10 Manfaat Jitu Penggunaan Mulsa Plastik Untuk Budidaya Tanaman

KEUNTUNGAN MEMAKAI MULSA

Jual Mulsa Plastik Untuk Tanaman – Lim Corporation

Pemasangan plastik mulsa dalam pertanian tak asing lagi terutama ketika membudidayakan pertanian palawija dan sayuran, tanaman yang sering sekali memakai plastik mulsa yaitu tanaman seperti tomat, cabai, sawi, kubis dan masih banyak yang lainnya. Dengan pemakaian plastik mulsa tanaman bisa terhindar dari serangan gulma dan terlihat rapih pada area tanaman. Tak hanya itu manfaat dan keuntungan dari pemakaian plastik mulsa masih banyak lagi yaitu seperti berikut ini.

1. Terhindar Dari Gulma
Dengan memakai mulsa plastik tanaman yang dibudidayakan bisa terhindar dari gulma, karena area untuk pembudidayaan hanya cukup untuk tanaman yang akan dipelihara, selebihnya akan tertutup oleh plastik mulsa.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

2. Mencegah Hama dan Penyakit Tanaman
Umumnya mulsa plastik ini berwarna perak pada bagian atasnya, jadi bisa memantulkan sinar matahari dan bisa mengenai bagian bawah daun jadi hama yang ada dibawah daun akan terganggu dan bahkan pergi serta kelembaban dalam tanah bisa stabil.

3. Menjaga Kelembaban Tanah
Kelembaban tanah akan terjaga karena pemakaian plastik mulsa pada lahan tanam, ketika musim kemarau air tak gampang menguap dan ketika musim penghujan tak terjadi genangan atau becek yang menyebabkan busuknya akar.

Baca Juga :

4. Terhindar Dari Kehilangan Pupuk
Pemberian pupuk untuk tanaman tak gampang hilang terbawa arus air ketika musim hujan karena pupuk akan terlindungi oleh plastik mulsa dan menjaga unsur hara didalam tanah.

5. Menghemat Biaya
Harga yang cukup mahal dari plastik mulsa sebetulnya masih lebih murah bila dilbandingkan dengan banyak keuntungan yang diperoleh memakai mulsa plastik seperti terhindar dari gulma, hama dan penyakit jadi bisa menghemat pembelian pestisida. Dan juga bisa menghemat untuk biaya penyiangan.

6. Meningkatkan Produksi Panen
Terhindarnya dari hama dan penyakit serta menjaga ketersediaan unsur hara membuat pertumbuhan pada tanaman bisa lebih optimal dan bisa menghasilkan produksi dari tanaman bisa meningkat.

7. Terlihat rapih jadi gampang untuk pengendalian dan pemupukan
tentunya dengan memakai mulsa plastik, area tanaman akan terlihat rapih dan mempermudah pengendalian hama penyakit serta pemberian pupuk.

8. Mencegah Erosi Pada Bedengan
Pemakaian mulsa plastik bisa mengatasi terjadinya erosi pada bedengan, jadi bedengan akan terjaga ketika musim hujan.

9. Mempercepat Masa Panen
Tak hanya bisa memacu pertumbuhan tanaman peningkatan suhu tanah bisa mempercepat masa panen. Menurut hasil penelitian para ahli menyatakan bahwa tanaman yang dibudidayakan dengan memakai mulsa plastik masa panennya lebih cepat yaitu sekitar 7–14 hari.

10. Mengurangi Penguapan
Terjadinya penguapan maka bisa mengakibatkan tanah cepat mengering karena kehilangan air. Dengan pemberian memakai mulsa plastik untuk penutup lahan tanamnya maka penguapan bisa diminimalkan. Pemakaian mulsa plastik pada sistem irigasi tetes mampu meningkatkan efektifitas pemakaian air, karena air lebih banyak diserap oleh akar tanaman dan sedikit yang menguap keudara.

* Info selengkapnya mengenai harga Mulsa Plastik klik DISINI

Jika Anda Membutuhkan atau Ingin Menggunakan Mulsa Plastik untuk melindungi tanaman dari serangan hama dan melindungi kelembapan tanah atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga yang murah dan bahannya lebih awet Anda bisa menghubungi kami melalui SMS/CALL pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)

Customer Service:
Telp : 031- 8830487 (Jam Kerja 08.00 – 16.00 WIB)
Mobile : 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Email: limcorporation2009@gmail.com
Whatsapp: Admin 1 / Admin 2 / Admin 3

Catatan:
– Minim Order 10 Roll
– Harga netto (non PPN)
– Harga franco Surabaya, belum termasuk ongkos kirim ke kota tujuan
– Harga tidak mengikat, bisa berubah setiap waktu

Advertisements

Inilah 7 Tanaman Yang Cocok Di Musim Hujan

Musim hujan yang lebat mengakibatkan tanaman gampang membusuk karena tak kuat terhadap terjangan air yang setiap hari datang. Namun, ada beberapa tanaman sayuran yang cocok ditanam ketika musim hujan seperti berikut ini.

1. Kangkung

kangkung

Kangkung merupakan jenis sayuran yang hidup di dataran rendah dan mempunyai iklim dengan kelembapan yang cukup tinggi, bahkan sering hidup di perairan. Namun, karena adanya pembudidayaan dengan proses pembuatan varietas baru, sekarang jenis kangkung sudah banyak dibudidayakan di dataran ataupun di tanah.

Namun, itu tak mengubah tingkat ketahanan kangkung akan cuaca lembap bahkan tergenang air. Oleh karena itu, kangkung sangat baik untuk dibudidayakan ketika musim hujan.

2. Genjer

Foto2591

Selain kangkung, genjer juga termasuk jenis sayuran yang dibudidayakan di lingkungan berair. Genjer bahkan lebih cocok ditanam di area persawahan yang mempunyai genangan air. Karena itu, sayuran genjer paling pas ditanam saat musim hujan datang.

3. Bayam

cara-menanam-bayam

Penanaman bayam di musim hujan sangat baik pada tahap pembesaran sesudah sebelumnya dilakukan penyemaian. Sebab, dengan bantuan air hujan tanaman bayam akan mengalami pertumbuhan dengan cepat serta subur.

Baca Juga :

Ini Tips Agar Sukses Budidaya Mangga Alpukat Dengan Pot
Budidaya Dengan Sistem Total Akuakultur, Untung Berlimpah
Tips Jitu Merawat Kakao, Agar Berbuah Lebih Lebat

4. Sawi Putih

sawi-putih

Meski sawi putih kebanyakan dibudidayakan di darat, bukan berarti sawi tak cocok ditanam saat musim hujan. Sawi sangat kuat dan tak mudah layu bila terkena rintikan air hujan secara terus menerus. Perawatan sawi juga cukup gampang dan tak memerlukan biaya yang besar.

