Cara Mengatasi Hama Pada Tanaman Karet

13128Hi..salam hangat. kali ini kita akan memberikan tips jitu mengatasi hama pada tanamn karet. pada artikel sebelumnya kita sudah memberikan cara budidaya tanaman karet kan nah sekarang kita akan memberikan tips dalam mengatasi hama pada tanaman karet. hmmm penasaran ? kuy kita simak!

*Baca Juga Artikel Ini : Ternyata Begini Cara Meningkatkan Produktivitas Getah Karet !

Sebagaimana halnya tanaman perkebunan lainnya, tanaman karetpun tak luput dari gangguan hama & penyakit. Gangguan hama dan penyakit ini harus ditangani dengan baik agar tanaman tumbuh subur serta produktivitasnya optimal.

A. Hama

Beberapa jenis hewan menjadi hama tanaman karet dari masa pembibitan, penanaman, hingga masa berproduksi.

1351654891. Tikus.

Tikus (Rattus sp.) menjadi hama tanaman karet pada fase perkecambahan dan pesemaian. Pada waktu perkecambahan tikus memakan biji-biji yang sedang dikecambahkan dan saat penyemaian memakan daun-daun bibit yang masih muda.
Langkah pencegahan bisa dilakukan dengan melindungi tempat perkecambahan agar tikus tidak dapat masuk ke dalamnya. Dalam hal ini tempat perkecambahan yang berupa kotak bisa ditutup dengan kawat kasa serta tempat perkecambahan di atas tanah dipasang pagar plastik.

2. Belalang.

131314984132Belalang menjadi hama bagi tanaman karet pada fase penyemaian dengan cara memakan daun daun yang masih muda. Serangga ini tergolong sangat rakus. Jika daun muda habis, mereka tak segan-segan memakan daun-daun tua, bahkan tangkainya.
Mengendalikan serangan belalang bisa secara kimiawi dengan menyemprotkan insektisida Thiodan dengan dosis 1,5 ml/liter air. Penyemprotan dilakukan 1 – 2 minggu sekali tergantung pada intensitas serangannya.

3. Siput

4649465479434 Siput (Achatina fulicd) menjadi hama karena memakan daun-daun karet di areal pembibitan dengan gejala daun patah-patah. Pada daun-daun yang patah ini terdapat alur jalan berwarna keperakan mengkilap yang merupakan jejak siput.
Pengendalian secara mekanis bisa dilakukan dengan cara mengumpulkan siput-siput yang bersembunyi di tempat teduh lalu dibakar atau dikubur. Sementara itu, secara kimiawi dengan membuat umpan dari campuran dedak, kapur, semen, & Meradex dengan perbandingan 16:5:3:2. Campuran ini dilembabkan dulu dengan cara diberi air sedikit kemudian diletakkan di area pembibitan. Siput yang memakan umpan ini akan mati.

4. Uret Tanah131212
Uret tanah merupakan fase larva dari beberapa jenis kumbang, seperti Helotrichia serrata, Helotrichia rufajlava, Helotrichiafessa, Anomala varians, Leucopholis sp., Exopholis sp., dan Lepidiota sp. Bentuk uret tanah ini seperti huruf “C” dengan warna putih hingga kuning pucat. Uret tanah menjadi hama yang sangat merugikan karena memakan bagian tanaman karet yang berada di dalam tanah, terutama tanaman karet yang masih berada di pembibitan.
Mencegah serangan hama ini bisa dilakukan dengan menaburkan Furadan 3 G sesuai dengan dosis yang danjurkan pada saat menyiapkan areal pembibitan. Sementara itu, pengendaliannya bisa secara mekanis atau kimiawi. Secara mekanis dengan mengumpulkan uret-uret tersebut dan membakarnya. Secara kimiawi dengan cara menaburkan Furadan 3 G, Diazinon 10 G, atau Basudin 10 G di sekitar pohon karet. Dosis yang dipakai sekitar 10 gram/pohon.
*Jangan Lupa Baca Juga : Cara Budidaya Padi Yang Menguntungkan Dengan Cara Sederhana 

