Cara Ampuh Mengatasi Gulma Alang-Alang

Alang-alang atau ilalang (Imperata cylindrica L) adalah tanaman perintis yang sering tumbuh di lahan-lahan kosong maupun di bekas sawah dan ladang. Sayangnya alang-alang juga biasanya menjadi gulma karena tumbuh di perkebunan dan mengganggu pertumbuhan tanaman budidaya. Tanaman ini bisa hidup dengan baik di daerah-daerah yang banyak mengandung air dan mendapatkan cukup sinar matahari.

Ilalang merupakan tumbuhan rumput yang berbatang lunak dan membulat. Daunnya tipis, bertekstur licin dan diselubungi rambut, serta memiliki warna hijau gelap hingga terang. Sistem perakarannya ditunjang rimpang yang kuat sehingga sulit dicabut. Sedangkan bunga ilalang berwarna putih, berupa bulir majemuk, agak menguncup, dan mudah diterbangkan angin.

Proses perkembangbiakan alang-alang berlangsung sangat cepat. Benih-benihnya gampang sekali diterbangkan angin dan tumbuh menjadi tanaman dewasa. Sementara itu, rimpang ilalang yang juga merupakan bakal tanaman dewasa dapat menembus tanah sampai kedalamanan 1 meter. Hal ini sering mengakibatkan upaya pemberantasan gulma alang-alang tergolong cukup sulit dilakukan.

pengendalian-gulma-alang-alang.jpg

Berikut ini beberapa cara yang bisa dikerjakan untuk mengendalikan pertumbuhan alang-alang di perkebunan kelapa sawit!

Manual

Untuk area perkebunan kelapa sawit dengan ukuran yang tidak terlalu luas, upaya pengentasan ilalang secara manual bisa menjadi solusi yang dapat diandalkan. Kelebihan dari metode ini yaitu bersifat ramah lingkungan dan tidak memakan biaya yang cukup besar. Teknik ini dilakukan dengan memotong rimpang ilalang lalu biomasa-nya dikeringkan di atas tanah atau ditimbun di lubang yang cukup dalam. Adapun peralatan yang digunakan meliputi cangkul, sekop, dan garpu.

*Baca Juga:

 

Mekanis

Secara mekanis, pemberantasan alang-alang menggunakan bantuan traktor. Alternatif lain bisa juga memanfaatkan bajak yang digerakkan oleh tenaga hewan ternak. Walaupun teknik mudah dan cepat, namun tidak memakan waktu yang lama alang-alang bakal tumbuh kembali.

Biologis

Alang-alang tidak akan tumbuh di tempat yang tidak mendapatkan cahaya matahari yang cukup. Sehingga Anda bisa memelihara tanaman penutup tanah seperti kacang-kacangan. Keuntungan lainnya tanaman kacang-kacangan juga dapat memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kandungan nitrogen, mencegah erosi, dan menjaga kelembaban tanah. Selain itu, daun dari tanaman ini juga dapat dipakai untuk pakan hewan ternak.

Kimiawi

Karena dapat menimbulkan dampak yang serius bagi lahan budidaya, pengendalian gulma menggunakan metode kimiawi sebaiknya dipilih sebagai opsi terakhir bila cara-cara lain tidak cukup efektif. Bahan kimia yang digunakan berupa herbisida. Dalam penerapannya nanti, Anda wajib mematuhi petunjuk pemakaian dari produk herbisida tersebut agar tidak menimbulkan dampak negatif yang serius.

Advertisements

Alang-Alang, Dianggap Gulma Namun Banyak Manfaatnya

Tanaman alang-alang sering disebut juga sebagai ilalang. Ini merupakan salah satu jenis rumput yang tumbuh liar dan biasanya dianggap sebagai gulma yang harus dibasmi, karena dapat merusak tanaman pokok di perkebunan dengan menghabiskan unsur hara dalam tanah. Namun, di luar itu, tanaman alang-alang juga dikenal sebagai rumput berkhasiat untuk kesehatan dan digunakan untuk pengobatan tradisional dalam mengatasi berbagai penyakit.

Alang-alang memiliki nama latin Imperata cylindrica dan termasuk dalam keluarga Poaceae. Rumput ilalang memiliki nama daerah yang sangat beragam. Orang minang menyebutnya alalang, halalang. Orang melayu, Madura dan Bali menyebutnya lalang. Sementara orang Sunda mengenalnya dengan nama eurih. Sebutan lainnya adalah rih (Batam), jih (Gayo), re (Sasak, Sumbawa), rii, kii, ki (Flores), rie (Tanimbar), reya (Sulawesi selatan), eri, weri, weli (Ambon dan Seram), kusu-kusu (Menado, Ternate dan Tidore), nguusu (Halmahera), wusu, wutsu (Sumba) dan masih banyak lagi.
Manfaat Tanaman Alang-Alang
Tanaman alang-alang ini sudah lama dikenal sebagai tanaman herbal yang bermanfaat untuk digunakan sebagai obat tradisional. Bagian tanaman yang digunakan untuk pengobatan biasanya adalah akar, batang dan bunganya.