5. Selada

selada-organik

Selada merupakan jenis sayuran yang biasa dimanfaatkan sebagai lalapan. Tanaman sayuran ini sangat disukai para petani saat musim hujan datang. Selada sangat kuat menghadapi kondisi cuaca yang sering hujan, bahkan tanaman selada bisa hidup subur ketika musim hujan.

6. Seledri

tanaman-obat-seledri

Tanaman yang biasa dipakai sebagai bumbu dapur ini memang banyak disukai. Aroma yang dihasilkan oleh seledri membuat masakan menjadi lebih sedap dan menggugah selera.

Seledri mampu bertahan dengan kondisi curah hujan yang tinggi. Untuk itu, tanaman sayuran ini sangat cocok dibudidayakan saat musim hujan datang.

7. Daun Bawang

20160811_042158

Dalam melaksanakan penanaman daun bawang, sangat diperlukan persediaan air yang cukup banyak. Maka, akan lebih baik jika menanam daun bawang saat musim hujan datang.

Jika Anda membutuhkan atau ingin budidaya dengan Mulsa Plastik untuk melindungi tanama ataupun untuk yang lainnya dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)
Telp : 031- 8830487
Mobile : 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564

Budidaya Cabai Sangat Menguntungkan Dengan Mulsa Plastik

8tz3sBk1v2

Anda semua pasti sudah tidak asing lagi dengan cabai, karena cabai memang sering sekali dikonsumsi sehari-hari. Rasa cabai yang pedas memang sangat digemari masyarakat. Di Indonesia sendiri banyak sekali makanan yang menggunakan bahan cabai untuk menambahkan rasa pedas pada masakan.

Cara menanam cabai sistem mulsa plastik adalah salah satu teknik menanam cabai yang sering dipakai guna membudidayakan tanaman cabai, terutama untuk mereka para petanam yang hendak menanam dalam lahan berskala luas. Cara menanam cabai dengan sistem plastik mulsa ini banyak dilakukan karena mudah dalam proses persiapan, perawatan serta hemat biaya.

Adapun Tahap-Tahap Budidaya Cabai :

1. Pengolahan Lahan Tanam

Pengolahan lahan tanam meliputi persiapan seperti menyiangi gulma serta menggemburkan tanah. Meski cabai bisa beradaptasi dengan berbagai lingkungan, namun sebaiknya tanah yang hendak ditanami memiliki kadar pH tanah yang normal 5-7 dan terkena sinar matahari penuh sepanjang siang.

Untuk mempermudah perawatan nantinya anda juga perlu membuat sumber air seperti sumur bor untuk pengairan tanaman kelak. Gunakan herbrisida untuk mengatasi gulma dan rumput liar kemudian gemburkan tanah dengan menggunakan cangkul atau traktor mesin.

2. Pemberian Pupuk Dasar

Mirip seperti cara menanam semangka atau cara menanam terong yang membuat bedengan, setelah digemburkan maka buatlah lajur calon bedengan. Jarak antar lajur sekitar 30-50 cm. setiap lajur tadi diberi dengan pupuk dasar. Nah, pupuk dasar yang akan kita pakai ini merupakan gabungan pupuk organik dan pupuk buatan sehingga dapat memenuhi kebutuhan unsur hara makro maupun mikro.

Setelah itu tutupi pupuk dan bentuk bedengan diatasnya dengan lebar bedengan 50-100 cm dan tinggi 20 cm

3. Pemasangan Plastik Mulsa

pemasangan plastik mulsa Ukuran plastik mulsa yang digunakan tentunya harus menyesuaikan lebar bedengan yang anda buat.

Pastikan warna perak diatas lalu buatlah 2 baris lubang tanam pada setiap bedengan dengan jarak antar lubang 40 cm

Pasanglah mulsa plastik dalam kondisi yang telah di tarik bentang ulur agar plastik tak mudah memuai pada siang hari agar plastik tidak menggelembung.

4. Persiapan Bibit Tanaman cabai

Agar diperoleh bibit yang kualitas unggul, maka anda sebaiknya membeli benih di toko pertanian yang mana sudah terjamin kualitasnyan benihnya. Biasanya merk benih yang sudah terkenal akan memiliki harga tinggi atau lebih mahal.

Setelah memperoleh benih cabainya, proses selanjutnya adalah melakukan proses penyemaian cabai yang tidak jauh beda seperti pada cara menanam cabai hidroponik atau cara menanam cabai dengan serbuk kayu.

Rutinlah menyirami dengan takaran yang pas sampai usia bibit 30 hari dan siap dipindah ke bedengan.

Baca Juga :

5 Cara Jitu Budidaya Buah Naga Dengan Polybag
Tips Untuk Membudidaya Tumbuhan Anggrek
Kegunaan Waring Selain Sebagai Pembungkus Buah dan Sayur

mulsa-plastik-hitam-perak-3

5. Penanaman Bibit di Bedengan

penanaman bibit cabai Anda bisa melubangi tanahnya lalu dikocor dengan tricoderma yang akan menjadi fungisia alami dalam tanha yang kan mencegah dari layu fusarium. kemudian esok harinya dikocor dengan NPK 16-16-16 + insektisida.

Kemudian esoknya lagi bibit cabai bisa ditanam. Pastikan untuk melakukan penanaman pada sore hari lalu segera disirami dengan cara lep.

6. Penanggulangan Hama dan Penyakit

Tanaman cabai sendiri mempunyai hama dan penyakit yang amat beragam mulai dari waktu persemaian tanaman cabai bisa terserang rebah semai. kemudian sesudah ditanam pun juga tidak luput dari serangan berbagai penyakit.

Untuk mengatasi serangan hamanya maka perlu mengklasifikasi hama sehingga bisa melakukan penanganan yang terpadu. Untuk penyakit yang berasal dari jamur dan cendawan, maka bisa menggunakan fungisida kontak ataupun sistemik.

Untuk penyakit yang disebabkan oleh bakteri maka gunakan bakterisida. Untuk penyakit keriting dan bulai daun maka kendalikan serangga penyebabnya dengan menggunakan insektisida berbahan aktif. Kemudian untuk ulat grayak serta lalat buah maka coba menggunakan insektisida yang konsentrasi bahannya diatas 50 EC serta yang berbau menyengat.

7. Panen Buah cabai

Untuk cabai rawit biasanya pad usia 90 hari setelah tanam. Buah yang dipanen adalah yang sudah berubah warnanya menjadi merah.

Pastikan saat anda memetik, usahakan dengan gagangnya supaya buah cabai lebih awet dan tahan angkut. Waktu pemanenan ialah 3-5 hari sekali dengan puncak panen biasanya pada penen ke 8-10.

8. Perawatan Pasca Panen

Setelah panen yang ke-8 maka segera lakukan pemupukan dengan metode lep. Hal ini bertujuan untuk menyuplai kembali nutrisi tambahan agar tanaman tetap sehat dan produktif meski sudah seringkali dipanen.

