisa dikerjakan sesudah berumur 85-120 hari dari proses penanaman. Atau bisa dilihat dari tanaman kentang yang mulai mengering maka itulah waktu yang tepat untuk mengerjakan pemanenan. Apabila kentang sudah dipanen, diamkan kentang di lahan sekitar 1 jam supaya terkena sinar matahari supaya kulit umbi mengering dan kotoran tanah terlepas.

Demikian artikel pembahasan tentang “Tips & Trik Budidaya Kentang Agar Hasil Maksimal”, semoga bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Mulsa Plastik untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Advertisements

Iniloh! 7 Komoditi Unggulan Perkebunan Indonesia yang Mendunia

Komoditas Unggulan di Indonesia
Iniloh! 7 Komoditi Unggulan Perkebunan Indonesia yang Mendunia

Indonesia adalah negara subur dengan hasil pertanian sampai perkebunan yang sangat diperlukan untuk menunjang kehidupan manusia. Karena itulah alasan banyaknya negara yang tertarik menjajah Indonesia di zaman dahulu. Salah satu bukti yang bisa kita lihat yaitu kejayaan tanaman cengkeh yang dibudidayakan dan diperdagangkan ke benua Eropa sejak abad ke-16 masehi.

Sampai sekarang ini, kesuburan Indonesia belum berkurang. Bahkan, kemajuan ilmu pertanian dan teknologi yang beriringan semakin meningkatkan jumlah produksi hasil perkebunan. Beberapa komoditi perkebunan yaitu produk unggulan yang menjadi sumber pendapatan negara dalam skala besar. Dengan demikian, berdasarkan tingkat permintaan, luas lahan perkebunan yang aktif, dan perputaran nilai ekonomi di masa mendatang, berikut ini merupakan 7 komoditi unggulan perkebunan Indonesia yang mendunia.

Kelapa Sawit
Indonesia adalah negara produsen minyak sawit mentah terbesar di dunia. Bahkan, pada tahun 2011 lalu, Indonesia berhasil menguasai pasar minyak sawit dunia sampai 47%.

Diperkirakan produksi minyak sawit mentah Indonesia akan terus mengalami peningkatan. Hal ini didukung oleh dibuatnya kebijakan Indonesia Sustainable Palm Oil (IPSO) untuk menjamin mutu hasil perkebunan kelapa sawit dalam melawan larangan pemakaian minyak kelapa sawit dari pemerintah Eropa dengan alasan kesehatan dan lingkungan.

Tetapi, terlepas dari larangan itu, pertumbuhan konsumen minyak nabati yang diolah dari kelapa sawit akan semakin meningkat. Karena kelapa sawit mempunyai keunggulan yaitu harga yang lebih murah dengan kualitas yang sama jika dibandingkan dengan olahan minyak nabati dari bahan lain seperti biji bunga matahari dan minyak kedelai.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Sekarang ini, perkebunan sawit terbesar Indonesia berada di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, dan Kalimantan. Daerah tersebut sesuai dengan syarat tumbuh kembang yang baik bagi tanaman sawit, yaitu berada pada ketinggian di bawah 400m dengan suhu optimal 27 derajat celcius. Fakta lain yang tak kalah penting yaitu perkebunan kelapa sawit di Indonesia sudah menyokong paling tidak 17 juta jiwa masyarakat Indonesia.

Kakao
Kakao adalah komoditi unggulan Indonesia yang asalnya dari Sulawesi dan Sumatera. Kakao termasuk salah satu produk yang diminati oleh pasar dunia. Komoditi ini juga mengalami peningkatan produksi sebesar 3,5% per tahunnya. Dengan total produksi pada tahun 2016 sebesar 712,231 ton, menempatkan Indonesia sebagai produsen terbesar ketiga di dunia.

Pemerintah Indonesia juga mendukung peningkatan produksi tanaman ini dengan terus melaksanakan riset dan inovasi melalui Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia.

Baca Juga:
Tanaman Sering Layu, Coba 7 Cara Ini Untuk Perawatannya
Tips & Trik Budidaya Tanaman Storberi Agar Hasil Maksimal
Rahasia Meningkatkan Hasil Panen Dengan Teknik Rotasi Tanaman, Mau Coba?