Akar alang-alang memiliki rasa yang manis dan bersifat sejuk, karena itu banyak juga digunakan untuk meredakan panas dalam serta penyakit yang menyertainya, seperti sariawan. Memasuki meridian paru-paru, lambung dan kandung kemih. Simplisia ini bersifat tonik, meredakan demam (anti piretik), peluruh kencing (diuretik), menyejukkan darah untuk menghentikan perdarahan (hemostatik), dan menghilangkan rasa haus. Tunas muda juga berkhasiat untuk peluruh kencing (diuretik).

ilalang

Kandungan senyawa berkhasiat dari alang-alang terutama terdapat pada bagian akar dan batangnya. Secara umum, tanaman alang-alang mengandung manitol, glukosa, sakarosa, malic acid, citric acid, coixol, arundoin, cylindrene, cylindol A, graminone B, imperanene, stigmasterol, campesterol, beta-sitosterol, fernenol, arborinone, arborinol, isoarborinol, simiarenol, anemonin dan tanin.

Cara Pemakaian Alang-Alang

Tanaman alang-alang ini bisa dijadikan sebagai obat dalam, diminum dan sebagai obat luar, dibalurkan.

  • Untuk obat yang diminum

Rebus akar alang-alang kering (sebanyak 15-30 gram), bila menggunakan yang masih segar maka jumlahnya kira-kira 30-60 gram. Sedangkan untuk bunga sekitar 5-10 mg, dan tunas muda 5-10 gram. Bisa juga akar ditumbuk dan diperas airnya, atau yang kering digiling untuk dijadikan bubuk.

  • Untuk pemakaian luar

Bulir bunga berikut tangkainya digiling halus dan dibubuhi pada luka atau disumbatkan ke hidung untuk menghentikan perdarahan (mimisan).

Khasiat Akar Alang-Alang Sebagai Obat

Berikut ini adalah contoh pengobatan tradisional menggunakan tanaman alang-alang. Simak bahan dan caranya dengan seksama jika ingin mempraktekannya di rumah.

  • Melancarkan air seni

Anda yang mengalami gangguan dalam buang air kecil, bisa menggunakan ramuan berikut ini untuk mengatasinya. Sediakan 250 gram akar alang-alang dan gula batu secukupnya. Kedua bahan direbus dengan 3 gelas air selama 10 menit, dinginkan, saring, minum 3 kali sehari sebanyak 1 gelas dalam sekali minum.

  • Kencing batu

Ambil 100 gram akar alang-alang, 1/2 genggam daun meniran, dan 1/2 genggam daun kumis kucing. Rebus semua bahan dengan 5 gelas air sampai airnya tinggal setengah. Dinginkan, lalu saring. Minum ramuan tersebut 3 kali sehari sebanyak 1 gelas setiap kali minum. Lakukan secara rutin sampai batu keluar.

*Baca Juga: Langkah Budidaya Anggur

  • Hipertensi akibat sakit ginjal

Siapkan 200 gram akar alang-alang, tangkue (manisan dibuat dari labu putih). Rebus kedua bahan dengan 2 gelas air hingga airnya tinggal setengah. Dinginkan, kemudian saring. Minum ramuan tersebut 2 kali sehari.

  • Radang paru-paru

Ambillah 500 gram akar alang-alang, 5 helai daun sembung, 10 kuntum bunga melati kering dan garam secukupnya. Rebus semua bahan tersebut dengan 3 gelas air sampai airnya tinggal setengah, saring. Larutan ini untuk diminum 2 kali sehari.

  • Asma

Bagi anda yang memiliki riwayat penyakit asma atau ada anggota keluarga yang mengalaminya, akar ilalang bisa dijadikan sebagai obat asma tradisional. Siapkan 100 gram akar alang-alang, 25 gram kencur dan 25 gram daun sirih. Semua bahan direbus dengan 1 liter air sampai airnya tinggal setengah. Setelah dingin saring airnya, masukkan 1 sendok makan madu dan 1 sendok teh air jeruk nipis. Ramuan tersebut diminum sekaligus saat akan tidur malam.

uunch

  • Mimisan, Hepatitis

Untuk mengobati mimisan dan hepatitis, kita menggunakan ramuan yang sama. Sediakan 200 gram akar alang-alang dicuci bersih, rebus dengan 6 gelas air sampai airnya tinggal 2 gelas, dinginkan, saring. Minum air rebusan akar alang-alang tersebut 3 kali sehari.

  • Gangguan Prostat

Jika Anda mengalami gangguan pada prostat, bisa menggunakan akar alang-alang sebagai obat. Caranya, ambil 500 gram akar alang-alang direbus dengan 6 gelas air sampai airnya tinggal setengah. Dinginkan dan saring, untuk diminum 3 kali sehari.

  • Mengobati Diare

Akar alang-alang juga bisa digunakan sebagai obat diare. Caranya, ambil 250 gram akar alang-alang lalu dicuci bersih. Kemudian rebus dengan 2 gelas air selama 15 menit. Minum air rebusan tersebut 1 gelas, segera setelah buang air besar.

  • Mengobati Keputihan

Bagi para wanita yang mengalami keputihan, rumput ini juga bisa dijadikan sebagai obat keputihan tradisional. Persiapkan 500 gram akar alang-alang, 2 tangkai daun pepaya, dan 5 gram pulasari. Semua bahan direbus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengah. Dinginkan dan saring, untuk diminum 2 kali sehari.

Siapa sangka kalau alang-alang alias ilalang, rumput liar yang mengganggu justru memiliki manfaat yang begitu besar bagi dunia kesehatan terutama pengobatan tradisional.