Biasanya anda bisa memaksimalkan panen sampai diatas 20 kali untuk cabai besar dan bisa sampai setahun penuh untuk cabai rawit karena usia cabai rawit lebih lama

Jika anda membutuhkan Mulsa Plastik untuk melindungi tanaman dengan harga yang lebih murah, silahkan hubungi kami melalui sms/call pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)
Telp : 031- 8830487
Mobile : 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564.

Tips Jitu Mengatasi Hama Serta Penyakit Pada Tanaman Bawang Merah

Tanaman Bawang Merah (Allium cepa var ascalonicum L Back) adalah semacam tanaman sebagai bumbu beragam masakan di dunia datang dari Iran, Pakistan serta pegunungan-pegunungan di samping utaranya, lalu dibudidayakan didaerah dingin yang bersub-tropis ataupun tropis, umbi bawang bisa dikonsumsi mentah, untuk bumbu masak, acar, obat tradisional, kulit umbinya bisa jadikan zat pewarna serta daunnya dapatlah dipakai untuk kombinasi sayur.

Bawang Merah

131220Tanaman Bawang Merah Anda Diserang Hama Serta Penyakit!! Ini Langkah pencegahanya
Seperti tanaman yang lain tanaman bawang merah ini dapat tak lepas dari serangan hama serta penyakit yang bisa menghalangi perkembangan serta menurunkan kwalitas hasil panen. Nah di bawah ini type hama serta penyakit yang kerap menyerang tanaman bawang merah serta langkah untuk ingindaliannya, simak penjelasannya berikut ini.

Baca Juga : Cara Mengatasi Hama Pada Tanaman Karet

A. Hama Pada Tanaman Bawang Merah

-Ulat (Agrotis Ipsilon)
Tipe 131221hama ini menyerang tanaman bawang merah di bagian bawah tanaman seperti akar, umbi bawah, umumnya serangan berlangsung pada saat matahari mulai terbenam, jika siang hari ulat tanah ini bersembunyi di dalam tanah untuk hindari sinar matahari, tanaman bawang merah yang diserang ulat tanah ini akan terlihat layu serta pada akhirnya mati.

Langkah pencegahanya :
Untuk pencegahanya bisa dikerjakan dengan memakai insektisida tabor yang memiliki bahan aktif karbofuran (furadan, regent) dengan dosis 10-12 kg/ha. Untuk langkahnya ditabur ditanah atau digabung waktu pemupukan.

-Ulat Grayak (Spodoptera litura)
Hama ini menyerang tanaman saat malam hari, ulat grayak ini datang dari telur serangga spodoptera litura yang berwarna putih kelabu, telur ditempatkan di daun yang hijau, telur berwarna putih seperti kapas, lama saat injubasi sekitar 3 hari. Telur menetas jadi larva kecil serta masuk ke daun bawang merah serta makan dari dalam daun, daun tampak transparan serta berlubang sisi yang dikonsumsi. Larva kecil bersembunyi di dalam daun apabila telah besar bersembunyi di dalam tanah. Pada serangan hebat bisa menggunakan daun bawang merah dalam 2 malam.

Langkah pencegahanya :
Untuk pencegahanya bisa dilakukan dengan mengambil telur, ulat grayak dari daun serta dengan melakukan penyemprotan insektisida lannete hijau serta untuk ulat yang besar dengan memakai insektisida memiliki bahan aktif klorfenapir.

Jangan Lupa Baca Juga : Ternyata Begini Cara Meningkatkan Produktivitas Getah Karet !

-Lalat Penggorok Daun (Liriomyza Chinensis)
Hama ini apabila menyerang tanaman bawang merah menusukkan telurnya ke daun tanaman itu, dengan ditandai bintik-bintik kecil lurus seperti ujung jarum. Selang 2 hari bintik-bintik itu membuat garis lurus berwarna putih serta makin lama daun mulai menjadi kering. Apabila serangan sangat hebat sampai ke akar bakal mengakibatkan busuk serta mengeluarkan belatung.

Langkah pencegahanya :
Untuk pencegahanya bisa dilakukan dengan menyemprotkan insektisida memiliki bahan aktif Abamectin (demolish, agrimec).

-Tungau
Hama ini menyerang pada daun tanaman bawang merah lewat cara mengisap cairan pada daun hingga daun jadi kering serta pada akhirnya mati. Umumnya tipe hama ini menyerang tanaman bawang merah ketika musim kemarau. Berkembang begitu cepat waktu hawa mulai panas. Untuk serangan yang demikian hebat daun tampak kering dalam 3 hari serta tanaman juga jadi mati.

Langkah pencegahanya :
Untuk pencegahanya bisa dikerjakan dengan memakai insektisida memiliki bahan akatif Fenpropatrin (meotrin 50 ec) dengan dosis 20-30 ml/17 liter air, dengan interval 5 hari.

B.Penyakit Tanaman Bawang Merah

Penyakit Cekik (Dumping off)
Penyakit ini kerap menyerang tanaman muda yang ditanam dari biji pada saat masihlah dipersemaian cendawan ini menyerang sisi tanaman di bawah tanah sampai leher batang (sisi permukaan tanah) sampai akar serta leher batang busuk serta jadi kering. Setelah itu tanaman itu bakal layu mendadak tanpa ada memberi tanda-tanda menguning pada daunnya. Penyakit ini ditularkan lewat biji.

plastik-mulsa-7Langkah pencegahanya :
Untuk ingindalian bisa dikerjakan dengan memberi perlukaan pada bijinya sebelum saat ditanam.

-Penyakit Mati Pucuk
Penyakit ini awal mula menyerang ujung daun sampai warnanya menguning, lalu sel-selnya mati serta jadi kering. Lalu tanda-tanda menyebar ke bawah hingga lebih kurang 15 cm. di bagian daun yang kering ini pada akhirnya terurai ke bawah sembari membuat pilin. Penyakit ini disebarkan lewat hawa serta bersembunyi dalam tanah. Serangan biasa muncul setiap waktu tanaman mulai berusia 1/2 bln..

-Penyakit Trotot (Downy Mildew)
Penyakit satu ini bisa menyerang dengan cara systemis atau local serta sebarluaskan dengan hawa. Tanaman yang diserang daun bakal jadi pucat dan menguning. Jika hawa lembab daun yang diserang bakal menunjukkan tanda-tanda seperti bintik-bintik berwarna ungu. Apabila hawa kering akan menunjukkan bintik-bintik putih sedemikian rupa. Hingga daun itu bintik-bintik besar. Serangan ini bakal nampak pada keadaan kelembapan hawa yang tinggi serta suhu yang dingin pada 4-25 derajat celcius.

Langkah pencegahanya :
Untuk pencegahanya bisa dikerjakan dengan pemanasan kering dengan suhu 41 derajat celcius sepanjang kian lebih 4 jam pada umbi-umbi bibit disangka memiliki kandungan penyakit embun itu.

-Penyakit Noda Ungu
Penyakit ini menyerang daun, tangkai bunga serta umbi bawang. Penyakit ini menyerang tanaman bawang lewat luka atau mulut kulit serta memberi tanda-tanda bintik lingkaran konsentris warna ungu pada pusatnya yang melebar jadi makin tidak tebal serta pada akhirnya berwarna abu-abu pada daerah sekitarnya.

