Ini Dia Trik Budidaya Timun Suri Untuk Pemula Agar Berbuah Lebat

timun suri

Timun suri merupakan tumbuhan 1 musim penghasil buah dari suku labu-labuan (Cucurbitaceae). Buah timun suri umumnya sangat laris pada saat Ramadan. Karena itu, budidaya buah ini mempunyai peluang yang cukup bagus. Adapun cara budidaya timun suri sebenarnya cukup gampang.

Tahapan Yang Perlu Anda Laksanakan Pada Saat Budidaya Timun Suri, Sebagai Berikut :

Persiapan Lahan

Lahan yang akan dipakai untuk menanam timun suri dibersihkan terlebih dulu dari gulma ataupun tanaman liar lainnya. Setelah itu, gemburkan lahan dengan cara dibajak ataupun dicangkul. Kemudian, buatlah bedengan dengan ukuran lebar sekitar 80cm—90cm. Dalam setiap bedengan dibuat 2 lajur, yaitu lajur kanan dan lajur kiri serta bagian tengahnya dibuat parit dengan lebar sekitar 40cm—50cm.

Jika pH tanah di bawah 5,5, laksanakan pengapuran dengan menggunakan dolomit. Laksanakan juga pemupukan dasar pada bedengan dengan memakai pupuk organik ataupun pupuk non-organik.

Pupuk organik yang dipakai bisa berupa pupuk kompos ataupun pupuk kandang. Sementara, pupuk anorganik yang bisa dipakai, yaitu pupuk TSP/SP-36, KCl, dan Urea/ZA. Pemupukan dasar umumnya dikerjakan 10—15 hari sebelum tanam.

Persiapan Bibit Timun Suri

Benih timun suri bisa didapatkan dengan cara membuat benih sendiri dari tanaman sebelumnya. Timun suri yang akan dijadikan bibit dipilih yang sudah cukup tua dan sehat kemudian diambil bijinya. Anda juga bisa membeli biji benih di toko pertanian apabila tak ingin repot.

Setelah biji benih diperoleh, seleksi biji benih dengan cara merendamnya dengan air. Apabila ada benih yang mengapung, buang saja karena itu benih yang kualitasnya kurang baik. Kemudian, benih timun suri bisa ditanam langsung ataupun disemai terlebih dulu. Media semai yang dipakai, yaitu campuran tanah dengan pupuk kandang atau pupuk kompos.

Baca Juga :

Cara Baru Budidaya Tanaman Kumis Kucing, Berkhasiat & Bermanfaat
Trik Jitu Budidaya Tomat Beef Dengan Metode Hidroponik
Mengenali Beras Plastik Dengan Mudah, Ini Dia Caranya!!!

Penanaman Timun Suri

Apabila bibit timun suri sudah berumur sekitar 10 hari sesudah semai, maka bisa melaksanakan penanaman. Jarak tanam yang dipakai, yaitu sekitar 70cm—80cm. Dalam setiap lubang tanam yang dibuat dengan kedalaman sekitar 2cm ditanami 2 benih bibit, kemudian timbun kembali dengan tanah dan siram supaya lahan tetap lembap.

Perawatan Tanaman Timun Suri

Perawatan tanaman timun suri sangatlah penting untuk dilaksanakan supaya bisa berbuah secara maksimal. Laksanakan penyiraman pada tanaman timun suri seperlunya saja karena tanaman timun suri tahan pada kekeringan dan cuaca panas.

Kemudian laksanakan pengontrolan tanaman, apabila ada tanaman yang mati atau tumbuh tak normal laksanakan penyulaman dan ganti dengan tanaman yang baru. Penyulaman ini dilaksanakan hingga tanaman berumur 10 hari sesudah tanam. Kerjakan juga penyiangan pada gulma atau tanaman pengganggu lainnya yang tumbuh pada sekitar tanaman.

Pemupukan pada tanaman timun suri dilaksanakan sebanyak 5 kali selama musim tanam, yaitu pada saat tanaman berumur 10 hari sesudah tanam, 17 hari sesudah tanam, 24 hari sesudah tanam, 31 hari sesudah tanam, dan 40 hari sesudah tanam. Pupuk yang dipakai, yaitu pupuk NPK. Pemberian pupuk susulan ini dilaksanakan dengan cara ditabur atau dikocor.

