Cara Jitu Budidaya Bawang Putih, Jadi Prospek Yang Menguntungkan

Bawang Putih
Bawang Putih

Produsen Mulsa Plastik Hitam Perak Murah – Lim Corporation

Bawang putih adalah salah satu komoditas yang sangat menjanjikan. Bisa dibilang, umbi bawang putih menjadi salah satu bumbu wajib di setiap semua masakan. Karena keperluannya yang tinggi, tak jarang harga bawang putih pun kurang stabil. Sebab itulah Anda bisa memanfaatkannya dengan bertanam bawang putih untuk dijual.

Bawang putih sangat baik ditanam di dataran tinggi atau pegunungan dengan ketinggian lebih dari 600 mpdl. Pada daerah dataran rendah, tanaman ini akan sulit membentuk umbi. Adapun beberapa daerah penghasil bawang putih di Indonesia diantaranya yaitu Batu dan Lombok Barat.

Hawa sejuk adalah salah satu syarat tumbuh bawang putih. Sebaiknya kadar keasaman tanah berada pada pH 6,5—7,5. Waktu terbaik bertanam bawang putih merupakan ketika awal musim kemarau. Apabila ditanam pada musim hujan, tanaman ini rawan terkena penyakit.

Baca Juga: Iniloh!! Teknik Pembibitan Tanaman Kelor Supaya Tumbuh Subur

Pengembangbiakan umbi bawang putih dilaksanakan dengan umbi siung. Cara menanamnya cukup gampang. Pertama, cangkul tanah dengan kedalaman sekitar 30cm—40cm. Setelah itu tanah atau lahan diberi pupuk kompos atau pupuk kandang sebanyak 10—15 ton per hektare.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Buatlah juga bedengan dengan lebar 60cm untuk bawang putih. Sebab bibit bawang putih cukup mahal, lebih baik Anda memakai umbi siung ukuran sedang saja. Umbi tersebut harus disimpan terlebih dulu selama tiga bulan.

Apabila sudah, kupas kulit pembalut pada umbi bawang putih. Untuk bagian siungnya dipisahkan dan ujung-ujung siung tersebut dipotong sedikit. Bila sudah tampak titik hijau, bibit siap ditanam.

Umbi ditanam dengan berdiri satu-satu pada bedengan. Jarak antarbibit yaitu 20cm × 20cm. Satu bedengan bisa memuat 3 baris tanaman. Satu hektare lahan umumnya memerlukan sekitar 1.500 kg umbi bawang putih.

Pemberian pupuk dikerjakan ketika bawang putih sudah selesai ditanam. Pupuk yang diberikan berupa urea, TSP, dan KCl. Pakailah perbandingan 3:3:1 sebanyak 3gr untuk setiap tanaman.

Baca Juga: Mengenal Lebih Dalam Buah Nangka, Salah Satu Jenis Buah Yang Sangat Populer

Lebih baiknya pupuk diletakkan 5cm—10cm dari batangnya. Pupuk bisa diberikan secara melingkar atau dalam bentuk baris. Waktu pemberian pupuk yang paling sesuai yaitu ketika pendangiran.

Bukan hanya pupuk, hama dan penyakit pada bawang putih juga harus diperhatikan. Apabila dilaksanakan dengan baik, panen bawang putih komersil ini bisa dikerjakan sesudah 3,5—4 bulan sejak penanaman. Satu hektare lahan bisa menghasilkan sampai 10 ton umbi kering.

Umbi yang sudah dipanen bisa disimpan lama seperti halnya umbi bawang merah. Namun lebih baik lagi, simpan umbi bawang putih di tempat berasap untuk mencegah serangan hama bubuk umbi gudang.

* Ingin info lengkap mengenai harga Mulsa Plastik silakan klik link berikut ini http://bit.ly/hargamulsaplastik

Apabila Anda Membutuhkan Dan Ingin Memesan Mulsa Plastik atau Plastik Pertanian & Perkebunan untuk budidaya, untuk menutupi bedengan atau untuk menjaga buah tidak atau mengenai tanah atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL/WA pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)

Customer Service:
Telp: 031- 8830487 (Jam Kerja 08.00 – 16.00 WIB)
Mobile: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Email: limcorporation2009@gmail.com
Atau chat langsung dengan admin klik salah satu tautan berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Advertisements

Ternyata, Ini 4 Jenis Penyakit Tanaman Kentang yang Wajib di Waspadai

Penyakit Kentang

Jual Mulsa Plastik Segala Merk Harga Murah – Lim Corporation

Tanaman kentang memang rawan terserang berbagai hama dan penyakit. Mulai dari ulat, orong-orong, sampai nematoda adalah hama penyerang kentang yang sangat mengganggu pertumbuhannya. Tak terkecuali dengan berbagai penyakit tanaman kentang yang bisa menjangkiti kapan saja. Ada beberapa jenis penyakit tanaman kentang yang harus diwaspadai. Beberapa penyakit tersebut dikibatkan oleh berbagai organisme berikut.