5. Rayap

7987987987654321984Rayap yang menjadi hama bagi tanaman karet, terutama spesies Microtermes inspiratus dan Captotermes curvignathus. Rayap-rayap tersebut menggerogoti bibit yang baru saja ditanam di lahan, dari ujung stum sampai perakaran, sehingga menimbulkan kerusakan yang sangat berat.
Pengendaliannya bisa dengan kultur teknis, mekanis, dan kimiawi. Secara kultur teknis ujung stum sampai sedikit di atas mata dibungkus plastik agar rayap tidak memakannya. Secara mekanis dilakukan dengan menancapkan umpan berupa 2 – 3 batang singkong dengan jarak 20 – 30 cm dari bibit, sehingga rayap lebih suka memakan umpan tersebut daripada bibit karet yang lebih keras.
Pengendalian secara kimiawi bisa dilakukan dengan menyemprotkan insektisida pembasmi rayap, seperti Furadan 3 G dengan dosis 10 gram ditaburkan di sekitar batang karet. Bisa juga menggunakan Agrolene 26 WP atau Lindamul 250 EC dengan dosis & frekuensi pemakaian bisa dibaca di kemasannya.

1312146. Kutu
Kutu tanaman yang menjadi hama bagi tanaman karet adalah Saissetia nigra, Laccifer greeni, Laccifer lacca, Ferrisiana virgata, dan Planococcus citri yang masing-masing memiliki ciri berbeda. Saissetia berbentuk perisai dengan warna cokelat muda sampai kehitaman. Laccifer berwarna putih lilin dengan kulit keras dan hidup berkelompok. Ferrisiana berwarna kuning muda sampai kuning tua dengan badan tertutup lilin tebal. Sementara itu, Planococcus berwarna cokelat gelap dan badannya tertutup semacam lilin halus mengilap. Kutu tersebut menjadi hama bagi tanaman karet dengan cara menusuk pucuk batang dan daun muda untuk mengisap cairan yang ada di dalamnya. Bagian tanaman yang diserang berwarna kuning dan akhirnya mengering, sehingga pertum-buhan tanaman terhambat.

Hama lain yang sering merusak tanaman karet, khususnya yang berada di pinggir hutan antara lain: Babi hutan, Rusa, Kijang, Tapir, Monyet, Tupai dan Gajah.

Semoga artikel kali ini bermanfaat. jangan lupa untuk selalu mengunjungi website kami karena akan selalu ada artikel menarik lainnya.

cropped-Banner-Mulsa-Plastik-123-960x300

Advertisements

Cara Budidaya Padi Yang Menguntungkan Dengan Cara Sederhana

Budidaya padi sawah sering ditemui di berbagai daerah di Indonesia. Indonesia merupakan negara agraris yang sebagian besar penduduknya mengkonsumsi beras sebagai makanan pokoknya. Hal ini membuat permintaan beras di masyarakat terus melonjak. Namun kenyataannya produksi beras di Indonesia belum dapat mencukupi kebutuhan beras masyarakat. Meski disebut sebagai negara agraris, Indonesia tetap mengimpor beras dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan beras tersebut.
Bertanam padi biasanya hanya dijadikan pekerjaan sampingan, sehingga ini membuat hasil panen tidak maksimal. Padahal jika dilakukan dengan serius, budidaya ini sangat menguntungkan.

cara-menanam-padi-lapak-nasa

Metode Budidaya Padi Sawah
Agar hasil panen melimpah para petani harus mengetahui cara bertanam yang benar. Selain itu, petani harus bersungguh-sungguh membudidayakan tanaman ini. Berikut langkah-langkah yang harus Anda perhatikan.

-Pengolahan Tanah

Langkah pertama adalah dengan membersihkan lahan untuk ditanam padi. Anda harus membersihkan gulma seperti semak, rumput dan tanaman lain yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman padi. Setelah bersih, Anda harus mengaliri lahan tersebut dengan air agar tanah menjadi gembur sehingga mudah untuk dibajak dengan menggunakan alat tradisional atau modern.

