Yuk Tingkatkan Keuntungan Hasil Pertanian dengan Metode BAMELE

Metode Bamele

Jual Plastik Mulsa Hitam Perak Berkualitas – Lim Corporation

Andi Amran Sulaiman selaku Menteri Pertanian mendorong petani bawang merah di Nganjuk, Jawa Timur untuk mengubah pola atau cara budidaya dan segera menerapkan inovasi untuk melipatgandakan penghasilan.

Karena dorongan tersebut membuat para petani bawang merah di Nganjuk menerapkan metode budidaya bawang merah yang cukup unik yaitu memadukan antara tanaman bawang merah dengan ternak ikan lele.

Dan petani setempat menyebutnya dengan metode BAMELE alias Bawang Merah dan Lele. Hasilnya pun sangat luar biasa, petani bisa menikmati keuntungan ganda, karena keuntungan tak hanya dari hasil bawang merah, tetapi juga dari panen lele.

Susanto, seorang petani dari Dusun Padangan, Desa Banaran Kulon, Kecamatan Bagor, Nganjuk, adalah salah satu petani yang mencoba teknik BAMELE di lahan bawang merahnya. Menurutnya, tujuan awal teknik ini untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengajak petani melaksanakan budidaya secara sehat dan ramah lingkungan.

Ini merupakan cara budidaya nonpestisida, tak memakai bahan kimia sebab di bawahnya ada ikan lele. Untuk pengendalian hamanya, mereka menggunakan lampu light thrap dan pengendali hayati. Sehingga produk bawang merah yang dihasilkan lebih sehat dan aman dikonsumsi. Untuk buktinya, ikan lele bisa hidup dengan baik.

Berdasarkan pandangan para petani Nganjuk, proses budidaya dengan metode BAMELE ini sangat sederhana dan benar-benar sangat mengoptimalkan lahan. Dalam parit atau got lahan bawang merah yang ukuran lebarnya 40cm, bisa ditebar bibit lele berukuran diameter kepala 6 sampai 7 mili sebanyak 132 ribu ekor per hektare. Untuk umur pemeliharaan lele sama dengan umur panen bawang merah yaitu 60 hingga 70 hari.

BACA JUGA:
Underwater Farm, Inovasi Pertanian Masa Depan yang Tak Banyak Orang Tahu
Mengenal Jenis Gulma dan Cara Pengendaliannya Pada Tanaman
Tips & Trik Budidaya Kentang Agar Hasil Maksimal
Iniloh! 7 Komoditi Unggulan Perkebunan Indonesia yang Mendunia

Dan hasilnya sangat memuaskan, bisa memanen bawang merah kelas organik 16-17 ton per hektare dan ditambah 10 ton lele. Harganya sekarang ini juga lagi bagus, bawang merah varietas Tajuk di petani dihargai Rp16.000 per kilogram, sementara untuk lelenya Rp15.000 per kilogram. Sangat menguntungkan bukan?.

Pada lokasi yang sama, Suwandi sangat mengapresiasi cara unik dan inovatif petani Nganjuk dalam berbudidaya bawang merah yang ramah lingkungan memakai teknik BAMELE ini. Sebab, metode budidaya BAMELE ini sangat menarik, bisa memberi keuntungan berlipat bagi petani ataupun lingkungan secara umum. Para petani menerapkan budidaya nonpestisida, hanya cukup mengandalkan lampu perangkap hama (light thrap) untuk mengatasi hama dan saluran air menjadi lebih terjaga karena diisi lele.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Untuk hasil panen keduanya pun lebih sehat dan aman jika dikonsumsi, serta pendapatannya juga double, bisa-bisa pendapatan per hektarnya sampai ratusan juta. Sangat cocok dengan arahan Bapak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk terus meningkatkan inovasi demi tingkatkan produktivitas dan kesejahteran petani serta produk kita harus berdaya saing. Dan metode ini juga sesuai dengan visi Ditjen Hortikultura yang memang mengedepankan aspek budidaya yang ramah lingkungan.

