Panduan Praktis Budidaya Terong

budidaya-terong

Tanaman terong yaitu tipe sayuran tahunan semusim. Langkah untuk membudidayakannya cukup praktis, berikut yang harus anda perhatikan:

  • Penyemaian benih terong

Benih yang baik untuk budidaya terong memilki daya tumbuh di atas 75%. Dengan benih seperti itu, kepentingan benih untuk satu hektar mencapai 300-500 gr. Terlebih dulu ditanam ditempat terbuka, benih terong sebaiknya disemaikan terlebih dulu

Langkah pertama siapkan dulu tempat penyemaian benih. Buat bedengan dengan lebar satu mtr dan tinggi 20 cm. Bedengan di buat dari gabungan tanah, arang sekam dan kompos dengan perbandingan 1 : 1 : 1.

Rendam benih terong di air hangat selama 10-15 menit, lantas bungkus benih dengan kain basah dan diamkan selama 24 jam. Buat alur berjarak 5-10 cm diatas bedengan untuk menebarkan benih.

Setelah 2-3 hari kecambah mulai tumbuh jadi tanaman, buka daun pisang atau karung goni itu. Lantas siram keseharian tanaman itu. Setelah 10-15 hari, pindahkan bibit tanaman dalam bumbunan daun pisang atau polybag kecil (9X10 cm), satu polybag satu tanaman.

Sirami tanaman yang ada pada polybag itu keseharian. Setelah tanaman berumur 1-1, 5 bln atau telah memiliki minimal 4 helai daun, tanaman itu siap dipindahkan ke tempat terbuka.

  • Pemrosesan tanah dan penanaman

Tempat untuk budidaya terong dicangkul atau dibajak dengan kedalaman 30 cm. Bersihkan tanah dari gulma dan kerikil. Bentuk bedengan dengan lebar 1 mtr. tinggi 30 cm dan panjang sesuai sama bentuk tempat. Jarak antar bedengan 40 cm.

Gunakan pupuk organik sebagai pupuk basic, bisa berupa kompos atau pupuk kandang beberapa 15 ton per hektar. Taburkan di atas bedengan dan aduk hingga rata. Budidaya terong inginkan tingkat keasaman tanah sekitaran pH 5-6.

Buat lubang tanam lewat cara berbaris, satu bedengan beberapa dua baris. Jarak tanam antar lubang tanam 60 cm dan jarak antar baris 70 cm.

Terlebih dulu bibit dipindahkan, siram bedengan dengan air. Tanaman terong cenderung tidak tahan dengan kekeringan. Pindahkan bibit tanaman satu lubang di isi satu bibit tanaman. Hati-hati dalam memindahkan tanaman, jaga agar akar tanamah tidak putus atau rusak.

  • Perawatan budidaya terong

Lakukan penyulaman tanaman setelah 1 minggu. Cabut tanaman yang terlihat layu atau tidak sehat dan pertumbuhannya abnormal. Pencabutan ditangani beserta media tumbuhnya. Ganti dengan bibit baru.

Pemupukan menambahkan ditangani mulai dari 2 minggu setelah bibit ditanam. Untuk budidaya terong non-organik berikanlah pupuk urea dengan dosis 80 kg/ha dan KCl 45 Kg/ha. Tengah untuk budidaya terong organik berikanlah pupuk kompos atau pupuk kandang, semasing satu kepal atau lebih kurang 0, 5 kg per tanaman.

  • Panen budidaya terong

Panen pertama usaha budidaya terong biasanya ditangani setelah 70-80 hari sejak mulai bibit ditanam. Kemudian, panen ditangani masing-masing 3-7 hari sekali..

Waktu yang cocok untuk panen yakni pagi dan sore hari. Buah dipetik dengan tangkainya, buah terong tidak tahan lama. Oleh karena itu harus selekasnya dipasarkan sekian selesai panen.

Baca Juga: Manfaat Mulsa Untuk Budidaya Tomat

Untuk melindungi tanah dari gulma, gunakan mulsa plastik hitam perak. Informasi harga mulsa plastik hitam perak serta langkah pemesanan silakan hubungi kami :
– SMS/call : 0852. 3392. 5564/0877. 0282. 1277/08123. 258. 4950
– E-mail : limcorporation2009@gmail.com

Selengkapnya bisa anda simak juga di www.mulsa99.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s