Setelah gembur, aliri air hingga lahan tergenang air setinggi 10 cm. Anda biarkan lahan tersebut hingga 2 minggu untuk menghilangkan racun dan membuat tanah menjadi berlumpur.

-Memilih Bibit Padi Unggul

Langkah selanjutnya dalam budidaya padi sawah adalah menentukan bibit yang unggul dan berkualitas. Untuk mendapatkan bibit yang unggul, Anda bisa melakukan beberapa cara, Yang pertama adalah rendam beberapa benih padi di dalam air dan diamkan selama 2 jam. Kemudian letakkan benih yang sudah direndam tersebut di atas kain & perhatikan apakah mengeluarkan kecambah hingga 90% atau tidak. Jika iya maka benih tersebut memiliki kualitas baik.
*Baca Juga : Tips Mengatasi Hama & Penyakit Pada Tanaman Pisang

-Menyamai Benih Padi di Lahan

Langkah selanjutnya adalah dengan menyamai benih padi tersebut. Caranya adalah rendam benih selama sehari semalam, dan diamkan hingga benih mengeluarkan kecambah. Siapkan lahan sawah yang berar dan berlumpur. Selanjutnya Anda berikan pupuk urea & TSP dengan porsi 10 gr/1 m2. Tanam bibit padi pada lahan persemaian dengan cara menyebarnya secara merata.

-Cara Menanam Padi

Tahap budidaya padi sawah selanjutnya adalah proses penanaman. Caranya adalah siapkan bibit padi yang sudah tumbuh daun sekitar 2-3 helai dan sudah berusia lebih dari 2 minggu. Penanaman padi dapat dilakukan secara tunggal atau ganda, artinya satu lubang dapat diisi dengan satu atau dua bibit tanaman padi. Proses penanaman yang baik adalah pada lahan yang tergenang air & untuk kedalamannya sekitar 1-2 cm. Agar bisa tumbuh sempurna maka posisi akar harus membentuk huruf L.
*Baca Juga : Trik Jitu Bagi Pemula Dalam Mencangkok Tanaman Jambu Biji Dengan Mudah

-Memberikan Pupuk pada Tanaman Padi

Ini merupakan tahap penting yang harus dilakukan dalam budidaya padi sawah. Berikut takaran pupuk yang perlu Anda ketahui. Pada pemupukan pertama Anda berikan ketika padi berusia 7-15 hari. Pupuk yang dapat dipilih adalah pupuk urea & TPS dengan dosis 100:50 kg/ha. Kemudian di tahap kedua pemberian pupuk dilakukan pada padi berusia 25-30 hari. Pupuk yang digunakan adalah pupuk urea 50 kg/ha serta phonska 100 kg/ha. Tahap pemupukan terakhir dilakukan saat tanaman berusia 40-45 hari. Pupuk yang digunakan adalah pupuk urea yang dicampur Za dengan perbandingan 50:50 kg/ha.
cropped-Banner-Mulsa-Plastik-123-960x300-Melindungi Tanaman dari Hama

Setiap tanaman budidaya tidak lepas dari gangguan hama yang dapat merusak tanaman. Untuk itu Anda harus bisa mencegah hama agar tumbuhan padi dapat dipanen dengan maksimal. Hama yang sering mengganggu diantaranya adalah tikus, belalang, lembing, walang sangit, burung & sebagainya. Cara yang dapat Anda lakukan adalah dengan membuat bebegig sawah untuk mencegah burung atau dengan memelihara hewan pemangsa.

-Masa Panen

Ciri-ciri tanaman padi siap panen adalah warna dari butiran biji padi sudah menguning dengan ranting yang sudah mulai menunduk. Proses pemanenan dapat Anda lakukan secara tradisional atau menggunakan cara modern. Untuk menghindari kerugian maka Anda jangan menunda masa panen karena jika padi terlalu tua akan membuat biji padi mudah rontok.