Itulah contoh kreativitas pola integrasi selama ini hanya dikenal mina-padi, sekarang sudah ada mina-cabai, mina-bamer, dan lain sebagainya. Setiap daerah memiliki kearifan lokal dan cara sendiri dalam berbudidaya bawang merah. Dengan demikian, silakan saja petani berimprovisasi sesuai keinginannya. BAMELE ini patut untuk dicontoh sentra bawang merah yang lainnya.

Plastik Mulsa Hitam Perak
Produsen Plastik Mulsa Berkualitas

Kepala Dinas Pertanian Nganjuk, Judi Ernanto, yang juga ikut mendampingi kunjungan Suwandi dan jajaran, mengatakan, luas area tanam bawang merah di Kabupaten Nganjuk sekitar 14.000 hektare dengan produksi tahun sebelumnya mencapai 152 ribu ton. Nganjuk menjadi sentra bawang merah terbesar di Jawa Timur dan ketiga di Indonesia sesudah Brebes dan Bima.

Metode BAMELE ini inspirasi dari Pak Bupati sendiri yang menginginkan bawang merah Nganjuk diproduksi secara ramah lingkungan. Dan tentunya kita ingin produksi bawang merah Nganjuk bisa berkelanjutan dan bermutu. Sesuai arahan Bupati, kami akan replikasi dan kembangkan teknologi BAMELE ini di kota Nganjuk. Untuk targetnya sampai 14 ribu hektare bisa dipenuhi.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Yuk Tingkatkan Keuntungan Hasil Pertanian dengan Metode BAMELE” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Mulsa Plastik untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Advertisements

Manfaat Mulsa Plastik Untuk Budidaya Bawang Merah, Dijamin Hasil Panen Bermutu Tinggi

Budidaya-Bawang-Merah

Pabrik Mulsa Plastik di Sidoarjo – Lim Corporation

Siapa sih yang tak kenal tanaman ini? Umbi tanaman yang 1 ini dipakai hampir di semua jenis masakan Indonesia. Masakan serasa tak lengkap tanpa bumbu ini. Selain untuk masakan bawang merah juga sering dipakai untuk obat. Produksi dalam negeri tahun 2016 rata-rata 5.4 ton per hektar, sementara potensi produksi aslinya bisa mencapai 10-12 ton/ha. Untuk meningkatkan produktivitas bawang merah, pemakaian mulsa plastik yaitu salah satu langkah yang bisa ditempuh.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pemakaian mulsa plastik hitam perak bisa meningkatkan jumlah umbi bawang dan bobot kering bawang. Pastinya hasil panen yang demikian akan meningkatkan keuntungan para petani. Jadi meskipun harga mulsa plastik cukup mahal tetapi sebanding dengan manfaat yang diberikannya.

Berikut Cara menanam bawang merah menggunakan plastik mulsa :

1. Persiapan Lahan

Langkah pertama yang harus dikerjakan yaitu melaksanakan pembersihan dengan cara membabat rumput dan gulma. Sesudah itu tanah harus digemburkan. Selanjutnya bedengan dibuat dengan lebar 1m dengan tinggi 30cm-40cm. Sebaiknya petani mengetahui pH tanah karena kondisi tanah yang terlalu asam ataupun basa akan mempengaruhi proses penyerapan unsur hara pada tanaman. Bawang merah tumbuh dengan optimal di tanah dengan pH 5,6-6,5.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Sesudah itu, laksanakan penebaran pupuk. Pupuk yang dipakai yaitu pupuk kompos atau pupuk kandang sebanyak 15-20 ton/ha yang ditebar di bedengan. kemudian pakailah pula pupuk ZA, TSP dan KNO3 sebanyak 400kg/ha. Campur pupuk dan tebarkan kemudian diaduk dengan tanah. Pada bedengan yang sudah diberikan pupuk dibiarkan selama 10-15 hari sebelum siap untuk ditanami. Kemudian mulsa plastik dipasang dan dilubangi dengan jarak tanam 10x25cm.

