Menanam Cabe Dengan Plastik Mulsa

8tz3sBk1v2.jpg

Cara Menanam Cabe Sistem Mulsa Plastik
Menanam Cabe adalah kegiatan budidaya pertanian yang bisa dibilang cukup menarik dibandingkan dengan menanam tanaman hortikultura yang lain, menanam cabe membutuhkan keahlian dan intensitas perawatan yang lebih intensif. Belakangan ini banyak di lakukan bertani cabe hibrida sistem mulsa plastik hitam perak (MPHP). Alasan utama sistem mulsa plastik hitam perak digunakan pada cabe-cabe hibrida adalah untuk mengimbangi biaya pengadaan mulsa plastik hitam perak dari peningkatan hasil cabe yang lebih tinggi daripada cabe biasa, sehingga secara ekonomis menguntungkan.
Budidaya cabe hibrida dengan sistem mulsa plastik hitam perak merupakan perbaikan kultur teknik ke arah yang lebih intensif. Pada umumnya sistem budidaya cabe di pusat-pusat produksi cabe masih menggunakan benih lokal dan populasi tanaman per hektarnya tinggi. Populasi atau banyaknya tanaman yang sangat rapat ini dapat mengakibatkan penangkapan sinar matahari setiap tanaman berkurang dan kelembaban udara di sekitar kebun menjadi tinggi. Kelembaban yang tinggi akan menyebabkan meningkatkan serangan hama dan penyakit. Perbaikan kultur teknik budidaya cabe secara intensif untuk meningkatkan produksi maupun kualitas hasil, diantaranya adalah penggunaan benih unggul dari varietas hibrida yang bermutu tinggi, penerapan mulsa plastik hitam perak pemupukan berimbang, pengendalian hama dan penyakit, serta cara-cara lain yang khas seperti pemasangan turus dan perempelan tunas ataupun daun. Kegiatan pokok teknik budidaya cabe hibrida sistem mulsa plastik hitam perak meliputi :
Penyiapan Lahan
Pada budidaya cabe hibrida sistem mulsa plastik hitam perak penyiapan lahan harus di utamakan setelah itu disusul dengan penyiapan benih atau pembibitan. Maksudnya agar tanah sebagai media tanam benar-benar telah matang dan bagus untuk ditanami. Sebaliknya, bila pembibitan didahulukan, maka penyiapan lahan akan terburu-buru, sehingga tanahnya belum matang benar dan bibit sudat terlanjur tua. Bibit cabe hibrida biasanya siap dipindah tanamkan dari persemaian ke lapangan (kebun) pada umur 17 – 23 hari (berdaun 2 – 4 helai). Bila bibit terlambat dipindah tanamkan (terlanjur tua), maka pertumbuhan dapat kurang optimal dan produksinya menurun (rendah).
Persyaratan lahan untuk kebun cabe hibrida sistem mulsa plastik hitam perak adalah :Tempatnya terbuka agar dapat mendapat sinar matahari secara penuh.
Lahan tanam bukan bekas pertanaman yang sefamili, seperti kentang, tomat, terung maupun tembakau guna menghindari risiko serangan penyakit. Lahan yang paling baik adalah berupa tanah sawah bekas tanaman padi, agar tidak perlu membajak cukup berat. Lahan tegalan (tanah kering) dapat digunakan, asal cukup tersedia air.
Persiapan Lahan
Pada hal ini kita harus menyediakan sebidang tanah yang sudah dibuat bedengan. Bedengan adalah lahan yang sudah dibentuk seperti gundukan memanjang sebagai tempat menanam cabe.
Tanah bedengan harus sudah diolah, yaitu digemburkan, diberi air dan pupuk agar tanah dapat menjadi tempat tumbuh yang layak. Setelah itu lapisi seluruh bedengan dengan plastik khusus yang kemudian dilubangi sebagai tempat menanam benih cabe. Jarak antara satu cabe dengan yang lain adalah sekitar 50-70 cm.
Persiapan Bibit
Cara menanam cabe yang baik adalah memilih bibit yang bagus . Pilihlah bibit cabe yang berkualitas yang bisa Anda temukan pada penjual bibit-bibit tanaman yang sudah terpercaya. Anda juga bisa memperoleh bibit cabe dengan cara mengambil biji dari cabe itu sendiri dan menyemainya.
Semai biji cabe tersebut pada sebuah polybag yang sudah diisi dengan campuran tanah dan pupuk kandang (satu polybag berisi satu biji cabe). Siram dengan air sedikit saja agar tanah tetap basah dan lembab.
Setelah sekitar 20-30 hari, bibit cabe akan muncul dan siap untuk dipindah tanamkan ke bedengan yang sudah disiapkan.
Penanaman
Salah satu cara bertani budidaya cabe meliputi cara menanamnya. Pilihlah bibit cabe yang sehat dengan ciri memiliki batang kuat dan memiliki daun sebanyak kira-kira 5-6 helai.
Lepas plastik polybag penyemaian dan pindahkan bibit cabe tersebut pada bedengan saat matahari tidak terlalu terik (lebih baik sore atau pagi) Bila bibit cabe telah dipindahkan dalam lahan yang luas, segera beri pupuk dan air secukupnya.
Perawatan
Perawatan tanaman cabai adalah merupakan hal yang sangat penting dalam teknik budidaya menanam cabe. Perawatan meliputi penyiraman, pemupukan, dan juga pengendalian hama serta penyakit.
Penyiraman bisa dilakukan sekali dalam sehari untuk menjaga tanah tidak kering dan pemupukan dapat dilakukan sekali dalam satu minggu. Untuk hama, Anda bisa menggunakan obat atau pestisida yang bisa dibeli di toko-toko kimia atau pertanian.
Panen
Bila tanaman cabai sudah berbuah dan cukup masak, segera petik buah tersebut pada pagi hari. Buah cabe yang bagus untuk dipanen adalah buah cabe yang tidak terlalu muda tapi juga tidak terlalu matang. setelah dipetik, segera simpan cabe-cabe tersebut di tempat yang kering dan sejuk. Segeralah kirim cabe yang telah di petik ke pasar