Cengkeh
Komoditi ini yaitu tanaman asli Indonesia yang banyak tumbuh di Maluku. Berdasarkan data The Food and Agriculture Organization (FAO), Indonesia adalah penghasil cengkeh terbesar di dunia. Hal ini diakibatkan oleh adanya pengembangan dan peningkatan produksi yang membuat penanaman cengkeh hampir merata di seluruh wilayah Indonesia.

Syarat tumbuh tanaman cengkeh cukup mudah yaitu berada pada ketinggian sampai 900mdpl dan suhu berada di kisaran 21-35 derajat celcius. Luasnya pasar yang tersedia untuk komoditi ini tak terlepas dari banyaknya manfaat seperti bahan baku farmasi dan makanan sampai bahan baku produksi rokok.

Karet
Karet ialah tanaman asli Brasil yang ditanam pertama kali di Kebun Raya Bogor. Sekarang ini, karet adalah komoditi unggulan Indonesia dengan total produksi tahunan mencapai 3,2 juta ton, menjadikan Indonesia sebagai peringkat 2 penghasil karet mentah terbesar di dunia.

Tanaman ini banyak tumbuh di Sumatera dan Kalimantan karena sesuai dengan syarat tumbuh kembang yang baik bagi tanaman karet, yaitu berada pada ketinggian diantara 200-600 mdpl dengan suhu 25-35 derajat celcius.

Karet mentah dihasilkan dari penyadapan pohon karet dewasa kemudian diolah sehingga membentuk lembaran-lembaran yang kemudian diperdagangkan. Karet mentah tersebut kemudian dipakai sebagai bahan pokok pembuatan alat-alat rumah tangga, alat perkantoran, ban karet, dan lain-lain.

Biji Kopi
Masyarakat Indonesia mempunyai tren budaya ngopi. Hal ini bisa terlihat dari berjamurnya kedai-kedai kopi tradisional ataupun modern. Tetapi, bukan hanya untuk memenuhi keperluan kopi nasional, perkebunan kopi di Indonesia juga merupakan sumber kopi utama terbesar nomor 4 di dunia.

Indonesia sulit menjadi pemasok nomor 1 dunia karena rendahnya efektifitas produksi tanaman. Sekarang ini, produksi biji kopi di Indonesia berjumlah 800 kg/ha, sementara Vietnam mampu memproduksi 1500 kg/ha dan Brazil mencapai 2000 kg/ha.

Perkebunan kopi Indonesia banyak ada di Sumatera Utara, Lampung, Jawa, Bali, dan Sulawesi Selatan. Daerah tersebut mempunyai jenis tanah vulkanik yang subur dan mempunyai jumlah kandungan pasir yang cukup.

Beberapa jenis kopi Indonesia yang terkenal antara lain kopi Gayo/Aceh, kopi Jawa, kopi Toraja, kopi Luwak, dan Kopi Bali/Kintamani.

Teh
Tanaman teh pertama kali ditanam di Batavia (Jakarta) sebagai tanaman hias di tahun 1684. Tetapi, sekarang tanaman ini adalah komoditi yang terkenal dengan tingkat produksi tahunan yang cukup tinggi.

Teh mampu tumbuh dengan baik pada ketinggian 200-2000 mdpl dan tinggi pohon mampu mencapai 6-9 meter tanpa perawatan. Untuk perkebunan, tinggi maksimal yang dipertahankan yaitu 1 meter.

Perkebunan teh terluas berada di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Tebu
Tebu juga termasuk komoditi unggulan perkebunan Indonesia. Pada dasarnya, tanaman tebu termasuk ke dalam jenis tumbuhan rerumputan yang tumbuh alami di daerah tropis. Ahli botani berpendapat bahwa asal mula tanaman ini asalnya dari Papua Nugini. Syarat tumbuh kembang baik tanaman ini yaitu berada pada ketinggian 1400 mdpl dengan cuaca yang relatif panas.

mulsa-plastik-hitam-perak-3

Tanaman tebu banyak dimanfaatkan sebagai bahan pokok pembuatan gula dan penyedap masakan. Tebu diolah dengan mengekstrak batang tebu sampai mengkristal. Tak hanya gula pasir, pengolahan tebu juga menghasilkan produk sampingan seperti etanol dan tetes tebu.