Sisi yang rusak ini biasanya membuat cekungan. Disangka penyebaran penyakit ini lewat umbi bibit serta percikan air dari dalam tanah. Gejalanya kerap muncul berbarengan dengan penyakit embun upas. Penyakit ini susah diberatas namun pada bawang merah lebih tahan daripada bawang Bombay, hingga penyakit ini tidak sering diketemukan pada tanaman bawang merah.

cropped-Banner-Mulsa-Plastik-123-960x300

Cara Mengatasi Hama Pada Tanaman Karet

13128Hi..salam hangat. kali ini kita akan memberikan tips jitu mengatasi hama pada tanamn karet. pada artikel sebelumnya kita sudah memberikan cara budidaya tanaman karet kan nah sekarang kita akan memberikan tips dalam mengatasi hama pada tanaman karet. hmmm penasaran ? kuy kita simak!

*Baca Juga Artikel Ini : Ternyata Begini Cara Meningkatkan Produktivitas Getah Karet !

Sebagaimana halnya tanaman perkebunan lainnya, tanaman karetpun tak luput dari gangguan hama & penyakit. Gangguan hama dan penyakit ini harus ditangani dengan baik agar tanaman tumbuh subur serta produktivitasnya optimal.

A. Hama

Beberapa jenis hewan menjadi hama tanaman karet dari masa pembibitan, penanaman, hingga masa berproduksi.

1351654891. Tikus.

Tikus (Rattus sp.) menjadi hama tanaman karet pada fase perkecambahan dan pesemaian. Pada waktu perkecambahan tikus memakan biji-biji yang sedang dikecambahkan dan saat penyemaian memakan daun-daun bibit yang masih muda.
Langkah pencegahan bisa dilakukan dengan melindungi tempat perkecambahan agar tikus tidak dapat masuk ke dalamnya. Dalam hal ini tempat perkecambahan yang berupa kotak bisa ditutup dengan kawat kasa serta tempat perkecambahan di atas tanah dipasang pagar plastik.

2. Belalang.

131314984132Belalang menjadi hama bagi tanaman karet pada fase penyemaian dengan cara memakan daun daun yang masih muda. Serangga ini tergolong sangat rakus. Jika daun muda habis, mereka tak segan-segan memakan daun-daun tua, bahkan tangkainya.
Mengendalikan serangan belalang bisa secara kimiawi dengan menyemprotkan insektisida Thiodan dengan dosis 1,5 ml/liter air. Penyemprotan dilakukan 1 – 2 minggu sekali tergantung pada intensitas serangannya.

3. Siput

4649465479434 Siput (Achatina fulicd) menjadi hama karena memakan daun-daun karet di areal pembibitan dengan gejala daun patah-patah. Pada daun-daun yang patah ini terdapat alur jalan berwarna keperakan mengkilap yang merupakan jejak siput.
Pengendalian secara mekanis bisa dilakukan dengan cara mengumpulkan siput-siput yang bersembunyi di tempat teduh lalu dibakar atau dikubur. Sementara itu, secara kimiawi dengan membuat umpan dari campuran dedak, kapur, semen, & Meradex dengan perbandingan 16:5:3:2. Campuran ini dilembabkan dulu dengan cara diberi air sedikit kemudian diletakkan di area pembibitan. Siput yang memakan umpan ini akan mati.

4. Uret Tanah131212
Uret tanah merupakan fase larva dari beberapa jenis kumbang, seperti Helotrichia serrata, Helotrichia rufajlava, Helotrichiafessa, Anomala varians, Leucopholis sp., Exopholis sp., dan Lepidiota sp. Bentuk uret tanah ini seperti huruf “C” dengan warna putih hingga kuning pucat. Uret tanah menjadi hama yang sangat merugikan karena memakan bagian tanaman karet yang berada di dalam tanah, terutama tanaman karet yang masih berada di pembibitan.
Mencegah serangan hama ini bisa dilakukan dengan menaburkan Furadan 3 G sesuai dengan dosis yang danjurkan pada saat menyiapkan areal pembibitan. Sementara itu, pengendaliannya bisa secara mekanis atau kimiawi. Secara mekanis dengan mengumpulkan uret-uret tersebut dan membakarnya. Secara kimiawi dengan cara menaburkan Furadan 3 G, Diazinon 10 G, atau Basudin 10 G di sekitar pohon karet. Dosis yang dipakai sekitar 10 gram/pohon.
*Jangan Lupa Baca Juga : Cara Budidaya Padi Yang Menguntungkan Dengan Cara Sederhana 

5. Rayap

7987987987654321984Rayap yang menjadi hama bagi tanaman karet, terutama spesies Microtermes inspiratus dan Captotermes curvignathus. Rayap-rayap tersebut menggerogoti bibit yang baru saja ditanam di lahan, dari ujung stum sampai perakaran, sehingga menimbulkan kerusakan yang sangat berat.
Pengendaliannya bisa dengan kultur teknis, mekanis, dan kimiawi. Secara kultur teknis ujung stum sampai sedikit di atas mata dibungkus plastik agar rayap tidak memakannya. Secara mekanis dilakukan dengan menancapkan umpan berupa 2 – 3 batang singkong dengan jarak 20 – 30 cm dari bibit, sehingga rayap lebih suka memakan umpan tersebut daripada bibit karet yang lebih keras.
Pengendalian secara kimiawi bisa dilakukan dengan menyemprotkan insektisida pembasmi rayap, seperti Furadan 3 G dengan dosis 10 gram ditaburkan di sekitar batang karet. Bisa juga menggunakan Agrolene 26 WP atau Lindamul 250 EC dengan dosis & frekuensi pemakaian bisa dibaca di kemasannya.

1312146. Kutu
Kutu tanaman yang menjadi hama bagi tanaman karet adalah Saissetia nigra, Laccifer greeni, Laccifer lacca, Ferrisiana virgata, dan Planococcus citri yang masing-masing memiliki ciri berbeda. Saissetia berbentuk perisai dengan warna cokelat muda sampai kehitaman. Laccifer berwarna putih lilin dengan kulit keras dan hidup berkelompok. Ferrisiana berwarna kuning muda sampai kuning tua dengan badan tertutup lilin tebal. Sementara itu, Planococcus berwarna cokelat gelap dan badannya tertutup semacam lilin halus mengilap. Kutu tersebut menjadi hama bagi tanaman karet dengan cara menusuk pucuk batang dan daun muda untuk mengisap cairan yang ada di dalamnya. Bagian tanaman yang diserang berwarna kuning dan akhirnya mengering, sehingga pertum-buhan tanaman terhambat.

Hama lain yang sering merusak tanaman karet, khususnya yang berada di pinggir hutan antara lain: Babi hutan, Rusa, Kijang, Tapir, Monyet, Tupai dan Gajah.