1. Cendawan
Paling tidak, ada 3 jenis cendawan yang harus Anda waspadai dalam membudidayakan kentang. Pertama merupakan spesies Phytophthora infestans penyebab penyakit busuk daun. Kedua, ada Alternania solani. Cendawan ini bisa mengakibatkan penyakit cacar pada kentang. Cara memberantas kedua cendawan tersebut yaitu dengan memakai antracol 0,2% dan dithane M-45 0,2%.

Ketiga, cendawan dengan nama ilmiah Streptomyces Scabies. Cendawan ini mengakibatkan penyakit burik scab. Cendawan ini tak bisa hidup pada tanah dengan pH kurang dari 5,4 atau lebih dari 7. Tak hanya itu, cendawan ini tak tumbuh pada keadaan hujan.

Gejala tanaman yang terserang burik scab yaitu kulit umbi kentang menjadi kadas dan burik. Bagian dalam daging menjadi gabus jadi tak laku untuk dijual.

Baca Juga: Manfaat Tanaman Waru Landak dari Hiasan Rumah Hingga Atasi Gejala Penyakit

2. Bakteri
Bakteri spesies Erwinia carotvora LR Holland bisa mengakibatkan penyakit busuk lunak pada umbi kentang. Bakteri ini bisa menyerang tanaman, baik di kebun ataupun di gudang penyimpanan. Ciri kentang yang terjangkit bakteri ini yaitu umbi kentang akan jadi busuk dan berair.

3. Cendawan dan Bakteri
Bakteri Pseudomonas solanacearum dan juga cendawan Fusarium oxysporum bisa mengakibatkan penyakit layu pada tanaman kentang. Sampai sekarang, belum ada teknik dan cara memberantas penyakit ini. Keduanya, baik bakteri ataupun cendawan, menunjukkan gejala layu pada kentang.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik URL berikut http://www.facebook.com/InfoPertanianPerkebunanku/

Perbedaan serangan oleh bakteri atau oleh cendawan terdapat pada serangan kelayuannya. Bila seluruh batang mengalami kelayuan, penyakit disebabkan oleh bakteri. Batang kentang dipotong dan dipijit mengeluarkan lendir berwarna seperti susu dan berbau busuk. Lendir juga akan keluar jika batang dimasukkan ke gelas berisi air putih. Akibatnya, air tersebut akan menjadi keruh.

Bila penyakit disebabkan oleh cendawan, kelayuan akan terjadi pada cabang tanaman kentang. Cara menandainya adalah dengan menyayat cabang kentang. Cabang yang terserang cendawan akan berwarna kecokelat-cokelatan.

Baca Juga: Wow! Ini 7 Manfaat Jantung Pisang Untuk Kesehatan Tubuh

4. Virus
Beberapa jenis virus yang menyerang tanaman kentang antara lain Potato Virus Leafroll (PVLR), Potato Virus-X (PVX), dan Potato Virus-Y (PVY). Hingga kini, belum ada cara dan metode pemberantasan yang tepat jika tanaman kentang terserang virus-virus tersebut.

Penyakit yang terserang PVRL akan mengalami gulung daun. Akibatnya, tanaman akan kurang mampu memproduksi umbi. Akan lebih parah apabila tanaman yang terserang baru saja ditanam. Meskipun menghasilkan umbi, bentuknya akan sangat kecil (kriel).

Cara mencegah umbi terserang PVRL adalah dengan memilih bibit yang terbebas dari virus tersebut. Kutu daun (Myzus persicae) harus diberantas. Kutu merupakan hewan vektor yang membawa virus PLVR.

* Ingin info lengkap mengenai harga Mulsa Plastik silakan klik link berikut ini http://bit.ly/hargamulsaplastik

Apabila Anda Membutuhkan Dan Ingin Memesan Mulsa Plastik atau Plastik Pertanian & Perkebunan untuk budidaya, untuk menutupi bedengan atau untuk menjaga buah tidak atau mengenai tanah atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL/WA pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)

Customer Service:
Telp: 031- 8830487 (Jam Kerja 08.00 – 16.00 WIB)
Mobile: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Email: limcorporation2009@gmail.com
Atau chat langsung dengan admin klik salah satu tautan berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Demikian penjelasan singkat mengenai artikel “Ini 4 Jenis Penyakit Tanaman Kentang yang Wajib di Waspadai” semoga bermanfaat.