Jika Anda membutuhkan atau ingin menggunakan Mulsa Plastik untuk budidaya tanaman atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)
Telp : 031-8830487
Mobile : 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564

Advertisements

Inilah Langkah Jitu Budidaya Mentimun!

Mentimun atau yang memiliki nama lain cucumis sativus L., merupakan tanaman yang termasuk suku labu-labuan (Cucurbitaceae). Buah atau sayuran mentimun ini berasal dari daerah pegunungan Himalaya, di India Utara. Mentimun memiliki banyak varietas tapi pada umumnya mentimun sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Mentimun biasanya dikonsumsi sebagai lalapan, pelengkap menu makanan sehari-hari. Namun belum banyak orang yang tahu bahwa mengkonsumsi mentimun juga memiliki manfaat bagi kesehatan, seperti :
1. Memperlancar pencernaan
2. Mengontrol tekanan darah tinggi
3. Baik untuk kesehatan kulit
4. Meningkatkan daya tahan tubuh & mencegah dehidrasi
5. Menjaga kesehatan gigi dan gusi
6. Kesehatan ginjal
7. Menurunkan kadar gula dalam darah
8. Menurunkan kadar kolesterol
9. Menjaga kesehatan mata
10. Mencegah kanker
Untuk anda yang baru ingin melakukan budidaya mentimun namun tak mengerti caranya, anda dapat mengikuti lagkah langkah dibawah ini.

  • Persyaratan Tumbuh

Tanaman mentimun dapat dibudidayakan pada ketinggian 200-800 m dpl, dengan ketinggian optimal 400 m dpl. Dan tekstur tanah yang cocok untuk budidaya mentimun ialah yang berkadar liat rendah dengan pH 6-7.

  • Budidaya Mentimun

1. Perkecambahan Benih
Perkecambahan dapat dilakukan di bak berukuran 10 cm x 50 cm x 50 cm. Dengan Bak diisi pasir yang sudah diayak dengan tinggi 7-8 cm, dan diatas pasir dibuat alur tanam berkedalaman 1 cm dengan jarak antar alur 5 cm, panjang alur sesuai panjang bak, dan jangan lupa untuk memberi lubang-lubang kecil berdiameter 0,5 cm untuk peresapan air pada bagian bawah bak. Persemaian mentimun dilakuan denga cara menebar benih mentimun dalam alur tanam secara rapat dan merata, kemudian ditutup dengan pasir dan disiram air hingga tanah lembab.

2. Persemaian
Benih yang sudah berkecambah akan dipindahkan ke polibag untuk disemaikan, letakkan benih di tempat yang terlindung dari sinar matahari dan hujan.

3. Pengolahan Lahan
Tanah diolah dengan mencampur pupuk kandang dengan dosis 10-20 ton/ha. Lalu dibuat bedengan dengan lebar 100 cm, panjang disesuaikan dengan kondisi lahan dan tinggi 20 cm pada musim kemarau atau 30 cm pada musim hujan. Jarak antar bedengan 30 cm.

4. Penanaman
Bibit yang siap ditanam, apabila sudah mempunyai 2-3 helai daun sejati (berumur 20-23 hari). Berikut beberapa cara tanam yang dapat digunakan dalam budidaya mentimun, yaitu:
– cara tanam baris dengan jarak antar tanaman 30 cm x 40 cm (menggunakan rambatan tunggal atau ganda), lubang tanam berupa alur.
– cara tanam persegi panjang dengan jarak tanam 90 cm x 60 cm (menggunakan sistem rambatan piramida).
– cara tanam persegi panjang dengan jarak tanam 80 cm x 50 cm (menggunakan sistem rambatan tengah).