Semoga artikel kali ini bermanfaat. jangan lupa untuk selalu mengunjungi website kami karena akan selalu ada artikel menarik lainnya.

cropped-Banner-Mulsa-Plastik-123-960x300

Ternyata Begini Cara Meningkatkan Produktivitas Getah Karet !

 3 Cara Meningkatkan Produktivitas Getah Karet

Hi Salam Hangat, Kali ini kita akan memberikan trik cara meningkatkan produktivitas getah karet yang dijamin mujarab! penasaran? Yuk kita simak!

berita6648yyyBagaimana cara meningkatkan produktivitas getah karet? Lateks merupakan getah alami yang berasal dari tanaman karet. Lateks banyak dimanfaatkan oleh industri sebagai bahan baku. Itulah kenapa getah karet mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Saat ini, harga getah karet rata-rata berkisar antara Rp 10-15 ribu.
*Baca Juga : Tips Mengatasi Hama & Penyakit Pada Tanaman Pisang

Tingkat produktivitas getah yang dihasilkan oleh pohon karet bersifat naik turun. Pada musim kemarau, pohon karet akan mengalami penurunan produktivitas sebagai upaya untuk pertahanan diri. Produksi tersebut biasanya akan mengalami peningkatan kembali di kala musim penghujan. Di musim ini, daun tanaman karet akan kembali bersemi sehingga siap untuk melakukan proses fotosintesis secara maksimal dan menghasilkan getah sebanyak-banyaknya.
Tidak sedikit penduduk Indonesia yang memiliki mata pencaharian sebagai petani karet. Selain dapat menghasilkan keuntungan yang lebih banyak, perawatan tanaman karet pun lebih mudah. Tumbuhan karet juga mempunyai daya tahan yang kuat dari serangan hama dan penyakit. Tanaman ini sudah menjadi salah satu komoditas andalan masyarakat setempat untuk meningkatkan pendapatannya.

banner-plastik-mulsa-tembakauBerikut ini upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas getah yang dihasilkan oleh tanaman karet :

Cara I : Pemberian Pupuk

Pupuk berguna sebagai sumber unsur hara bagi tumbuhan karet. Pohon karet yang tercukupi kebutuhan haranya maka dapat dipastikan akan tumbuh subur. Pupuk yang diberikan pada tanaman karet ini harus disesuaikan dengan karakteristik dari kondisi alamnya. Jika Anda tinggal di Sumatera misalnya, Anda tidak bisa menerapkan metode pemupukan yang dilakukan oleh petani karet di Papua. Alasannya karena kondisi alam kedua daerah tersebut amat berbeda. Silakan kunjungi kantor dinas pertanian setempat untuk mendapatkan rekomendasi pemberian pupuk yang sesuai.
*Jangan Lupa Baca Juga : Cara Budidaya Padi Yang Menguntungkan Dengan Cara Sederhana

Cara II : Penyadapan Getah

Secara langsung, teknik penyadapan getah akan berpengaruh kepada hasil yang didapatkan. Begitu pula jika Anda melakukan kekeliruan dalam melakukan penyadapan, dampaknya pun langsung dapat dirasakan oleh tanaman karet tersebut. Oleh karena itu, proses penyadapan getah karet harus dikerjakan sesuai prosedur yang benar. Disarankan pula melakukan penyadapan pada waktu pagi hari sebelum matahari terbit agar getah karet yang keluar dari batang pohon lebih banyak akibat adanya tekanan turgor.

Cara III : Penggunaan Perangsang

Anda bisa merangsang kapasitas getah yang dihasilkan oleh suatu tanaman karet, baik menggunakan bahan alami maupun buatan. Tidak sedikit produk perangsang getah karet yang bersifat kimiawi yang beredar di pasar. Anda perlu menguji coba khasiat dari produk tersebut terlebih dahulu sebelum menggunakannya secara massal. Sedangkan bila Anda lebih menyukai bahan alami, coba manfaatkan bawang merah. Anda bisa mengoleskan bawang merah yang telah ditumbuk di sekitar permukaan area batang tanaman karet yang sedang disadap secara merata

Selamat Mencoba Semoga Berhasil!!

cropped-Banner-Mulsa-Plastik-123-960x300

Cara Budidaya Padi Yang Menguntungkan Dengan Cara Sederhana

Budidaya padi sawah sering ditemui di berbagai daerah di Indonesia. Indonesia merupakan negara agraris yang sebagian besar penduduknya mengkonsumsi beras sebagai makanan pokoknya. Hal ini membuat permintaan beras di masyarakat terus melonjak. Namun kenyataannya produksi beras di Indonesia belum dapat mencukupi kebutuhan beras masyarakat. Meski disebut sebagai negara agraris, Indonesia tetap mengimpor beras dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan beras tersebut.
Bertanam padi biasanya hanya dijadikan pekerjaan sampingan, sehingga ini membuat hasil panen tidak maksimal. Padahal jika dilakukan dengan serius, budidaya ini sangat menguntungkan.

cara-menanam-padi-lapak-nasa

Metode Budidaya Padi Sawah
Agar hasil panen melimpah para petani harus mengetahui cara bertanam yang benar. Selain itu, petani harus bersungguh-sungguh membudidayakan tanaman ini. Berikut langkah-langkah yang harus Anda perhatikan.

-Pengolahan Tanah

Langkah pertama adalah dengan membersihkan lahan untuk ditanam padi. Anda harus membersihkan gulma seperti semak, rumput dan tanaman lain yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman padi. Setelah bersih, Anda harus mengaliri lahan tersebut dengan air agar tanah menjadi gembur sehingga mudah untuk dibajak dengan menggunakan alat tradisional atau modern.

Setelah gembur, aliri air hingga lahan tergenang air setinggi 10 cm. Anda biarkan lahan tersebut hingga 2 minggu untuk menghilangkan racun dan membuat tanah menjadi berlumpur.

-Memilih Bibit Padi Unggul

Langkah selanjutnya dalam budidaya padi sawah adalah menentukan bibit yang unggul dan berkualitas. Untuk mendapatkan bibit yang unggul, Anda bisa melakukan beberapa cara, Yang pertama adalah rendam beberapa benih padi di dalam air dan diamkan selama 2 jam. Kemudian letakkan benih yang sudah direndam tersebut di atas kain & perhatikan apakah mengeluarkan kecambah hingga 90% atau tidak. Jika iya maka benih tersebut memiliki kualitas baik.
*Baca Juga : Tips Mengatasi Hama & Penyakit Pada Tanaman Pisang

-Menyamai Benih Padi di Lahan

Langkah selanjutnya adalah dengan menyamai benih padi tersebut. Caranya adalah rendam benih selama sehari semalam, dan diamkan hingga benih mengeluarkan kecambah. Siapkan lahan sawah yang berar dan berlumpur. Selanjutnya Anda berikan pupuk urea & TSP dengan porsi 10 gr/1 m2. Tanam bibit padi pada lahan persemaian dengan cara menyebarnya secara merata.