Demikian artikel tentang Cara Budidaya Padi Yang Menguntungkan Dengan Cara Sederhana. selamat mencoba, semoga berhasil ya. jangan lupa untuk selalu mengunjungi website kami karena akan ada artikel menarik lainnya.

15 Langkah Menanam Asparagus Dengan Mudah Dan Benar

LANGKAH MENANAM ASPARAGUS.jpg

Asparagus merupakan sejenis sayuran dari satu spesies tumbuhan genus Asparagus, paling utama batang muda dari Asparagus officinalis. Asparagus sudah digunakan sejak lama sebagai bahan makanan sebab rasanya yang sedap dan sifat diuretiknya. Dengan adanya sifat diuretik tersebut, asparagus berkhasiat sebagai memperlancar saluran urin sehingga mampu memperbaiki kinerja ginjal. Asparagus yaitu sumber terbaik asam folat nabati, sangat rendah kalori, tidak mengandung lemak atau juga kolesterol, serta mengandung sangat sedikit natrium. Tumbuhan ini juga merupakan sumber rutin, suatu senyawa yang bisa memperkuat dinding kapiler.

Kandungan Gizi
Asparagus rendah kalori, tidak menyimpan kolesterol dan sangat rendah sodium. Ini juga merupakan sumber yang sangat baik sebagai vitamin B6, kalsium, magnesium dan seng, serta sumber yang sangat baik seperti serat, protein, vitamin A, vitamin C, vitamin E, vitamin K, thiamin, riboflavin, rutin, niacin, asam folat, besi, fosfor, kalium, tembaga, mangan aerta selenium. Asam amino asparagina berasal dari asparagus, tanaman asparagus kaya akan kandungan bahan yang satu ini.

Langkah Penanaman
1. Menyiapkan Bibit
Dalam pembibitan asparagus dapat dilakukan dengan cara vegetatif dengan kultur jaringan, cara generatif dari biji dan anakan yang datang dari tunas atau juga setek. Dari ke 3 asal bibit tersebut, bibit yang datangnya dari biji akan lebih baik.

2. Persemaian
Siapkan tempat persemaian dan media yang diperlukan. Tempat yang baik untuk 705abbd6354b738a6759887e2cd87c59.jpgAsparagus adalah yang mempunyai drainase baik, tidak hanya sisa tempat tanamanan Asparagus, tanahnya yang gembur dan subur serta berpasir. Beserta membuat bedengan dimedia tanam, lalu diberi pupuk basic dan Furadan 3G untuk menghindari hama. Bedengan dibuat dengan mempunyai dimensi lebar 120 cm, tinggi 20-25 cm, lebar parit 40 cm dengan memiliki kedalaman 40 cm.

3. Perendaman Benih
Siapkan benih Asparagus yang akan disemai, direndam menggunakan air dingin dengan suhu 27 derajat Celcius dalam waktu 24-48 jam. Selama perendaman, air ditukar sebanyak 2-3 kal. Biji yang mengambang pada waktu perendaman dibuang.

4. Semai Benih
Selanjutnya siapkan benih Asparagus yang akan disemai di tanah dengan jarak tanam 15 x 10 cm, kedalaman 2,5 cm, dengan tiap – tiap 1 lubang ditanami 1 biji. Diatas permukaan tanah ditutup menggunakan jemari atau sekam, dan siram seperlunya.

5. Perawatan Persemaian
Pencegahan dari hama penyakit yang akan menyerang dikerjakan disaat mulai dari benih.

6. Pemupukan
Saat Asparagus dipersemaian, setiap 20 hingga 30 hari selanjutnya melakukan pemupukan susulan urea.

7. Seleksi dan Pencabutan Benih
Selanjutnya pindahkan bibit (transplanting) ke lahan diumur 5-6 bulan. Beberapa hal yang harus diperhatikan disaat transplanting yaitu bibit yang sehat, bibit yang dicabut harus selekasnya ditanam, sebelum penanaman akar dipotong, disisakan kurang lebih 20 cm, dan pucuk tanaman dipangkas sampai tinggi tanaman hanya sekitar 20cm.