Indonesia sampai ssekarang ini mempunyai 50 pabrik gula yang masih beroperasi dan menempati peringkat 8 penghasil tebu di dunia.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Mulsa Plastik untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian dan Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Tanaman Sering Layu, Coba 7 Cara Ini Untuk Perawatannya

Perawatan Tanaman
Tanaman Sering Layu, Coba 7 Cara Ini Untuk Perawatannya

Untuk Anda yang senang berkebun, aktivitas dan cara merawat tanaman bisa menjadi hobi yang paling asyik untuk dijalani. Bayangkan, dimulai dari membeli benih, menanam dan merawat, pasti ada kepuasan tersendiri dari cara merawat tanaman yang efektif sampai menghasilkan kebun yang subur dan berbunga wangi. Pasti senang dong bila Anda tak perlu repot ke pasar karena ada tanaman menghasilkan di rumah?

Namun apa jadinya jika hobi berkebun malah membawa stres sebab tanaman sering layu dan tak berkembang dengan baik. Frustrasi, sedih dan putus asa bisa saja membuat Anda meninggalkan hobi berkebun. Bisa jadi, cara Anda merawat tanaman salah. Sebab itulah, Anda harus tahu cara merawat tanaman yang baik supaya hobi berkebun tetap berjalan, manfaat kesehatan dan produksi juga tetap bisa Anda nikmati. Berikut ini 7 cara merawat tanaman yang paling efektif khusus untuk Anda.

1. Melakukan Teknik Penyiraman Air yang Tepat

Umumnya, cara merawat tanaman sangat bergantung pada jenis tanaman yang Anda punya, termasuk juga untuk teknik penyiraman air yang tepat. Untuk itu, supaya Anda semakin tanggap dalam cara merawat tanaman, ada baiknya Anda mencari tahu keperluan air yang dibutuhkan oleh jenis tanaman milik Anda.

Penyiraman air yang terlalu sedikit umumnya akan mengakibatkan tanaman menjadi kekeringan dan mati. Dan sebaliknya, cara merawat dengan menyiram terlalu banyak malah akan menimbulkan pembusukan pada akar.

Coba ikuti tips-tips umum cara merawat tanaman dengan teknik penyiraman air untuk tanaman di bawah ini:
* Siram tanaman di waktu malam hari atau pagi hari, supaya tanaman mempunyai supplai air untuk menghadapi siang hari yang terik.
* Siram tanaman di beberapa bagian yang berbeda dan jangan hanya fokus pada satu titik saja.
* Hindari menyiram daun terlalu basah sebab akan mengundang penyakit tanaman.
* Hindari genangan air sebab jalur oksigen akan tertutupi dan mengakibatkan tanaman cepat rusak.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

2. Memberikan Sinar Matahari Secara Merata

Cara merawat tanaman yang kedua yaitu dengan mengekspos tanaman pada sinar matahari. Tanaman memerlukan sinar matahari untuk proses fotosintesis, bahkan tanaman indoor juga butuh sinar matahari secara langsung sesekali. Namun, sama dengan manusia, sinar matahari yang berlebihan bisa jadi cara merawat tanaman yang salah, sebab tanaman milik Anda bisa kekeringan, terbakar, dan layu.

Intinya, cara merawat tanaman dengan bantuan sinar matahari paling ideal yaitu dengan mengetahui keperluan eksposur sinar matahari. Kebun sayur dan buah-buahan umumnya memerlukan sekitar 6 jam sinar matahari secara langsung. Sedangkan tanaman biasa cukup diberikan sekitar 3-4 jam setiap harinya.

Berbeda lagi dengan tanaman yang memang bisa tumbuh tanpa banyak paparan sinar matahari seperti kaktus dan tanaman sukulen, atau pakis dan tanaman sejenisnya yang hanya memerlukan sekitar 2 jam paparan sinar matahari setiap hari.

3. Kontrol Suhu & Kelembapan yang Pas

Apapun jenis tanaman milik Anda, sayur, buah- buahan, bunga atau tanaman hias semuanya pasti memerlukan suhu & tingkat kelembaban yang pas untuk rutinitas cara merawat tanaman yang baik. Anda harus rajin mencari tahu suhu dan kelembapan sesuai dengan jenis tanaman yang Anda punya supaya tanaman tak tumbuh di cuaca atau lokasi yang salah. Memilih tanaman harus dimulai dari pemilihan jenis tanaman yang hanya sesuai dengan iklim dan kondisi tanah yang Anda punya.

