Menanam Sawi Menjadi Mudah Dengan Mulsa!

Sawi hijau yang juga terkenal dengan sebutan caisim. Sayuran ini kaya akan vitamin A & C, kalsium, zat besi, fosfor, dan berbagai mineral lainnya. Sawi hijau tumbuh dengan baik di Indonesia, terutama di daerah dengan ketinggian 1000 dpl dengan suhu 19-21 derajat celcius. Sawi hijau dapat tumbuh di musim kemarau maupun musim hujan. Sayuran ini tahan terhadap air hujan namun tidak menyukai air yang menggenang. Intensitas cahaya matahari sangat penting bagi proses fotosintesis, tanaman ini memerlukan paparan sinar matahari selama 12-16 jam setiap harinya. Kondisi tanah juga harus menjadi perhatian petani untuk menanam sawi hijau. Sayuran ini dapat tumbuh optimal di tanah dengan pH 6-6.5 dengan karakteristiik tanah yang gembur, subur, dan pembuangan airnya baik.

Teknik Budidaya Sawi Hijau

Persemaian

Benih sawi direndam selama kurang lebih 2 jam sebelum disemaikan. Pilihlah benih yang tenggelam untuk disemai. Anda dapat menggunakan media polybag, botol plastik, ataupun tanah. Media tanam dibuat setebal 7 cm dan dicampur dengan pupuk kandang (1:1). Benih ditabur di atas media tanam, dibasahi, lalu ditutup dengan daun atau karung goni selama 2-3 hari. Tempat penyemaian sebaiknya diberi naungan. Setelah 2-3 minggu bibit sawi hijau siap ditanam di lahan.

Baca Juga : 

Langkah Budidaya Anggur
Tips Budidaya Tanaman Sorgum Yang Benar
Yuk Budidaya Bengkoang! Buah Kecil Percantik Kulit
Metode Sederhana Dalam Budidaya Timun Jepang

Pengolahan lahan

Lahan dibersihkan dari gulma dan dicangkul sedalam 20-30 cm untuk digemburkan. Setelah itu dibuat bedengan dengan lebar 1 m dan panjang menyesuaikan lahan. Jarak antar bedengan minimal 40 cm. Bedengan yang telah rata lalu ditaburi pupuk kandang dan ditutup tanah kembali dan dibiarkan selama 3 hari. Pemberian kapur dolomit dilakukan jika pH tanah terlalu asam dan dilakukan sebelum proses penyebaran pupuk. Selanjutnya tanah ditutup dengan mulsa plastik. Ukuran mulsa plastik disesuaikan dengan panjang lahan tanam.

sawi mulsa

Penanaman bibit

Mulsa plastik yang telah dilubangi dengan diameter 8 cm dan jarak antar lubang 30×40 cm siap ditanami bibit sawi hijau. Tanah di tiap lubang sebaiknya dikeruk sedalam 10 cm sebagai tempat bibit tumbuh nantinya. Bibit ditanam satu persatu secara hati-hati di tiap lubang tanam lalu disirami. Setelah beberapa hari petani dapat melakukan penyiangan, yaitu mencabut tanaman sawi yang nampak layu dan menggantinya dengan bibit lainnya.

Panen

Setelah 30-35 hari setelah masa tanam, secara umum sawi hijau sudah bisa dipanen. Lama masa tanam tergantung dari lokasi lahan tanam. Semakin tinggi daerah tempat tanamnya (misalnya di gunung) maka masa tanam semakin panjang. Setelah di panen, pangkal batang sawi hijau (bagian akar) dipotong lalu dibersihkan. Selanjutnya sawi hijau dapat segera didistribusikan.

Penggunaan mulsa plastik pada pertanian holtikultura telah banyak diaplikasikan oleh petani, karena manfaatnya yang luar biasa bagi pertumbuhan tanaman. Mulsa plastik juga memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan menggunakan jenis mulsa lainnya.

Salah satu kelebihannya yaitu kemudahan pengadaan karena merupakan hasil produksi pabrik mulsa plastik sehingga tersedia kapanpun. Mulsa jenis ini pun sangat mudah didapatkan, hampir seluruh toko pertanian menjual mulsa plastik. Bagi Anda yang sedang mencari mulsa plastik, ada cara yang lebih praktis untuk memenuhi kebutuhan Anda. Silakan langsung menelepon dan mengirimkan SMS atau email kepada kami, Lim Corporation.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s