8. Pemrosesan Tanah
Dianjurkan sebelum ditanam, lahan tanah dibajak dalam dan rata. Dibuat parit dengan memiliki kedalaman 15 sampai 20 cm. Untuk tempat tanam, jarak antar tanaman 40 sampai 50 cm dan jarak antar baris 1,25 sampai 1,5 m. Di awal tanam tidak dipakai pupuk kimia, tetapi memakai pupuk kandang.

9. Penanaman
Bibit yang sudah berumur 5 – 6 bulan selanjutnya ditanam, jika umur masih terlihat muda sebaiknya tunggu hingga umurnya mencapai 5-6 bulan. Penanaman dilakukan dipagi hari sekitar jam 9 atau sore hari sekitar jam 4.

10. Pemeliharaan : Pembumbunan
Jika tanaman mulai memiliki tunas, bisa dikerjakan pembumbunan. Di musim hujan, parit diperdalam. Hal ini dikarenakan Asparagus tidak menyukai genangan.

Asparagus_0.jpg11. Pemeliharaan : Pemangkasan
Pemangkasan dikerjakan disaat indukan Asparagus bertunas hingga 8-10 tunas, selebihnya dipangkas. Sesudah mendekati masa panen batang yang dipelihara cukup 3-5 batang. Pemangkasan juga dilakukan dicabang dan batang yang diserang oleh hama atau penyakit.

12. Pemeliharaan : Pengairan dan Drainase
Parit yang digenangi setengah dari tinggi parit, tunggu sampai air meresap hingga atas, kemudian bekas air dibuang. Irigasi dimusim kemarau dikerjakan setiap 1 minggu sekali.

13. Pemeliharaan : Pemupukan Susulan
Saat pemupukan tidak hanya pupuk susulan secara umum, tetapi setiap tahun juga dikerjakan secara pemupukan berkala, yakni pemupukan berat seperti di waktu pertama kali tanam. Di saat itu tidak dikerjakan panen selama 3-4 minggu atau fase istirahat dan dilakukan seleksi induk. Pupuk susulan sendiri dilakukan dengan cara membuat parit dengan barisan berjarak 20cm dari tanaman, didalamnya parit 15 cm kemudian pupuk digabung dan ditutup menggunakan tanah. Pupuk susulan kimia diberikan tiap bulan, sedangkan pupuk kandang diberikan tiap 3 bulan sekali. Pupuk susulan ke-4 kembali lagi seperti pupuk I dan sebagainya.

14. Pemeliharaan : Pengelolaan Hama dan Penyakit
Apabila tanaman mati atau terkena penyakit dan hama, solusinya yakni dengan membesarkan batang yang tumbuh normal. Hama yang biasa menyerang yakni ulat grayak dan ulat tanah sepanjang periode transisi musim kemarau ke musim hujan, untuk penyakit pada umumnya kelompok jamur. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan cara mekanik selama serangan belum berat. Pestisida dilakukan jika serangan sudah berat dengan menggunakan pestisida organik atau daun tembakau.

15. Pemanenan
Panen bisa dikerjakan saat asparagus sudah muncul diatas tanah dengan keadaan pucuk yang masih kuncup.

Pemanenan asparagus dikerjakan dengan memotong dahannya dengan ketentuan daun tampak hijau tua, daun tidak terdapat bunga dan buah, bebas dari hama penyakit serta batang terlihat lurus, sehat dan juga tidak terkena penyakit. Terutama batang yang kuat dan terlihat segar.

JUAL MULSA PLASTIK KUALITAS TERJAMIN
Pastikan kebutuhan mulsa plastik Anda pada kami, dapatkan harga khusus jika pengambilan dalam jumlah besar. Info harga mulsa plastik hitam perak langsung saja hubungi admin kami di 08123.258.4950 atau 0877.0282.1277. Harga dijamin murah, langsung dari pabrik. http://www.mulsa99.com
#MulsaPlastik #PlastikMulsa #HargaMulsa #MphpMurah