-Cara Menanam Padi

Tahap budidaya padi sawah selanjutnya adalah proses penanaman. Caranya adalah siapkan bibit padi yang sudah tumbuh daun sekitar 2-3 helai dan sudah berusia lebih dari 2 minggu. Penanaman padi dapat dilakukan secara tunggal atau ganda, artinya satu lubang dapat diisi dengan satu atau dua bibit tanaman padi. Proses penanaman yang baik adalah pada lahan yang tergenang air & untuk kedalamannya sekitar 1-2 cm. Agar bisa tumbuh sempurna maka posisi akar harus membentuk huruf L.
*Baca Juga : Trik Jitu Bagi Pemula Dalam Mencangkok Tanaman Jambu Biji Dengan Mudah

-Memberikan Pupuk pada Tanaman Padi

Ini merupakan tahap penting yang harus dilakukan dalam budidaya padi sawah. Berikut takaran pupuk yang perlu Anda ketahui. Pada pemupukan pertama Anda berikan ketika padi berusia 7-15 hari. Pupuk yang dapat dipilih adalah pupuk urea & TPS dengan dosis 100:50 kg/ha. Kemudian di tahap kedua pemberian pupuk dilakukan pada padi berusia 25-30 hari. Pupuk yang digunakan adalah pupuk urea 50 kg/ha serta phonska 100 kg/ha. Tahap pemupukan terakhir dilakukan saat tanaman berusia 40-45 hari. Pupuk yang digunakan adalah pupuk urea yang dicampur Za dengan perbandingan 50:50 kg/ha.
cropped-Banner-Mulsa-Plastik-123-960x300-Melindungi Tanaman dari Hama

Setiap tanaman budidaya tidak lepas dari gangguan hama yang dapat merusak tanaman. Untuk itu Anda harus bisa mencegah hama agar tumbuhan padi dapat dipanen dengan maksimal. Hama yang sering mengganggu diantaranya adalah tikus, belalang, lembing, walang sangit, burung & sebagainya. Cara yang dapat Anda lakukan adalah dengan membuat bebegig sawah untuk mencegah burung atau dengan memelihara hewan pemangsa.

-Masa Panen

Ciri-ciri tanaman padi siap panen adalah warna dari butiran biji padi sudah menguning dengan ranting yang sudah mulai menunduk. Proses pemanenan dapat Anda lakukan secara tradisional atau menggunakan cara modern. Untuk menghindari kerugian maka Anda jangan menunda masa panen karena jika padi terlalu tua akan membuat biji padi mudah rontok.

Demikian artikel tentang Cara Budidaya Padi Yang Menguntungkan Dengan Cara Sederhana. selamat mencoba, semoga berhasil ya. jangan lupa untuk selalu mengunjungi website kami karena akan ada artikel menarik lainnya.

Tips Mengatasi Hama & Penyakit Pada Tanaman Pisang

Hiii Salam Hangat, pada artikel kali ini kita akan menjelaskan tentang mengatasi hama & penyakit pada tanaman pisang. siapa sih yang gak suka pisang? pisang yang rasa nya manis dengan warna kuningnya yang mencolok membuat iman kita goyang untuk memakannya. Pisang adalah nama umum yang diberikan pada tumbuhan terna raksasa berdaun besar memanjang dari suku Musaceae. Beberapa jenisnya (Musa acuminata, M. balbisiana, dan M.paradisiaca) menghasilkan buah konsumsi yang dinamakan sama. Nah sekarang siapa yang suka bercocok tanam pisang? mungkin kalian sering jengkel jika ada hama atau penyakit yang menyerang tanaman kalian. pasti kalian cari referensi kesana kesini kan? nah sekarang gak usah bingung karena disini ada solusinya. udah gak sabar mau lihat cara mengatasinya? kuy kita simak.

images (4)

Salah satu penghambat dalam budidaya pisang adalah serangan penyakit. Hama dan penyakit tanaman pisang relatif tidak terlalu banyak, namun beberapa penyakit bisa menimbulkan kerugian serius. Serangan yang paling umum diantaranya layu fusarium, layu bakteri & kerdil.

1.Layu fusarium
Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Fusarium oxysporum. Penyakit layu fusarium banyak menyerang tanaman hortikultura. Beberapa tanaman yang sering terserang penyakit ini antara lain cabe, bawang & tomat. Serangan penyakit ini cukup mematikan karena bisa menyebar dalam tempo yang singkat dengan skala yang luas.

Begitu juga pada tanaman pisang, layu fusariun bisa menyerang daun, batang hingga akar. Penularan penyakit ini bisa dengan berbagai media seperti bibit, tanah, air, pupuk kandang atau alat-alat pertanian.

Gejala awal serangan layu fusarium pada tanaman pisang ditandai dengan menguningnya daun yang diikuti kelayuan pada pelepah. Daun & pelepah mengalami perubahan warna atau diskolorisasi. Selain daun terjadi perubahan warna pada bonggol.

Tanaman pisang yang terserang penyakit ini biasanya akan mengalami kematian. Upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan lebih lanjut adalah dengan membongkar & membakar tanaman yang sakit. Kemudian tanah bekas tanaman tersebut disiram dengan fungisida.

Adapun kiat-kiat pencegahan penyakit tanaman pisang antara lain:
*Baca Juga : Trik Jitu Bagi Pemula Dalam Mencangkok Tanaman Jambu Biji Dengan Mudah
Menanam varietas tanaman pisang yang tahan penyakit layu fusarium, atau menggunakan bibit hasil kultur jaringan yang bebas penyakit.
Tidak membawa bibit dari daerah yang pernah atau sudah terserang penyakit.
Penggunaan alat pertanian secara selektif, kalau alat tersebut telah digunakan untuk membongkar tanaman yang sakit sebaiknya dicuci dengan fungisida.
Perbaikan drainase kebun serta rotasi tanaman bisa membantu mencegah penularan penyakit ini.
Memanfaatkan musuh alami seperti Trichoderma atau Glicocladium.

banner wodpress mulsa

2.Layu bakteri
Penyakit tanaman pisang yang menyebabkan kelayuan bukan hanya diakibatkan oleh cendawan saja. Bakteri Pseudomonas solaracearum bisa menyebabkan layu pada tanaman pisang.  Penyakit ini biasanya menampakkan diri setelah tandan pisang keluar.

Pada awalnya daun muda mengalami perubahan warna. Terlihat garis coklat kekuningan ke arah tepi daun, kemudian daun kemudian menguning, coklat hingga akhirnya layu.
Ciri yang khusus adanya lendir berbau yang keluar dari buah, tangkai tandan, bonggol serta batang. Lendir tersebut berwarna putih, abu-abu, hingga coklat kemerahan.

Bila tanaman terserang penyakit ini sebaiknya basmi oleh larutan herbisida yang mengandung glyphospate 5% sebanyak 5-20 ml. Kemudian fumigasi tanah bekas tanaman yang sakit dengan  Methyl Bromide.