Dari segi suhu, hindari memilih tanaman yang tak cocok dengan suhu rata-rata di kota tempat tinggal Anda, semisal jangan memilih jenis tanaman dingin untuk Anda yang tinggal di kota besar dengan suhu tropis. Sedangkan cara merawat tanaman dengan tingkat humiditas yang baik bisa diakali dengan alat bantu seperti humidifier atau memberikan sumber air di sekeliling tanaman.

Baca Juga:
Tips & Trik Budidaya Tanaman Storberi Agar Hasil Maksimal
Rahasia Meningkatkan Hasil Panen Dengan Teknik Rotasi Tanaman, Mau Coba?
Iniloh! 4 Cara Simpel Budidaya Kacang Panjang Dengan Mulsa Plastik

4. Antisipasi Hama dan Penyakit Sejak Dini

Terdapat banyak cara merawat tanaman yang efektif supaya tanaman tak gampang terserang penyakit. Kerjakan beberapa cara merawat tanaman dari tindakan pencegahan berikut ini:
* Jagalah kualitas tanah dengan cara memberikan nutrisi organik, seperti kotoran hewan atau kompos alami.
* Rotasi jenis tanaman, yaitu dengan cara menanam beberapa jenis tanaman yang berbeda di dalam 1 musim. Dengan demikian, tak ada sarang hama yang tertinggal saat Anda mengerjakan rotasi.
* Optimalkan lokasi dan kondisi tanaman dengan memberikan pupuk, cahaya matahari, dan metode penyiraman yang tepat.
* Rajin membersihkan rumput liar yang tumbuh.

Menghindari hama dan penyakit merupakan cara merawat tanaman yang tergolong gampang-gampang susah, terutama hama musiman.

5. Hindari Pupuk Kimia

Teknik merawat tanaman yang baik umumnya selalu mengutamakan bahan perawatan yang baik juga, contohnya pupuk alami atau perawatan bersifat organik yang bebas dari bahan kimia berbahaya. Banyak ahli berkebun yang menyarankan cara merawat tanaman dengan sisa kotoran hewan, pupuk kompos, campuran nutrisi makro, sampai pupuk daur ulang. Alasannya, semakin murni kandungan pupuk yang kalian pakai dalam cara merawat tanaman, semakin subur dan bebas layu juga hasil kebun atau tanaman di rumah.

6. Pemberian Nutrisi Vital Pertumbuhan

Mustahil bila Anda tak mengikutsertakan nutrisi tumbuhan sebagai bagian dari cara merawat tanaman Anda dengan tepat. Ada 6 nutrisi penting yang harus Anda perhatikan dalam cara merawat tanaman, yaitu nitrogen, fosfor, potassium, magnesium, sulfur, dan kalsium,

Dengan kombinasi 6 nutrisi tersebut, Anda akan memperoleh cara merawat tanaman yang paling sempurna. Nutrisi dasar untuk tanaman ini juga tak sulit untuk diperoleh karena sudah ada di dalam tanah. Sebab itulah, Anda disarankan untuk mengganti tanah secara berkala sebagai cara merawat tanaman yang efektif. Dijamin, tumbuhan di taman milik Anda senantiasa bisa tumbuh sehat tanpa sering layu.

7. Menjaga Kebersihan di Sekeliling Tanaman

Cara merawat tanaman yang terakhir sebetulnya cukup simpel, yaitu dengan menjaga kebersihan di sekitar taman, pot dan menghindari tumpukan sampah terutama plastik, kaleng dan bahan- bahan yang tak bisa terurai dengan baik.

Hentikan juga kebiasaan membuang puntung rokok atau membuang air bekas seperti soda atau teh ke dalam pot atau taman milik Anda sebab itu bukanlah cara merawat tanaman yang baik.

Juga sebaliknya, berikan perhatian dan kasih sayang sebagai bagian dari cara merawat tanaman milik Anda, contohnya membersihkan patahan dahan, memangkas bagian yang tumbuh tak teratur, dan juga membuang sisa-sisa kotoran yang tak seharusnya berada di daerah tanaman.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Mulsa Plastik untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Ternyata, Ini 6 Manfaat Timun Suri Untuk Kesehatan Tubuh

Manfaat Timun Suri

Distributor Plastik Mulsa Untuk Pertanian – Lim Corporation

Manfaat timun suri sebenarnya sangat banyak. Mulai dari melancarkan buang air kecil sampai membantu proses detoksifikasi tubuh. Tak hanya itu, buah berwarna kuning ini juga memiliki manfaat lainnya. Berikut ini beberapa manfaat yang terkandung dalam timun suri untuk kesehatan tubuh.