Penggunaan mulsa plastik warna hitam untuk lapisan bawah dan warna perak untuk lapisan atas sangat diperlukan untuk penanaman cabai pada musim hujan. Salah satu keuntungan menggunakan mulsa lapisan atas perak adalah sinar ultraviolet ke permukaan bawah daun yang banyak dihuni oleh hama aphid, thrips, tungau, ulat, dan cendawan. Pemasangan mulsa plastik hitam perak di bedengan tempat menanam cabai dilakukan setelah bedengan selesai dipupuk. Kebutuhan mulsa plastik untuk penanaman cabai seluas 1 ha dengan populasi kurang lebih 16.000-17.000 tanaman dengan menggunakan jarak tanam 75 cm x 50 cm adalah sekitar 12 rol. Lebar mulsa yang digunakan 120 cm.

Pemasangan mulsa plastik ini sebaiknya dilakukan pada siang hari sewaktu matahari sedang terik-teriknya sehingga mulsa plastik dapat ditarik dan dikembangkan secara maksimal. Alat-alat yang diperlukan untuk pemasangan mulsa plastik adalah pasak bambu berbentuk huruf U, pisau atau gunting untuk memotong mulsa, mulsa plastik hitam-perak.

Tahap-Tahap pengerjaannya:
1.Siapkan mulsa plastik sepanjang bedengan dikurangi 1-0,5 m karena akan memuai terkena panas dan tarikan.

2.Ujung ujung mulsa plastik ditarik secara bersamaan lalu kedua ujung dipasak dengan menggunakan pasak dari bambu.

3.Lalu, salah satu sisanya dipasang pasak bambu dengan jarak setiap 50 cm. Setelah satu sisinya selesai, sisi lainnya menyusul. Pemasangan pasak ini dilakukan sambil menarik secara perlahan-lahan mulsa plastik sehingga menutup bedengan dengan rapat.

Setelah pemasangan selesai, kita dapat menentukan calon lubang tanm dan menetukan jarak tanamnya. Jarak tanam 75 cm x 50 cm. Calon lubang tanah ditandai dengan spidol berbentuk lingkaran atau segitiga. Setelah itu bisa dilakukan pelubangan dengan menggunakan bekas kaleng susu. Kaleng susu yang digunakan adalah kaleng susu kecil yang berdiameter sekitar 10 cm. Salah satu ujung kaleng ini kita gunting berbentuk gerigi. Cara menggunakannya dengan menancapkan kaleng itu ke mulsa sambil memutarnya. Jika kaleng kita angkat, tanahpun ikut terangkat sehingga membentuk lubang tanam di mulsa plastik, juga membentuk lubang tanam di bedengan karena tanahnya ikut terangkat.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s