Cara untuk mencegah serangan penyakit tanaman pisang antara lain :

Gunakan bibit yang sehat serta bebas penyakit.
Gunakan alat-alat pertanian yang bersih.
Jangan memindahkan bibit tanaman dengan tanahnya, terutama bila bibit tersebut berasal dari tempat rawan penyakit.
Kelola drainase kebun dengan baik.
Bungkus buah beberapa saat setelah jantung keluar.
Lakukan rotasi tanaman dengan tanaman padi, jagung, atau pun rumput-rumputan untuk memutus siklus hidup bakteri di dalam tanah.

3.Bercak daun
Bercak daun merupakan penyakit tanaman pisang yang disebabkan cendawan Mycosphaerella musicola Mulder. Serangan cendawan ini tidak separah layu fusarium namun tetap bisa menyebabkan kerugian besar karena buah pisang akan mengalami kematangan sebelum waktunya.
*Baca Juga : Rahasia Budidaya Selada Yang Menguntungkan

Gejala awal terlihat bintik-bintik hitam pada daun. Kemudian bintik-bintik tersebut semakin membesar dan melebar membentuk noda kuning kecoklatan hingga hitam. Pada akhirnya semua daun menjadi kuning & kering.

Pengendalian penyakit tanaman pisang dilakukan dengan cara memotong daun-daun yang terserang & membakarnya. Untuk mencegah serangan penyakit ini dianjurkan melakukan pemupukan berimbang.
Penyakit kerdil pisang

Kerdil pisang merupakan salah satu penyakit tanaman pisang yang cukup sulit diberantas. Penyakit ini disebabkan oleh virus Banana bunchy top virus (BBTV) & Abaca bunchy top virus (ABTV). Kedua virus itu ditularkan oleh kutu daun Pentalonia nigronervosa.

Tanaman yang terserang penyakit ini akan mengalami pertumbuhan yang lambat. Daun tumbuh agak tegak, pendek & sempit. Kemudian daun menguning dimulai dari tepiannya. Selain itu daun menjadi rapuh dan mudah patah.

mulsa kuda 3

Virus ini menular dari pohon satu ke pohon yang lain dengan bantuan kutu daun. Jadi, bila populasi kutu daun dikebun pisang meningkat maka penularan penyakit ini akan semakin meluas.

Cara pengendalian penyakit tanaman pisang antara lain:

Menanam bibit yang terbebas dari virus.
Tanaman yang sakit dibongkar hingga ke bonggolnya lalu dibakar, agar tidak ada tunas yang tumbuh kembali.
Gunakan insektisida untuk mengendalikan hama yang menjadi pembawa virus.

Selamat mencoba, Semoga berhasil GOOD LUCK!! jangan lupa untuk selalu mengunjungi website kami karena bakal ada artikel baru yang insyallah bisa membantu.

CV LIM CORPORATION menyediakan plastik mulsa hitam perak berkualitas, untuk info pemesanan hubungi kami di SMS/Call/WA : 0852.3392.5564 / 08123.258.4950 / 0877.0282.1277
Email: limcorporation2009@gmail.com atau info harga terlengkap klik DISINI 
banner wodpress mulsa

15 Langkah Menanam Asparagus Dengan Mudah Dan Benar

LANGKAH MENANAM ASPARAGUS.jpg

Asparagus merupakan sejenis sayuran dari satu spesies tumbuhan genus Asparagus, paling utama batang muda dari Asparagus officinalis. Asparagus sudah digunakan sejak lama sebagai bahan makanan sebab rasanya yang sedap dan sifat diuretiknya. Dengan adanya sifat diuretik tersebut, asparagus berkhasiat sebagai memperlancar saluran urin sehingga mampu memperbaiki kinerja ginjal. Asparagus yaitu sumber terbaik asam folat nabati, sangat rendah kalori, tidak mengandung lemak atau juga kolesterol, serta mengandung sangat sedikit natrium. Tumbuhan ini juga merupakan sumber rutin, suatu senyawa yang bisa memperkuat dinding kapiler.

Kandungan Gizi
Asparagus rendah kalori, tidak menyimpan kolesterol dan sangat rendah sodium. Ini juga merupakan sumber yang sangat baik sebagai vitamin B6, kalsium, magnesium dan seng, serta sumber yang sangat baik seperti serat, protein, vitamin A, vitamin C, vitamin E, vitamin K, thiamin, riboflavin, rutin, niacin, asam folat, besi, fosfor, kalium, tembaga, mangan aerta selenium. Asam amino asparagina berasal dari asparagus, tanaman asparagus kaya akan kandungan bahan yang satu ini.

Langkah Penanaman
1. Menyiapkan Bibit
Dalam pembibitan asparagus dapat dilakukan dengan cara vegetatif dengan kultur jaringan, cara generatif dari biji dan anakan yang datang dari tunas atau juga setek. Dari ke 3 asal bibit tersebut, bibit yang datangnya dari biji akan lebih baik.

2. Persemaian
Siapkan tempat persemaian dan media yang diperlukan. Tempat yang baik untuk 705abbd6354b738a6759887e2cd87c59.jpgAsparagus adalah yang mempunyai drainase baik, tidak hanya sisa tempat tanamanan Asparagus, tanahnya yang gembur dan subur serta berpasir. Beserta membuat bedengan dimedia tanam, lalu diberi pupuk basic dan Furadan 3G untuk menghindari hama. Bedengan dibuat dengan mempunyai dimensi lebar 120 cm, tinggi 20-25 cm, lebar parit 40 cm dengan memiliki kedalaman 40 cm.

3. Perendaman Benih
Siapkan benih Asparagus yang akan disemai, direndam menggunakan air dingin dengan suhu 27 derajat Celcius dalam waktu 24-48 jam. Selama perendaman, air ditukar sebanyak 2-3 kal. Biji yang mengambang pada waktu perendaman dibuang.

4. Semai Benih
Selanjutnya siapkan benih Asparagus yang akan disemai di tanah dengan jarak tanam 15 x 10 cm, kedalaman 2,5 cm, dengan tiap – tiap 1 lubang ditanami 1 biji. Diatas permukaan tanah ditutup menggunakan jemari atau sekam, dan siram seperlunya.

5. Perawatan Persemaian
Pencegahan dari hama penyakit yang akan menyerang dikerjakan disaat mulai dari benih.

6. Pemupukan
Saat Asparagus dipersemaian, setiap 20 hingga 30 hari selanjutnya melakukan pemupukan susulan urea.

7. Seleksi dan Pencabutan Benih
Selanjutnya pindahkan bibit (transplanting) ke lahan diumur 5-6 bulan. Beberapa hal yang harus diperhatikan disaat transplanting yaitu bibit yang sehat, bibit yang dicabut harus selekasnya ditanam, sebelum penanaman akar dipotong, disisakan kurang lebih 20 cm, dan pucuk tanaman dipangkas sampai tinggi tanaman hanya sekitar 20cm.