Sebagai Anti-Oksidan

Kandungan timun suri berupa vitamin C, beta karoten, flavonoid, triterpen, dan lignan berperan sebagai anti-oksidan dalam tubuh. Jounal of Young Pharmacists yang dirilis pada 2010 menjelaskan bahwa buah ini memiliki kemampuan mengurangi kadar radikal bebas dari dalam tubuh.

Menyehatkan Mata

Timun suri selain mengandung beta karoten sebagai pro vitamin A, juga mengandung vitamin A itu sendiri. Vitamin A sangat baik untuk kesehatan mata. Selain itu, asam askorbat dan asam caffeic yang terkandung dalam timun suri juga bisa mengurangi retensi air dan dapat membuat bengkak di sekitar mata berkurang.

Baca Juga: Mengenal Lebih Jauh Jenis Sitem Hidroponik Deep Flow Technique

Menurunkan Kolesterol dan Tekanan Darah Tinggi

Beberapa zat seperti serat, saponon, dan magnesium dapat menjaga kestabilan tekanan darah sehingga mencegah terjadinya tingginya kadar kolesterol dalam darah. Oleh karena itu, potensi tekanan darah tinggi juga dapat dikurangi.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik link berikut https://www.facebook.com/InfoPertanianPerkebunanku/

Mencegah Alzheimer

Vitamin K pada timun suri cukup tinggi sehingga timun suri bisa membatasi kerusakan neuronal di otak. Hal ini dapat mencegah terjadinya alzheimer, yang merupakan penyakit akibat rusaknya sel-sel dalam otak.

Mengandung Zat Antikanker

Berdasarkan hasil penelitian oleh Scientific World Journal yang diterbitkan pada tahun 2010 menunjukkan bahwa zat saponin yang terkandung dalam timun suri mampu menghalangi jalur munculnya sel kanker. Serta zat tersebut juga mampu menghalangi kerusakan metabolisme tubuh.

Baca Juga: Ternyata, Ini 3 Jenis Jahe yang Sangat Populer di Indonesia

Baik Untuk Penderita Diabetes

Timun suri cukup aman dikonsumsi oleh penderita diabetes karena memiliki kandungan karbohidrat kompleks. Karbohidrat kompleks tidak cepat diserap darah sehingga kadar gula darah dalam tubuh dapat ditekan dan tidak langsung terjadi lonjakan.

* Info lengkap mengenai harga Mulsa Plastik silakan klik http://bit.ly/hargamulsaplastik

Bila Anda membutuhkan dan ingin memesan Mulsa Plastik atau Plastik Pertanian & Perkebunan untuk budidaya, untuk menutupi bedengan atau untuk menjaga buah tidak atau mengenai tanah atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL/WA pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)

Customer Service:
Telp: 031- 8830487 (Jam Kerja 08.00 – 16.00 WIB)
Mobile: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Email: limcorporation2009@gmail.com
Atau chat langsung dengan admin klik salah satu tautan berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

CATATAN:
– Minimal Order 10 Roll
– Harga netto (non PPN)
– Harga franco Surabaya, belum termasuk ongkos kirim ke kota tujuan
– Harga tidak mengikat, bisa berubah setiap waktu

Bahaya, Ternyata Ini Dampak Pemakaian Pestisida Kimia yang Berlebihan

Dampak Pestisida Kimia

Distributor Mulsa Plastik Hitam Perak – Lim Corporation

Di zaman modern seperti sekarang ini, para petani sudah tak mau direpotkan lagi membuat pestisida alami. Mereka lebih memilih untuk membeli pestisida kimia yang siap pakai jadi lebih praktis dan efisien. Tetapi dengan itu, petani mesti tahu dampak merugikan pemakaian pestisida kimia pada tanaman ataupun konsumen.

Sebab adanya dampak negatif itulah, petani dilarang memakai pestisida kimia berlebihan. Apa saja alasan kalau petani dilarang memakai pestisida kimia berlebihan?