5. Pemupukan
Pupuk yang digunakan ialah pupuk Urea (225 kg/ha), ZA (150 kg/ha), KCl (525 kg/ha), dan pupuk kandang (1,5-2 kg/tanaman). Pemupukan dapat dilakukan dua kali yani setengah dosis sebelum tanam dan setengah dosis pada saat tanaman berumur 30 hari. Pupuk ditempatkan pada 4 lubang yang dibuat dengan jarak dari batang utama tanaman 10-15 cm disekeliling tanaman. Lubang pemupukan berdiameter 30-60 mm dengan kedalaman 3-4 cm.

6. Pemeliharaan
• Pemasangan mulsa dilakukan apabila setelah bibit mentimun dipindahkan ke lapangan (kecuali untuk benih yang ditebar langsung ke kebun produksi). Mulsa dapat berupa jerami padi atau mulsa plastik hitam perak. Rambatan sebaiknya dibuat mulai 4-5 hari setelah bibit ditanam. Untuk bentuk rambatan dapat dipilih dengan mempertimbangan kesehatan tanaman, kemudahan pemeliharan, juga segi kemudahan mendapatkan bahan untuk rambatan.
• Perompesan dapat dilakukan pada bunga, daun maupun cabang air. Pembuangan bunga dilakukan pada bunga yang tumbuh sampai ruas ketiga dari bawah, bunga jantan, dan apabila ada bunga lebih dari satu pada suatu buku, maka dipilih satu bunga sehat saja untuk dibiarkan tumbuh. Pembuangan daun dilakukan pada daun tua yang terletak dekat permukaan tanah dan saat tanaman mentimun sudah berumur 1,5-2 bulan.
• Pengairan sangat diperlukan terutama pada tanaman mentimun yang ditanam pada saat musim kemarau. Penyiraman dilakukan secukupnya dan sebaiknya dilakukan pada pagi hari.
• Penyiangan ini dilakukan pada gulma, kara pertumbuhan gulma dapat menimbulkan persaingan dalam mendapatkan hara bagi tanaman mentimun. Sanitasi dilakukan dengan cara menghilangkan bagian tanaman yang sakit agar tidak menjadi akar penularan penyakit.

7. Hama dan Penyakit Tanaman Mentimun
Hama yang menggangu tanam mentimun ialah lalat buah dengan meletakan telurnya di permukaan bakal buah mentimun, lalu telur akan menetas dan larvanya masuk ke dalam buah. Dengan demikian pellindungan terhadap buah pada waktu buah masih muda sangat dibutuhkan. Selain lalat lebah, hama yang lainnya ialah kutu timun. Sedangkan penyakit yang menyerang timun ialah embun tepung. Penyakit ini biasanya menyerang daun tanaman timun. Panen mentimun dapat dilakukan setelah tanaman berumur 6-8 minggu.

8. Panen dan Pascapanen
Panen pertama mentimun dapat dilakukan setelah tanaman berumur ± 75-85 hari. Masa panen dapat berlangsung 1-1,5 bulan. Pemanenan dapat dilakukan setiap hari, umumnya dibolehkan untuk 1-2 buah/tanaman setiap kali petik. Produksi buah mentimun mencapai 12-300 ton/ha. Buah mentimun yang layak untuk dipetik ialah buah yang sudah matang penuh dengan warna yang seragam mulai dari ujung hingga ujung buah dan mencapai panjang yang optimal sesuai dengan jenisnya.

Buah yang dipetik terlalu awal akan mudah keriput karna mentimun mudah mengalami kehilangan kandungan air setelah panen sehingga ini yang menyebabkan buah menjadi keriput dan tidak tahan lama, sedangkan apabila terlalu lambat dipetik buah akan terasa pahit. Pemetikan mentimun dapat dilakukan dengan cara memotong sebagian tangkai dari buahnya menggunakan gunting pangkas atau pisau. Proses pemetikan ini sebaiknya dilakukan pada waktu pagi hari agar buah selalu segar karena penguapan sedikit. Setelah pemanenan, sebaiknya mentimun disimpan di tempat yang teduh dan terlindung dari sinar matahari secara langsung. Apabila ingin dikemas sebaiknya kemasan diberi lubang terlebih dahulu agar sirkulasi udara lancar, lalu ditempatkan di tempat sejuk.