Baca Juga :

2. Persiapan dan Pemilihan Bibit

Bawang merah bisa ditanam melalui umbi ataupun biji. Pilih umbi yang warnanya mengkilat, tak ada cacat, padat, dan sudah disimpan selama 2-4 bulan dengan titik tumbuh 80%. Usahakan bibit umbi mempunyai ukuran yang sama jadi pertumbuhan bawang merah nantinya seragam.

3. Penanaman Bibit

Bibit dengan titik tumbuh 80% dibersihkan dari kulit yang mengering dan sisa akar kemudian tiga per empat bagian umbi dibenamkan di tiap lubang mulsa. Jika bibit bawang merah belum mencapai 80% titik tumbuh maka bagian ujung umbi perlu dipotong untuk mempercepat pertumbuhan.

Dan apabila petani memakai biji maka diperlukan tahap penyemaian. Bawang merah yang ditanam dengan biji memerlukan waktu 5 bulan untuk siap panen.

4. Pemupukan Susulan

Pemupukan susulan dilaksanakan 2 kali, yang pertama 15 hari sesudah tanam dan 30 hari sesudah tanam. Pupuk yang dipakai yaitu pupuk urea, ZA, dan Kcl di sepanjang garitan tanaman.

5. Pengairan dan Penyiangan

Bawang merah memerlukan air yang banyak tetapi jangan sampai tergenang. Sesudah masa penanaman 0-10 hari penyiraman dilaksanakan sebanyak 2 kali 1 hari, umur 11-35 hari sebanyak 1 kali 1 hari di pagi hari, dan diatas 35 hari sampai masa panen 1 kali sehari di pagi hari dan sore hari.

Penyiangan perlu dilaksanakan apabila petani menemukan gulma, tetapi demikian pemakaian mulsa plastik tentunya mengurangi jumlah gulma yang mungkin tumbuh.

6. Pengendalian Hama dan Penyakit

Mulsa plastik sangat terjamin bisa mengurangi jumlah hama dan penyakit pada tanaman bawang merah. Umumnya hama dan penyakit yang menyerang yaitu ulat daun dan layu fusarium. Apabila petani menemukan hama ulat maka sebaiknya daun dipotong dan dimusnahkan. Dan juga bila ditemukan daun bawang menguning dan layu harus langsung dicabut dan dibakar. Pemakaian cairan insektisida juga diperbolehkan tetapi harus sesuai dosis.

7. Panen

Ciri-ciri bawang merah sudah siap panen yaitu:
– Pangkal terasa lemas apabila dipegang
– Daun menguning serta rebah
– Umbi terlihat pada permukaan tanah

Panen dilaksanakan dengan cara mencabut tanaman kemudian diikat dan dijemur sampai kering. Hal ini bertujuan untuk menjaga supaya umbi bawang merah tak cepat busuk. Sesudah umbi bawang 85% kering maka bawang merah siap dipasarkan.

* Info selengkapnya mengenai harga Mulsa Plastik klik DISINI

Jika Anda Membutuhkan Dan Memerlukan Mulsa Plastik untuk membudidayakan melon untuk menutupi bedengan atau untuk menjaga buah tidak atau mengenai tanah atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)

Customer Service:
Telp : 031- 8830487 (Jam Kerja 08.00 – 16.00 WIB)
Mobile : 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Email: limcorporation2009@gmail.com
Whatsapp: Admin 1 / Admin 2 / Admin 3

Catatan:
– Minim Order 10 Roll
– Harga netto (non PPN)
– Harga franco Surabaya, belum termasuk ongkos kirim ke kota tujuan
– Harga tidak mengikat, bisa berubah setiap waktu