1. Pestisida Kimia Meninggalkan Residu Berbahaya

Pada umumnya jenis fungisida sistemik dan insektisida ini banyak mengandung bahan kimia sistemik yang gampang terserap tanaman dan disalurkan ke seluruh bagian tanaman untuk melindungi dari gigitan serangga perusak. Sangat disayangkan sisa pestisida kimia ini masih akan tertinggal dalam jangka waktu yang lama di dalam tanaman sampai tiba masa panen.

Baca Juga: Kembangkan Varietas Jamur Susu Untuk Peluang Usaha Tambahan

2. Pestisida Kimia Menyebabkan Resistensi Hama

Resistensi merupakan sifat kebal pada bahan tertentu yang diperoleh hama dari kemampuan adaptasi serta evolusi untuk mempertahankan hidup dari paparan zat kimia. Resistensi hanya terjadi pada pemakaian pestisida kimia saja dan tak terjadi pada pemakaian pestisida organik. Maka dari itu mengapa sekarang petani semakin sulit untuk mengatasi hama. Padahal, mereka sudah memakai pestisida kimia yang sama dengan yang dianjurkan petani lain.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik URL berikut http://www.facebook.com/InfoPertanianPerkebunanku/

Apabila semula ada anggapan bahwa memilih sayuran yang baik yaitu daunnya dimakan ulat atau ada ulatnya yang artinya sayuran terebut tak disemprot pestisida kimia, sekarang bisa dibilang anggapan tersebut tak benar sepenuhnya. Banyak jenis ulat yang sudah resisten pada bahan kimia dalam pestisida.

3. Pestisida Kimia Bisa Menurunkan Kesuburan Tanah dan Juga Mencemari Air

Terdapat hal yang harus diingat bahwa bahan kimia hampir tak akan terurai dalam tanah ataupun air. Bahan kimia yang terserap tanaman dan sisa tanaman yang diuraikan oleh mikroba tanah juga masih akan meninggalkan sisa zat kimia dalam tanah. Namun seiring berjalannya waktu zat kimia tersebut akan mengurangi kesuburan tanah sebab membunuh mikroorganisme bermanfaat dan juga menghalangi penguraian unsur hara dalam tanah.

Baca Juga: WOW! Jenis Bunga Ini Tak Kalah Indahnya Dengan Bunga Sakura Saat Mekar

4. Pestisida Kimia Mengancam Kesehatan Manusia dan Hewan

Pastinya sudah sering mendengar bahwa konsumsi bahan kimia secara berlebihan bisa memicu kanker dalam tubuh manusia. Dengan itu, kita disarankan banyak mengonsumsi makanan sehat seperti sayuran dan buah-buahan. Akan tetapi apa jadinya bila ternyata sayur dan buah tersebut banyak mengandung residu kimia sisa pestisida. Pastinya justru akan menambah dampak negatif bagi manusia.

Untuk para petani sendiri akan sangat berbahaya apabila memakai pestisida kimia tanpa memperhatikan prosedur keamanan yang tepat. Paparan bahan kimia bisa menurunkan kualitas kesehatan mereka secara langsung. Faktor tersebut juga berlaku bagi hewan yang mungkin tanpa sengaja memakan rumput atau tanaman yang sudah tersemprot pestisida kimia. Dan tanpa sengaja ini bisa menimbulkan efek berantai yang berkepanjangan. Karena itulah pemakaian pestisida alami lebih dianjurkan untuk para petani.

* Info lengkap mengenai harga Mulsa Plastik silakan klik http://bit.ly/hargamulsaplastik

Bila Anda membutuhkan dan ingin memesan Mulsa Plastik atau Plastik Pertanian & Perkebunan untuk budidaya, untuk menutupi bedengan atau untuk menjaga buah tidak atau mengenai tanah atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL/WA pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)

Customer Service:
Telp: 031- 8830487 (Jam Kerja 08.00 – 16.00 WIB)
Mobile: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Email: limcorporation2009@gmail.com
Atau chat langsung dengan admin klik salah satu tautan berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

CATATAN:
– Minim Order 10 Roll
– Harga netto (non PPN)
– Harga franco Surabaya, belum termasuk ongkos kirim ke kota tujuan
– Harga tidak mengikat, bisa berubah setiap waktu