8. Pemrosesan Tanah
Dianjurkan sebelum ditanam, lahan tanah dibajak dalam dan rata. Dibuat parit dengan memiliki kedalaman 15 sampai 20 cm. Untuk tempat tanam, jarak antar tanaman 40 sampai 50 cm dan jarak antar baris 1,25 sampai 1,5 m. Di awal tanam tidak dipakai pupuk kimia, tetapi memakai pupuk kandang.

9. Penanaman
Bibit yang sudah berumur 5 – 6 bulan selanjutnya ditanam, jika umur masih terlihat muda sebaiknya tunggu hingga umurnya mencapai 5-6 bulan. Penanaman dilakukan dipagi hari sekitar jam 9 atau sore hari sekitar jam 4.

10. Pemeliharaan : Pembumbunan
Jika tanaman mulai memiliki tunas, bisa dikerjakan pembumbunan. Di musim hujan, parit diperdalam. Hal ini dikarenakan Asparagus tidak menyukai genangan.

Asparagus_0.jpg11. Pemeliharaan : Pemangkasan
Pemangkasan dikerjakan disaat indukan Asparagus bertunas hingga 8-10 tunas, selebihnya dipangkas. Sesudah mendekati masa panen batang yang dipelihara cukup 3-5 batang. Pemangkasan juga dilakukan dicabang dan batang yang diserang oleh hama atau penyakit.

12. Pemeliharaan : Pengairan dan Drainase
Parit yang digenangi setengah dari tinggi parit, tunggu sampai air meresap hingga atas, kemudian bekas air dibuang. Irigasi dimusim kemarau dikerjakan setiap 1 minggu sekali.

13. Pemeliharaan : Pemupukan Susulan
Saat pemupukan tidak hanya pupuk susulan secara umum, tetapi setiap tahun juga dikerjakan secara pemupukan berkala, yakni pemupukan berat seperti di waktu pertama kali tanam. Di saat itu tidak dikerjakan panen selama 3-4 minggu atau fase istirahat dan dilakukan seleksi induk. Pupuk susulan sendiri dilakukan dengan cara membuat parit dengan barisan berjarak 20cm dari tanaman, didalamnya parit 15 cm kemudian pupuk digabung dan ditutup menggunakan tanah. Pupuk susulan kimia diberikan tiap bulan, sedangkan pupuk kandang diberikan tiap 3 bulan sekali. Pupuk susulan ke-4 kembali lagi seperti pupuk I dan sebagainya.

14. Pemeliharaan : Pengelolaan Hama dan Penyakit
Apabila tanaman mati atau terkena penyakit dan hama, solusinya yakni dengan membesarkan batang yang tumbuh normal. Hama yang biasa menyerang yakni ulat grayak dan ulat tanah sepanjang periode transisi musim kemarau ke musim hujan, untuk penyakit pada umumnya kelompok jamur. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan cara mekanik selama serangan belum berat. Pestisida dilakukan jika serangan sudah berat dengan menggunakan pestisida organik atau daun tembakau.

15. Pemanenan
Panen bisa dikerjakan saat asparagus sudah muncul diatas tanah dengan keadaan pucuk yang masih kuncup.

Pemanenan asparagus dikerjakan dengan memotong dahannya dengan ketentuan daun tampak hijau tua, daun tidak terdapat bunga dan buah, bebas dari hama penyakit serta batang terlihat lurus, sehat dan juga tidak terkena penyakit. Terutama batang yang kuat dan terlihat segar.

JUAL MULSA PLASTIK KUALITAS TERJAMIN
Pastikan kebutuhan mulsa plastik Anda pada kami, dapatkan harga khusus jika pengambilan dalam jumlah besar. Info harga mulsa plastik hitam perak langsung saja hubungi admin kami di 08123.258.4950 atau 0877.0282.1277. Harga dijamin murah, langsung dari pabrik. http://www.mulsa99.com
#MulsaPlastik #PlastikMulsa #HargaMulsa #MphpMurah

Tentang Mulsa Plastik. Jenis, Fungsi, Manfaat, Kegunaan, serta Keuntungan Mulsa Plastik

hhh

Mulsa plastik (plastik mulsa) yaitu lembaran plastik penutup tempat (tanah bedengan) pada budidaya tanaman. Fungsi/manfaat plastik mulsa serta pemakaian mulsa plastik mempunyai tujuan untuk :
– membuat perlindungan permukaan tanah dari erosi
– melindungi kelembapan serta susunan tanah
– menghalangi perkembangan gulma.

Plastik mulsa termasuk type mulsa anorganik lantaran terbuat berbahan polietilena berdensitas rendah yang dihasilkan lewat poses polimerisasi etilen di bawah dorongan tinggi. Mulsa plastik banyak dipakai pada budidaya tanaman dengan system intensifikasi produksi, diantaranya tanaman hortikultura type sayur-sayuran (cabai, sawi) serta buah (melon, semangka, dan lain-lain).

Sebagian Type Plastik Mulsa/Mulsa Plastik
Type mulsa plastik biasanya dibedakan berdasar pada warna serta intesitas sinar yang bisa diteruskan, sebagian warna diantaranya :
– mulsa plastik bening

cabe mulsa
– mulsa plastik putih

100-biodegradable-plastic-mulch-film-for-agriculture.jpg
– mulsa plastik perak

130729_bd942f66-f5e2-11e3-9205-18bf2523fab8
– mulsa plastik hitam

img271-1414041099

– mulsa plastik hitam perak (MPHP), satu diantara permukaan berwarna hitam, permukaan yang lain berwarna perak.

Mulsa Plastik Pada Cabai 1a.JPG

Warna mulsa bakal memastikan daya radiasi matahari yang di terima serta beresiko pada suhu susunan olah tanah, diluar itu sinar yang dipantulkan permukaan mulsa punya pengaruh pada keadaan sekitar lingkungan tanaman.

Dari demikian type plastik mulsa yang paling banyak dipakai yaitu type mulsa plastik hitam perak (MPHP). Warna hitam untuk melindungi kelembapan tanah, menghambat perkembangan gulma/rumput liar, sedang warna perak untuk memantulkan cahaya matahari untuk kurangi penguapan air tanah.

Apa Keuntungan Memakai Mulsa Plastik?
Dengan memakai mulsa plastik mempunyai sebagian keuntungan diantaranya :
– tingkatkan hasil panen
– mempercepat saat panen, dari hasil riset saat panen lebih cepat 7-14 hari
– kurangi evaporasi (sistem penguapan air)
– menghemat pemakaian air
– kurangi kehilangan hara dari pupuk, sebab aliran air pada permukaan tanah tertahan oleh mulsa plastik hingga unsur hara pupuk akan tidak hilang oleh pencucian. – melindungi nutrisi untuk tanaman ada pada zona perakaran, hingga pemakaian nutrisi lebih efektif.

Bila Anda memerlukan mulsa plastik hitam perak dengan HARGA MURAH, KUALITAS BAGUS, LEBIH AWET, TIDAK MUDAH SOBEK.